Featured Post

Ad Block

Artikel Pilihan

Jakarta-Jeddah PP bersama Saudia Airlines; Antara Ujian atau Tak Belajar dari Pengalaman

Pengalaman umroh naik Saudia
Just landed at 2.00 am 


Alhamdulillah saya beserta keluarga berkesempatan melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci awal Maret 2019 ini. Perjalanan kali ini menggunakan Saudia Airlines dengan keberangkatan dijadwalkan pukul 20.00 wib, di terminal 3 bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Perjalanan malam ke Tanah Suci ini bukan yang pertama, dulu saya juga pernah naik Emirates. Dalam kondisi saya yang saat itu masih menyusui, nafsu makan saya cukup membludak, dalam artian cepat lapar. Padahal jam 2 siang sudah makan satu porsi ayam AW, ealah jam 7 malam, which is satu jam setelah take off saya sudah merasa lapar lagi. 
Tidak hanya itu maskapai tersebut tidak langsung mengeluarkan makanan besar. Jadi mulai dari minum dulu itu pun aneka jenis minuman dingin, baru beberapa waktu kemudian dikeluarkanlah menu berat daaan terakhir baru minuman hangat. Itu pun seat saya kebagiannya belakangan, padahal di lorong sebelah sudah mulai dibagikan makanannya. Sabaaar ... 

Melihat pengalaman 5 tahun silam tersebut, sebetulnya saya sudah mewanti-wanti agar sering makan. Namun entah ujian atau memang saya yang kurang baik dalam segi persiapan, alhasil terulanglah kembali rasa lapar yang teramat itu.

Sebelum cerita tentang rasa lapar yang mendera, saya mau mengupas sedikit tentang maskapai flag carrier-nya Arab Saudi ini. Perjalanan yang dijadwalkan terbang jam 20.00 ternyata terpaksa molor beberapa saat karena pesawat perlu mengisi bahan bakar dulu. Kalian tahu lah yah, beberapa saatnya orang yang sedang lapar rasanya mirip-mirip dengan beberapa jam gitu deh. 

Awalnya sih tak seberapa lapar, bahkan saya masih sempat take beberapa foto untuk bahan tulisan. Sebagai informasi saja pesawat dengan formasi 3-4-3 ini memiliki leg-room yang luas, suami saya dengan tinggi 170an cm masih memberikan sisa ruang pada kaki dengan bangku di depannya dan tersedia pula pijakan kaki, jadi lumayan nggak pegal-pegal amat. Walau yang ternyaman pastinya mah tetap di bussiness class ya.
Ada pijakan kaki di Saudia
Space antara dengkul dan bangku depan cukup luas


Pramugarinya beberapa bisa berbahasa Indonesia. Saya banyak mendengar katanya pramugari Saudia ini jutek alias galak. Kalau menurut saya sih mereka lebih ke tegas saja dan kurang senyum dikit tapi sebetulnya sangat helpful dan perhatian. Emang harus begitu sih, lah wong baru landing, pesawat pun masih mencari tempat parkir, kok susana sudah gaduh kaya pasar, penumpang sibuk berdiri ambil barang, ya jelas pramugarinya harus punya sikap demi keselamatan bersama. 

Moslem-friendly

Yang saya suka dari maskapai ini adalah sebelum terbang ada ritual pembacaan doa yaitu doa naik kendaraan, serta tata cara tayamum. Bahkan juga ada ruang solat yang kira-kira cukup untuk 4-5 orang. Saya sendiri memilih solat sambil duduk saja, karena kalau di ruang solat khawatir anak minta ikut. 

Oya soal arah kiblat juga tertera di layar monitor jadi tak perlu bingung, meski sebetulnya kalau dalam perjalanan kita mendapat keringan boleh menghadap mana saja sesuai posisi pesawat. Tapi bagi yang ingin solat di ruangan dan menghadap kiblat sangat dipersilakan demi kesempurnaan ibadah. Bagi yang ingin langsung berihram kita akan diberitahu bila telah melewati tempat miqot.


Ujian vs Ketidakmatangan persiapan

Lanjut cerita tadi ya saat keberangkatan. Saya semakin lapar dan terus mengawasi lampu kenakan sabuk pengaman, berharap agar segera dipadamkan. Selama belum padam artinya ya food and beverages-nya belum bisa keluar. 

Ting ... suara lampu sabuk pengaman dipadamkan. Dalam hati bergumam alhamdulillah ... Benar saja tak beberapa lama mbak pramugari mengeluarkan sebuah keranjang, berisi ... tissue basah. Okesip, mungkin sebentar lagi.

Suami saya sebetulnya sudah meminta agar makanan kami dikeluarkan lebih dulu sejak sebelum take-off  karena anak kami juga sudah lapar sih. Namun, katanya tidak bisa karena sedang dipanaskan. 

Selang beberapa saat setelah membagikan tissue tadi, keluarlah kali ini .... kereta minuman. Minumannya pun yang dingin-dingin. Saya sendiri nggak tertarik akhirnya hanya meminta air putih. Beberapa kali saya mengganjal dengan biskuit marie yang saya bawa, yang sebetulnya ini buat cemilannya si anak sih malah saya yang makan. 

Lumayan lama juga kemudian keluarlah ... headset. Ya Allah, saya terus istigfar ... lapar luar biasa mana sebetulnya ngantuk juga ... Berulang kali suami mengusap-usap dan bilang "sabar ... istigfar..." Dalam hati ya ampuuun dari tadi juga sudah istigfar malah sampai baca doa Nabi Yunus as juga saat ditelan paus"Laa illahailla anta subhanaka inni kuntu minazholimin." Katanya bisa jadi suatu rezeki tertahan karena dosa kita juga dan kadang juga kita nggak tahu dosa yang mana yang membuat kita begitu jadi ya sudah rendahkan diri di hadapan Allah, tiada Tuhan selain Allah Swt, akui saja bahwa kita memang lemah, salah, dan telah menzolimi diri sendiri. 

Waktu terus bergulir, sampai akhirnya saya merasa dua jam kemudian makanan berat baru dikeluarkan dan momaap yaa, saya nggak sempat motret karena laper beratzzz sementara handphone sudah bobo cantik di tas. Tapi isinya komplit sih ada nasi, ayam, kue, roti dan minuman. Rasanya sendiri buat saya sih enak #efeklaper kayanya ... Qiqiqi

Lama perjalanan kami 9 jam. Satu jam sebelum landing keluar lagi makanan berat. Anak saya yang terlanjur tidur semalam akhirnya tak bisa mencicipi nasi ayamnya. Padahal saya rasa dia juga pasti suka. Ketika suami meminta untuk disimpan sendiri, pramugrarinya bilang biar disimpankan saja. 

Ternyata pas si anak bangun sejam sebelum landing, makanan pertama tadi tak bisa dikeluarkan lagi, alasannya sudah tidak bagus. Saya pun baru tahu ternyata makanan berat di pesawat itu hanya bisa bertahan 2 jam. Pramugari pun mengeluarkan makanan berat kedua which is satu jam sebelum landing, sayangnya menu yang ini tak ada nasi, melainkan pasta, roti, dan puding. 

Untuk menu saat rute Jeddah-Jakarta tak jauh berbeda, cuma saya merasa tastenya lebih enak yang rute kembali ini. Mungkin karena dari sisi psikologis yang sudah lebih matang, artinya tidak kelaparan banget lagi. Suasananya pun lebih enak sambil melihat pemandangan matahari terbit dari jendela. Yup, posisi favorite saya adalah dekat jendela karena melihat lukisan alam itu mendamaikan #tsyah.
Makan pagi di Saudia
Nasi goreng-ayam goreng-potongan buah segar-roti dan minum
Makanan halal di Saudia Airlines
Menu sebelum landing @ SHIA. Nasi kebuli+ikan dengan salad sayur segar dan kue yang lezat.
Pemandangan dari jendela Saudia
Catch the sun

About In-Flight Entertainment

Ada siiih, tapi sebagian tidak berfungsi layar monitornya. Jadi tampak hitam saja gitu layarnya, sampai kita bilang ke pramugarinya untuk direset. Hiburannya pun tidak begitu up-to-date tapi lumayan lengkap. Mau dengar Murrotal? Ada. Nonton film? Ada. Games? Ada. Kids? Juga ada.
Ada mainan dI peswat Saudia
Nah ini contoh yang tidak menyala ...  Dan mamak mengalah tukeran kursi demi anak terhibur.

Yang mau lihat pemandangan di bawah pesawat juga bisa. Pesawat ini dilengkapi kamera sehingga kita bisa melihat sisi bawah pesawat maupun pemandangan dari sisi cockpit. Dan kita juga bisa pantau sudah sejauh mana pesawat kita terbang. 

Fasilitas

Tadi saya sempat singgung soal headset ya. Headset yang dibagikan ini terbungkus rapi dalam sebuah plastik rapat dan bila ingin menggunakan kita harus menyobeknya.
Headset Saudia boleh dibawa pulang

Jangan khawatir, headset ini halal dibawa pulang #sudahnanya, kalau maskapai lain kadang dipinjamkan bahkan ada yang harus membayar. Bila membawa anak kecil juga ada kemungkinan mendapatkan merchandise cantik berupa tas lucu bertuliskan SAUDIA. Lumayan biar makin terhibur perjalanannya. Semua bangku sudah tersedia bantal kecil, tapi bila mau selimut kita perlu request ke pramugarinya ya. 

Smooth landing

Alhamdulillah dalam perjalanan semua berjalan lancar, sesekali terjadi turbulens ringan yang saya rasa mirip lokasinya ketika berangkat maupun kembali. 

Dalam rute ini yang saya rasakan sih ketika sudah memasuki jazirah Arab di atas gurun dan saat memasuki wilayah perairan. Ketika di atas laut sendiri yang saya rasakan sih relatif tenang. Aiish ini komentar sotoy subjektif banget. Daaaan yang saya suka, pesawat berbadan lebar ini sangat mulus landingnya baik berangkat maupun kembali. 

Repeat to fly with SV?


Saya sih yes, karena moslem-friendly, pramugarinya sebagian bisa berbahasa Indonesia, leg-roomnya luas, daaan so far pengalaman terbang cukup menyenangkan. Minusnya makanannya saja yang agak lama keluarnya.

Kamu sendiri bagaimana? Tertarik terbang bersama Saudia?

Baca Juga
Review Batik Air ke Singapore

Resolusi Traveling 2019; Kopdaran is a Must!

Apa resolusi traveling 2019 kamu?


Liburan itu buat saya bukan sekadar having fun tapi juga harus ada value dari setiap perjalanan yang kita lakukan. Terlalu sayang melewatkan liburan begitu saja, apalagi bila jarak yang ditempuh cukup jauh, dana yang dikeluarkan cukup besar, dan waktu yang digunakan cukup panjang. 

Liburan berkualitas itu ...

Agaknya kalau saya perhatikan, makin ke sini juga banyak travelers yang mulai memahami hal ini. Sebagai contoh, tidak sedikit yang menjadikan liburan sebagai bentuk investasi, mulai dari buka jasa titip alias jastip, ngajak open-trip biar liburan lebih hemat, menjadi travel vlogger juga termasuk travel blogger #ehsemacamtersindir. 

Saya turut senang melihat fenomena ini betapa liburan itu sejatinya adalah hal yang menyehatkan baik untuk pikiran juga perasaan, selama tidak berhutang dan demi gengsi, ya. Banyak lho orang yang kemudian terinspirasi membangun bisnis, terilhami ide rancang bangunan negara lain, hingga ilmu-ilmu lain seperti transportasi, pendidikan, kesehatan yang kemudian diadopsi baik oleh kepala daerah/negara, mahasiswa, dan lainnya untuk manfaat bersama. 

So, siapa bilang liburan itu nggak penting? Saking pentingnya maka wajib direncanakan, karena gagal merencanakan sama halnya dengan merencanakan kegagalan. Daaaan kalau sudah direncanakan, lalu apa resolusinya untuk liburan tersebut?
Resolusi traveling 2019  bareng reddoorz

Inilah resolusi traveling 2019-ku!

Resolusi ini yang saya bilang sebagai value dari tiap jejak langkah kita, agar liburan tak sekadar hura-hura tapi juga ada manfaatnya. Sebetulnya ada beberapa resolusi liburan keluarga kami di tahun 2019, antara lain:

1. Minimal 7 hari

Pengalaman adalah guru terbaik. Honeymoon kami di Bali 3D2N, liburan di Surabaya juga kurang lebih segitu, liburan di Perth waktu efektif 3 hari, dan yang teranyar liburan ke Malang 4D3N.

Aslinya ini rasanya kuraaang banget. Masih banyak objek wisata yang belum sempat kami sambangi, ataukah ini artinya kami harus ke sana lagi? Aamiin. 

Next, keluarga kopermini.id inginnya kalau liburan lagi setidaknya ambil waktu seminggu deh (7D6N), dengan catatan terutama ini destinasi wisata dalam negeri ya, misal: Yogyakarta, Solo.

Kalau luar negeri ya tergantung negara tujuan sih, tapi setidaknya nggak yang 3D2N juga. Liburan yang 3D2N itu lebih buat staycation dalam kota saja.

2. Terjangkau dengan kendaraan pribadi

Kayanya hingga saat ini rasanya belum pernah kami liburan ke luar kota (di luar jabodetabek) menggunakan mobil, biasanya kalau tidak kereta ya pesawat. Kalau pun pernah ke Sumedang itu pun lebih dalam rangka bekerja.

Pengen juga sesekali merasakan sensasi liburan keluarga dengan kendaraan pribadi. Pasti jadi lebih hemat juga, mengingat transportasi biasanya jadi pos pengeluaran terbesar saat liburan, apalagi kalau orangnya banyak.
Lomba blog reddoorz resolusi traveling
Karena tiap perjalanan perlu dinikmati

3. Pastikan ke spot berikut:

Kini saya pengen kalau liburan itu bisa menghampiri, masjid agung, museum, cagar budaya, wisata alam, dan wisata buatan. Hihi ... Maunya banyak ya, makanya paling nggak harus seminggu. Jadi begini, sebagai seorang yang memiliki passion menulis saya merasa perlu menyampaikan, menyebarkan kebaikan melalui tulisan.

Pastinya dari spot-spot tersebut banyak hal yang bisa kita gali, kita sampaikan, dan kita viralkan baik sejarah, budaya, hingga kearifan lokalnya.
menginap di reddoorz
Must visit places!

4. Kopdaran is a must!

Tahu kan kopdaran? Iya kopi darat alias meet-up. Nah inilah yang setidaknya harus banget saya lakukan ketika liburan.

Awalnya saya tidak memasukkan ini sebagai sebuah value, namun dalam beberapa perjalanan saya, ternyata bisa bertemu dengan teman lama apalagi yang biasanya sekadar "say hi" di dunia maya itu luar biasa energinya, termasuk memperkuat networking dan menambah ilmu. Inilah ya mungkin #energyofakadkopdar. Setidaknya kalau poin 1-3 meleset-meleset dikit, poin 4 ini is a must.

tren liburan 2019
Bertemu Mba Erny saat liburan di Malang. Terima kasih atas jamuannya Mbaksay :)

Nah, kira-kira ke mana nih list liburan tahun 2019 keluarga kami yang memungkinkan mendapatkan 4 poin di atas? Hmmm ... sepertinya Jogjakarta bisa jadi pilihan sih.

Banyak teman lama mapun teman dunia maya yang berdomisili di sana. Perjalanan daratnya pun masih dalam jangkauan. Objek wisatanya lengkap meliputi sejarah, budaya, alam dan buatan termasuk yang kids-friendly juga ada, apalagi kulinernya yang enak-enak daaaan banyak tempat penginapan yang dekat objek wisata.

Apalagi buat liburan selama seminggu harus banget hunting penginapan yang ramah di kantong dan nyaman buat istirahat. 

Mengapa harus menginap di RedDoorz

Menginap di Reddoorz

Penginapan low-budget memang banyak di Jogja tapi baiknya pilihlah yang jelas-jelas saja, seperti RedDoorz. Kenapaaaa? Karena RedDoorz mampu berikan 6 gurantee service bagi para tamunya, apa sajakah itu?

1. Linen bersih

Ini harus banget, bagaimanapun setelah lelah beraktivitas seharian, tentu kita harapkan bisa memiliki tidur yang berkualitas. Dan RedDoorz mampu menyediakan tempat tidur yang nyaman dengan sprei yang bersih.
Resolusi traveling 2019
dokumentasi: www.reddoorz.com


2. Kamar mandi bersih


Intinya sih kebersihan itu nomor 1 buat saya termasuk juga area kamar mandi. Dan ini menjadi salah satu jaminan Reddoorz bagi para tamunya. Asyiik kan?
Menginap di reddoorz ada guarantee service
Dokumentasi : www.reddoorz.com


3. Perlengkapan kamar mandi yang lengkap


Saya tuh kadang suka dikomplen sama suami karena melupakan hal-hal kecil, misal: lupa membawa sabun, hihii ... Nah, kalau menginap di Reddoorz sudah aman deh, perlengkapan kamar mandinya komplit, ada sabun, sikat gigi, pasta gigi, shampoo hingga sisir dan tas mandi.


4. Air mineral tersedia


Ada dua botol air mineral yang tersedia di tiap kamar RedDoorz. Buat saya dan suami yang sama-sama banyak minum, air itu penting.


5. Televisi


Televisi dengan parabola tersedia di tiap kamar RedDoorz. Ini hiburan banget buat pagi-pagi sebelum memulai eksplorasi kota. 


6. Wifi gratis


Naaah, ini! Kalau saya yang penting bersih, kalau suami yang penting ada wifi. Jadi klop deh menginap di sini, karena semua hotel RedDoorz difasilitasi dengan jaringan wifi dan wifi gratis ini tersedia untuk semua tamunya.

Jadi nggak ada alasan untuk tidak memilih RedDoorz. Apalagi sistem pemesanannya yang mudah, tinggal download saja aplikasinya, lalu klak-klik search penginapannya kemudian booking.

Metode pembayarannya juga mudah bahkan bisa bayar di hotel dan kita juga bisa dapatkan redcash. Redcash itu semacam cashback yang bisa kita dapatkan bila memesan melalui aplikasi. Lumayan kan buat nginep-nginep lagi.
Download aplikasi reddoorz
Satu sentuhan untuk banyak kemudahan

RedDoorz Bantu Wujudkan Resolusi Traveling 2019-ku!


Kalau dilihat dari durasi, liburan kami ini potensial banget menguras kantong. Fyuuh bikin mikir berkali-kali buat liburan. Etapi, liburan kan penting demi kesehatan fisik, hati dan fikiran, ya gak? Untungnya ada RedDoorz, hotel low-budget dengan 6 gurantee servicenya.

Lumayan lho kalau liburannya seminggu kaya kita. Selain menggunakan kendaraan pribadi, menginap di RedDoorz ini membantu banget dalam menjaga kesehatan keuangan dan mewujudkan resolusi liburan kami. Hmm, kalau liburannya seminggu, bebas nih menentukan waktu kopdaran sama teman. Karena kopdaran saat liburan itu is a must! 

Seluk Beluk Rekam Biometrik untuk Umroh

VFS Tasheel Epiwalk

“Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Dulu, saat saya beribadah umroh tahun 2014, tidak sulit mendapatkan visa umroh. Tinggal kumpulkan semua berkas, serahkan ke travelnya, beres, dua mingguan visa jadi.
Umroh bulan april
April 2014

Tapi kini, lebih ketat aturan bagi WNI untuk bisa beribadah umroh. Ada dua syarat wajib untuk bisa mendapatkan visa umroh, yakni sudah mendapatkan vaksin meningitis yang diketahui dari buku kuning dan rekam biometrik di VFS Tasheel. 

Bahkan siap-siap bagi yang sudah pernah berangkat umroh sebelumnya, cek apakah kena visa progresif atau tidak. Apa itu visa progresif? Jadi bagi jamaah yang sudah melakukan umrah dalam kurun waktu tiga tahun belakangan, akan dikenakan tarif progresif sebesar SAR 2000 (dua ribu riyal) atau setara dengan Rp 8,3 juta. Hmm, lumayan banget kan? 

Itu beberapa aturan yang kini tampak lebih ketat bagi mereka yang ingin melaksanakan ibadah umroh. Namun begitu tetap semangat! Visa umroh mah nggak ada yang ditolak selama mengikuti semua prosedur dan aturan yang berlaku. Noted! 

Baca Juga

Apa itu Rekam Biometrik? 

Setelah kemarin membahas soal prosedur suntik vaksin meningitis, sekarang kita bahas mengenai cek biometrik ya. 

Well, jadi rekam biometrik itu apa? Rekam biometrik adalah sebuah metode untuk memindai ciri-ciri serta karateristik fisiologis seseorang. Rekam biometrik ini dapat dilakukan melalui scan retina mata, sidik jari, pola wajah dan sebagainya. Kalau untuk keperluan umroh kita hanya melakukan scan retina mata, sidik jari, dan rekam foto wajah. 

Yap, ini merupakan aturan baru, kalau dulu rekam biometrik ini dilakukan di Bandara Jeddah maupun Madinah, yang antreannya bisa makan waktu 4 sampai 5 jam, sekarang rekam biometrik dilakukan di negara masing-masing. Alasannya adalah untuk memangkas waktu antrean imigrasi, diharapkan dengan begini jamaah umroh tidak perlu menunggu lama. Kebayang kan dulu durasi yang dibutuhkan mulai dari perjalanan udara 9 jam, antre imigrasi 4 jam, perjalanan ke Madinah 5 jam. Total bisa mencapai 18-20 jam sebelum tiba di Madinah, kalau landingnya di Jeddah ya. 

Cara Membuat Janji Temu Rekam Biometrik untuk Umroh 


Pastikan sebelum datang ke kantor VFS Tasheel kita sudah membuat janji temu. Bagi yang berangkat melalui travel biasanya kita hanya ditanya mau kapan, di mana dan kemudian tinggal datang, mereka sendiri yang membuatkan jadwal janji temu. Namun bagi yang berangkat mandiri, misalnya umrah backpacker maka kita perlu membuat janji temu ini sendiri. Bagaimana caranya?
1. Masuk laman www.vfstasheel.com.
2. Dalam kolom pencarian, pilih Indonesia.
3. Klik appointment.
4. Klik schedule.
5. Scroll sampai bawah, centang (saya sudah membaca dan memahami). Klik accept.
6. Masukkan alamat email aktif dan nomor paspor. Klik continue.
Tampilan mobile, paling enak mengisi dari PC.
(Cek email)
7. Copy paste password yang diberikan untuk dimasukkan ke laman vfstasheel tadi. Klik verify.
8. Masukkan nama negara: Indonesia. Visa categorynya, pilih : umrah. Your visa application is for? Kalau sendiri centang yang individual, tapi kalau keluarga centang yang family. Klik Next.
9. Isi semua data dengan benar. Klik next
10. Selanjutnya kita bisa memilih di wilayah VFS Tasheel mana ingin dilayani dan kapan tanggalnya. Semua provinsi insya Allah ada. Klik next
11. Pilih jam kedatangan. Klik next
12. Keluar deh review summarynya, jangan lupa klik confirm and book. Tunggu email .
13. Cek email, download, dan print summary appointment yang sudah kita buat.
Print out ini harus dibawa saat rekam biometrik ya

Oya untuk membuka file kadang dibutuhkan password, coba masukkan no paspor sebagai passwordnya atau bagi yang mengurus via travel bisa ditanyakan apa passwordnya.

Apa saja syarat yang harus dibawa saat rekam biometrik? 


Selain berpakaian rapi dan sopan, jangan lupa membawa hasil print out janji temu yang sudah kita buat tadi, lalu paspor, dan e-ktp asli dan fotokopi. Seingat saya sih yang dibutuhkan yang asli tapi bawa saja fotokopiannya buat jaga-jaga. 

Berapa biaya rekam bimoetrik? 


Saya lupa persisnya, kalau tidak salah sekitar Rp. 130 ribuan. Pembayaran administrasi ini langsung dibayarkan kepada petugas perekam biometrik. Jadi pastikan saat masuk counter sudah memegang uangnya ya. 

Bagaimana alur pemeriksaannya? 


Ini saya sekadar sharing pengalaman waktu di Epicentrum Walk ya. Jadi datanglah setidaknya 30 menit sebelum pemeriksaan karena kalau telat, kita harus membuat jadwal janji temu dari mula lagi. 

Tunjukkan hasil print out janji temu serta paspor oleh petugas di depan. Bila oke, masuk melalui pemeriksaan metal detector. Santai saja, petugasnya ramah kok. 

Setelah itu masuk antrean, bila sudah di depan meja pelayanan, nanti tunjukkan print out janji temu dan paspor. Kita juga diminta mengangkat kedua telapak tangan. Entah untuk apa tujuannya. Kalau anak-anak tidak diminta mengangkat telapak tangan, tapi kita harus bilang bahwa ada anak-anak yang ikut berangkat umroh, jadi nanti dibuatkan surat keterangan kecil, nah ini jangan hilang ya. 

Di sini kita akan mendapatkan nomor antrean. Meski nomornya ratusan jangan khawatir, nggak lama kok nunggu gilirannya sebab counter pemeriksaannya banyak dan cepat.
Vfs tasheel epiwalk
Nomor antrean 241

Perhatikan dengan seksama, nomor antrean dan informasi yang ada di layar supaya tidak bingung masuk di counter nomor berapa. Setelah dipanggil, masuklah dan siapkan diri untuk rekam foto wajah, scan retina mata, dan scan sidik jari. 

Selesai, jamaah akan mendapatkan Bukti Tanda Terima Rekam Biometrik VFS Tasheel (Biometrics Receipt). 

Nah, nanti serahkan Bukti Tanda Terima Rekam Biometrik VFS Tasheel (Biometrics Receipt) ini ke Travel Resmi Penyelenggara Umroh kalian untuk persyaratan pengajuan visa umroh. 

Berapa lama masa berlaku Biometric Receipts? 


Biometric receipts ini berlaku selama 6 bulan dan hanya bisa digunakan 1 kali untuk umroh. Baiknya jangan terlalu mepet membuat jadwal rekam biometrik dengan tanggal keberangkatan ya karena untuk spare waktu membuat visa. 

Oya, VFS Tasheel di Epiwalk ini juga ada ruang tunggunya di luar, sayangnya agak gerah ya, lebih baik kalau memang menunggu anggota keluarga atau kawan ya di bawah aja ada banyak tempat jajanan di sana.
Ruang tunggunya berseberangan dengan kantor VFS Tasheel.

Di mana lokasi VFS Tasheel? 


Untuk mengetahui lokasi persisnya, kalian bisa cek di vfstasheel.com kemudian klik visa centers. Untuk yang di Jakarta ada di Cipinang Indah Mall, Pasaraya Blok M, dan Epicentrum Walk. Memang perlu effort lebih ya apalagi yang lokasinya jauh dari kantor VFS Tasheel, tapi insya Allah sudah menjangkau semua provinsi.

Nah, demikian ya jangan lupa lengkapi persyaratan lainnya. Sekian dan semoga bermanfaat. ❤






Pengalaman Suntik Vaksin Meningitis di RSUP Fatmawati~Update Feb 2019!

Suntik vaksin meningitis di fatmawati
Foto oleh Dwi Arum

Assalamualaikum wr wb ...

Alhamdulillah setelah sekian lama vakum, kopermini.id hadir lagi membawa informasi terbaru seputar traveling kesehatan yaitu mengenai alur penyuntikan vaksin meningitis di RSUP Fatmawati. 

Jadi bagi siapa pun yang ingin memasuki wilayah Arab Saudi, baik untuk keperluan ibadah haji- umroh, atau pun bekerja dalam jangka waktu tertentu di sana, wajib melakukan suntik vaksin meningitis sebelumnya. Seperti yang saya lansir dari laman situs saudia.com aturan ini memang diwajibkan oleh pihak Kerajaan Arab Saudi, mengingat menurut WHO (World Health Organization), tempat ini merupakan endemik terhadap penyebaran virus penyebab infeksi meningitis. 

Apa sih meningitis?

Sebelum bicara prosedur penyuntikan ada baiknya kita pahami sedikit tentang penyakit ini. Jadi kalau dalam dunia kedokteran sesuatu yang berakhiran -itis itu mengandung arti radang, sementara meningen adalah selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Dengan demikian meningitis merupakan radang pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini menular serta sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian dan cacat. Penularannya bisa melalui saluran pernafasan dan air liur. Penyebabnya bisa virus, bakteri, maupun mikroorganisme lain. 

Gejala meningitis

Ada trias meningitis atau tiga gejala khas yang harus ada pada meningitis, yaitu:
  1. Demam tinggi
  2. Sakit kepala hebat
  3. Kaku kuduk (leher kaku)
gejala lainya bisa mual, muntah, peka terhadap cahaya, hingga kejang.

Apa manfaat vaksin Meningitis?

Seperti yang kita ketahui bersama saat umroh dan musim haji seluruh manusia dari berbagai penjuru dunia datang ke Tanah Suci, termasuk mereka yang berasal dari negara endemis Meningitis, seperti Afrika. Karena penyakit ini menular dan berbahaya maka perlu bagi siapapun yang ingin ke Tanah Suci untuk melakukan vaksinasi meningitis sebelumnya, tujuannya tentu saja untuk mellindungi  jamaah dari penyakit meningitis terutama yang disebabkan oleh bakteri. Tak hanya itu vaksinasi meningitis pun menjadi syarat wajib untuk mendapatkan visa dari Kerajaan Arab Saudi.

Bagaimana prosedur penyuntikan vaksin meningitis?


Oke langsung saja ya bagaimana prosedur penyuntikan vaksin meningitis ini di RSUP Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan. Kalau untuk wilayah lain jujur saja saya kurang paham. 😁

Di mana lokasi persisnya?

Rumah Sakit Fatmawati ini sangat luas, jadi di mana persisnya? Untuk melakukan vaksinasi meningitis lokasi tepatnya berada di Gedung Griya Husada. Jadi masuk dari Jl. RS Fatmawati, tidak jauh dari gate parkir, belok kiri. Nah gedungnya yang ada di sebelah kiri atau di seberang Roti O. Gedungnya bersih dan nyaman karena memang ini poli eksekutif. 

Apa saja syarat yang diperlukan untuk suntik vaksin Meningitis?

Tidak ribet kok, kita hanya perlu menyiapkan fotokopi paspor dan KTP. Kalau fotokopi paspor untuk dilampirkan saat pendaftaran. Kalau KTP untuk memasukkan NIK di mesin komputer saat input data.

Bagaimana alurnya?

Jadi waktu itu saya pernah datang di hari Senin jam 9 pagi, niatnya mau reservasi untuk hari kamis. Ternyata tidak bisa, karena begitu kita daftar harus langsung suntik saat itu juga. Ya sudah kami pikir yang bisa dulu aja disuntik, ternyata oh ternyata penyuntikan baru di mulai jam 10, sementara saya harus jemput si anak TK, jadilah cabut berkas lagi, batal. Akhirnya ya sudah kami niatkan semuanya hari kamis saja selepas foto biometrik di VFS Tasheel. 

Hari H tiba, kami daftar jam 1 siang untuk mendapatkan jadwal suntik yang sesi sore. Jadi alurnya buat kalian yang baru pertama datang adalah tanya satpam di mana mengisi formulir suntik vaksin meningitis. Biasanya satpam akan mengarahkan ke sayap kanan paling ujung menghadap jendela dengan view lapangan parkir. Di sana sudah tersedia 3 buah komputer, di mana dua di antaranya untuk daftar perorangan, dan satu komputer untuk daftar kelompok.
Jamaah haji dan umrah wajib suntik vaksin meningitis
Foto oleh Dwi Arum

Sebelum mengisi siapkan dokumen fotokopi paspor dan ktp. Masukan semua data yang diperlukan seperti NIK, tanggal lahir, status, agama, dan lainnya. Kalau sudah, klik "simpan" dan kemudian klik lagi "ok", nanti langsung tercetak di mesin printer surat informed consent (persetujuan) dan nomor antrean.

Setelah selesai satukan berkas berupa nomor antrean, fotokopi paspor, dan lembar informed consent yang sudah kalian tandatangani di pojok kanan bawah.. Kalau kalian daftar untuk sesi pagi, penyuntikannya di lantai 3, sementara kalau kalian daftar untuk sesi sore, penyuntikan di lantai 2. Jangan khawatir pegal, karena ada eskalator maupun lift.

Setelah itu serahkan berkas tadi ke petugas dan tunggu dokternya datang. Penyuntikan untuk perempuan dan laki-laki dibedakan. Jadi kemarin sih yang laki-laki dulu dipanggil sekitar 10 orang, setelah semua selesai baru yang perempuan 10 orang.

Nanti di dalam ruangan yang menyuntik bukan dokter melainkan perawat. Dokternya hanya menerangkan sedikit soal vaksin meningitis ini dan tanda tangan buku kuning. 

Dokter menjelaskan bahwa penyuntikan ini memang wajib bagi siapapun yang ingin berangkat ke tanah suci. Penyuntikannya dilakukan di lengan kiri atas, tidak ada efek demam, paling pegal saja. Kalau saya sih setelah penyuntikan tidak ada rasa apa-apa, tapi pas malamnya baru terasa pegal. Vaksin ini bertahan hingga 2 tahun, jadi kalau mau umroh/haji dalam dua tahun ini tidak perlu suntik lagi. Sebaiknya jangan mepet jarak antara waktu suntik vaksin ini dengan waktu keberangkatan. Karena vaksin baru bekerja alias antibodi baru terbentuk setidaknya 10 hari setelah penyuntikan. Oya, buat yang sedang hamil juga tidak boleh suntik vaksin meningitis, bagi yang menyusui 1x24 jam harus dibuang asi-nya, jangan diberikan ke anak, setelah 24 jam boleh disusui lagi.

Setelah selesai penyuntikan, lanjut antre ke kasir membayar uang vaksin. Kemudian antre lagi untuk mendapatkan buku kuning atau International Certificate of Vaccination (ICV) Meningitis Meningokokus yang sudah distempel dan ditandatangani oleh dokter. Setelah itu, selesai!!! Penyuntikannya sih nggak lama ya, tapi nunggunya itu yang perlu kesabaran.

Kapan waktu operasional vaksin meningitis di RSUP Fatmawati?


Waktu pendaftaran di buka mulai hari senin-sabtu dan ada sesi sore. Jadi yang di banner ini belum diupdate ya.
Jam buka suntik vaksin meningitis di fatmawati
Foto oleh Dwi Arum

Waktu pendaftaran:
Senin-Kamis pagi : Pukul 08.00-12.00 
Senin-Jumat sore : Pukul 13.00-16.00
Jumat pagi : Pukul 08.00-11.00
Nb : jadi sejak jam 1 siang sudah bisa daftar untuk sesi penyuntikan sore. Sementara suntiknya sendiri di mulai pukul 16.00-18.00. Ini info yang kami dapat dari satpam. Kalau sabtu juga buka hanya saja lebih ramai daripada hari kerja.

Harga suntik vaksin Meningitis

Seperti yang tertera di banner, untuk suntik vaksin ini dikenakan biaya 305.000/orang. Bagi yang diurus pihak travel, bisa saja ada sedikit perbedaan harga ya.

Fasilitas

Ada musholla di lantai 3 dekat poli paru, ada tempat wudhu di dalamnya. Tempat wudhu perempuan dan laki-laki bersebelahan, jadi kalau yang laki-laki mau wudhu pasti ngelewatin tempat sholat perempuan,

Selain itu kalau mau ngemil-ngemil ada Roti O yang punya dua varian rasa kopi dan sosis. Lumayan buat iseng sambil nunggu. Qiqiqi... 

So far sih pelayanannya cukup baik, hanya saja agak lama saat menunggu dokternya datang, dari jadwal seharusnya jam 16.00 dokter baru tiba jam 16.30. Padahal hiks, kami sudah datang dari jam 13.00, isi-isi pendaftaran selesai sebelum jam 14.00. Terus ke mana? Hahah, kalau saya mah nggak usah ditanya paling BW atau ngedraft tulisan.

Nah, itulah kira-kira alur penyuntikan vaksin mengitis di RSUP Fatmawati. Semoga bermanfaat ya 😉

Hyde Park, Perth; Ketika Rindu Menggelayut Kalbu


"Jiaaah nggak bisa move on!"
Wakakakak ... Benar nggak ya? Abis gimana dong, kalau ingat setahun yang lalu tuh jadi rindu ke sini lagi. Tapi bukan semata-mata itu sih, cuma ini lebih karena sengaja menggali kenangan lama aja demi konten yang terus update buat si kopermini. Nyari-nyari apa ya yang belum diposting. Aslinya mah karena belum jalan-jalan lagi ya jadi belum nemu hal yang bisa disampaikan. Begitu ... 

Nah, nggak ada yang kebetulan. Tiga minggu ini saya sering banget nulis tentang taman di sekitar rumah. Whuat, sekitar??? Hehe, maksudnya sekitar 20 menitan gitu naik mobil. Terus jadi teringat lagi setahun yang lalu waktu di Perth jalan-jalan dari satu taman ke taman yang lain. Tentang Kings Park sebagai taman terluas di dunia, sudah pernah saya bahas. Sekarang yang lainnya, namanya Hyde Park.
Mengunjungi Hyde Park Perth
Ini suasana jam 04.30 sore.

Sebetulnya kami tidak ada jadwal ke sini, hanya saja musim panas membuat siang lebih panjang sehingga waktu bermain kami pun lebih lama. Selepas melihat kangguru, mencicipi anggur, coklat, dan noughat di Swan Valley, kini kami menikmati sore di taman. Merasakan bagaimana warna-warni kehidupan warga Perth di musim panas. 

Hyde Park ini merupakan salah satu taman kota di perth yang terletak di sudut timur laut pinggiran kota Perth, sekitar 2 km di utara kawasan pusat bisnis. Lokasi persisnya di Vincent St & William St, Perth WA 6000, Australia.

Sore itu, Mio sang tour guide dengan lincah memarkirkan mobil kami di pinggir taman. Sepertinya sah-sah saja melakukan ini (baca: parkir tepi jalan) di sana. Kami bergegas turun dari mobil dan berjalan perlahan sambil mengikuti jalan yang membelah hutan kota tersebut. Suasananya asri, banyak pepohonan besar yang sangat meneduhkan. 

Kami berjalan ke arah kolam, sejenak duduk bersantai di atas hamparan rumput bak karpet pernadani. Rumputnya tidak menyakitkan kala diduduki, pun tidak kotor, jadi nyaman banget untuk tidur-tiduran di sana juga.
liburan musim panas di hyde park
Smiiiiile :)

Cukup lama kami asyik bersantai di tempat ini, sang tour guide mengajak kami ke sebuah sudut yang berisi banyak permainan anak. Oya berjalan di taman ini perlu sedikit waspada bagi seorang muslim, apa pasal? Banyak hewan peliharaan, yang juga ikut berjalan santai dengan sang empunya. Untungnya sih mereka tidak bebas berkeliaran, namun kalau tiba-tiba sang Anjing lewat di samping kan, dredeg juga. Pernah waktu di Kings Park, kami digonggong oleh seekor anjing hitam yang semakin mendekat, seolah tenaga si empunya kalah kuat menahan laju anjing. Tapi Sang empunya langsung senyum-senyum kepada kami, dan bilang "jangan takut!" Heuheuu ... Duuh!

Kembali ke Hyde Park, anak saya seketika menarik tangan saya untuk segera menuju lokasi permainan anak-anak. Sebetulnya standar saja sih, tapi anak-anak kalau melihat prosotan, ayunan, dan semacamnya langsung semangat.
bermain di taman
Sangat terfasilitasi keinginan bermain anak-anak.

Saya pun menemaninya sambil memperhatikan bagaimana perilaku para orang tua di sana ketika anaknya bermain. Terus jadi malu sendiri, sepertinya saja saja nih yang anaknya sudah cukup besar namun masih dijagain bermainnya. Saya jarang banget lihat orang tua di sana memegang gadgetnya. 

Sebetulnya taman-taman di Indonesia khususnya Jakarta deh yang pernah saya jumpai tidak kalah cantik. Yaiyalah karena taman kita dirawat, dipotong, dan disirami. Beda, taman di sini dibiarkan tumbuh secara alami dan liar tapi meski begitu tetap bersih dan nyaman. Kalau pun ada sampah ya dedaunan kering. Salah satu yang menjadi daya tarik taman ini adalah danaunya, cantik dihiasi itik-itik yang berenang. Di tepinya ada bangku taman jadi kita bisa duduk-duduk santai melepas penat. 

barbeque in hyde park
Liburan murah meriah
Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di taman ini, khususnya saat musim panas. Membaca buku, berjalan santai, berjogging, pikinik sambil barbequan, bermain air, atau sekadar bergelayut manja kaya si anak ini juga menyenangkan.
Cinta pertamanya :)

Tahun 2019 Liburan ke Mana? Jogja Yuk Ada 5 Taman Bunga Celosia yang Instagenic

celosia jogjakarta


Pesona Yogyakarta kian bersinar. Beragam tempat wisata baru seolah menyihir para wisatawan untuk kembali datang ke wilayah yang satu ini. Tak bisa dipungkiri, Yogyakarta memiliki nilai sejarah, budaya, kuliner, serta objek wisata yang sangat indah. 

Salah satu objek wisata yang indah dan kekininan itu adalah Taman Bunga Celosia. Bunga Celosia dikenal juga dengan nama Bunga Jengger Ayam. Kalian yang berencana ke Yogyakarta jangan lewatkan taman bunga ini ya. Hamparan bunga berwarna-warni begitu memanjakan mata. 

Di Yogyakarta sendiri Taman Bunga Celosia tersebar di beberapa lokasi, mulai dari Sleman, Bantul, hingga Gunung Kidul. Ingin tahu seperti apa taman bunga Celosia? 


1. Resoinangun Garden

Taman bunga ini terletak di Kabupaten Bantul. Resoinangun Garden ini merupakan salah satu wisata kekinian di Jogja dengan konsep taman bunga dan bernuansa hijau. Sst! Saking terkenalnya, presenter Astrid Tiar juga pernah berkunjung ke taman ini lho. 
taman bunga celosia jogjakarta

Jadi rasanya nggak perlu ragu lagi deh untuk mampir ke Resoinangun Garden saat liburan ke Jogja. Apalagi hamparan tanaman celosia dengan warna-warni indahnya pasti akan mampu memikatmu

Menariknya lagi, di sini juga tumbuh tanaman lain yang nggak kalah cantik dari celosia. Misalnya saja seperti bunga matahari dengan warna kuningnya yang mampu menambah keceriaan.

Tak hanya itu, di sini juga ada beberapa spot foto yang instagenic, seperti:

  • Ayunan
  • Sepeda hias
  • Becak hias
  • Bangku di tengah kebun

Bagaimana, pasti tertarik kan untuk mampir ke Resoinangun Garden? Mumpung jaraknya dari pusat Kota Jogja hanya 25 kilometer saja, lho.

Lokasi: Malangan, Srigading, Sanden, Bantul, Jogja

Jam buka: Setiap hari mulai pukul 06.00-19.00 WIB

Tiket masuk: IDR 5.000

2. Taman Bunga Asri

Masih di kawasan Bantul, ada juga Taman Bunga Asri yang menyajikan hamparan tanaman celosia berwarna-warni. Taman dengan luas 600 meter persegi ini pun nggak hanya tumbuh tanaman celosia, namun di sini juga ada bunga matahari. Tempat ini cantik buat kalian yang punya hobi fotografi. Selain itu kalian juga bisa membeli biji bunga celosia atau bibit yang mulai tumbuh. 
Taman bunga celosia jogjakarta

Jarak taman bunga Asri ini pun hanya 30 kilometer saja dari pusat kota Jogja. Waktu tempuhnya sendiri kurang lebih selama 50 menit berkendara melalui Jalan Parangtritis. Rute yang bisa kamu tempuh apabila sudah sampai di Bantul adalah melewati Jalan Samas lurus ke selatan hingga memasuki area TPS Pantai Samas.

Sejauh 10 meter dari TPR, arahkan kendaraanmu ke kiri sampai masuk Jalur Lintas Selatan. Lalu ambil arah lurus saja sampai kurang lebih 100 meter, Taman Bunga Asri akan kamu temui.

Lokasi: Jalur Jalan Lintas Selatan Tegalrejo, Srigading, Sanden, Bantul, Jogja

Jam buka: -

Tiket masuk: IDR 5.000

3. Taman Khayana

Taman bunga Celosia satu ini baru dibuka pada 8 Desember 2018 lalu. Hamparan bunga celosia dengan warna-warni indahnya seakan menggodamu untuk berkali-kali take photo.
wisata kekinian jogjakarta
Selain ada tanaman celosia jenis plumusa, di sini juga ada bunga zinnia yang tak kalah cantik, dan lagi di sini juga terdapat banyak spot foto menarik, seperti:

  • Menara jam
  • Payung-payung lucu
  • Ornamen dari anyaman bambu berwarna-warni yang digantung
  • Kincir angin

Untuk bisa sampai ke lokasi, kamu pun memerlukan waktu kurang lebih selama 1 jam 14 menitan dengan jarak tempuh sekitar 38,2 kilometer. Bagaimana, tertarik mampir ke tempat wisata terbaru di Jogja ini kan? Yuk langsung berangkat!

Lokasi: Dusun Karanglo, Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Jogja

Jam buka: Setiap hari mulai pukul 07.00-18.00 WIB

Tiket masuk : IDR 7.000

4. Taman Bunga Celosia Kemadang

Taman Bunga Celosia Kemadang atau Ecopark Celosia Flower ini berlokasi di Gunung Kidul. Hamparan bunga celosia berwarna-warni nan tertata rapi akan tersaji di hadapanmu. Siapa sih yang nggak tergoda untuk segera hunting foto di sini?

Perlu kamu ketahui juga, kebun bunga ini adalah milik Eko Handayanto. Dulu di taman ini juga sempat ditanam bunga matahari. Tapi, karena bunga matahari nggak cocok di daerah ini, maka sang pemilik menggantinya dengan bunga-bunga jenis celosia.

Jadi nggak sabar untuk liburan ke objek wisata ini ya? Apalagi lokasinya juga berdekatan dengan Pantai Kukup yang populer, yakni berjarak sekitar 200 meter.Rute termudah agar bisa sampai ke tempat ini adalah menuju ke Pantai Sepanjang. Tepat di selatan jalan, kamu akan menyaksikan  hamparan bunga berwarna-warni.

Lokasi: Padukuhan Nglaos, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Jogja

Jam buka: -

Tiket masuk: IDR 5.000

5. Kukup Mentari

Masih di kawasan Gunungkidul, Kukup Mentari juga menghadirkan hamparan bunga celosia yang cantik. Sesuai dengan namanya, objek wisata ini memang letaknya dekat dengan Pantai Kukup. Kebun ini juga dikelola oleh penduduk setempat bernama Bariyanto. Menurut sang pemilik kebun, dulunya tempat ini merupakan lahan pribadi yang dijadikan sebagai area persawahan.

Kini, Kukup Mentari menjadi taman bunga yang cukup menarik perhatian para pelancong. Apalagi di sini ada replika kincir angin yang bisa dijadikan latar fotomu. Untuk bisa sampai di lokasi ini, kamu pun harus menempuh jarak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Jogja. Meski sedikit jauh, pasti nggak akan rugi kalau kamu mengunjunginya.

Lokasi: Ngepung, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Jam buka: Setiap hari mulai pukul 06.00-18.00 WIB

Tiket masuk: IDR 5.000

Nah, itulah deretan taman bunga celosia di Jogja untuk alternatif wisata tahun 2019 ini. Tarif masuknya juga sangat terjangkau kan? Jadi bisa liburan hemat ceria.