Featured Post

Ad Block

Artikel Pilihan

Panduan Traveling Bagi Muslim

Panduan safar dalam islam

Fadzkuruni adzkurkum, wasykuruli wala takfurun.
Ingatlah kepadaku(Allah) maka aku akan ingat kepadamu.
Dan Bersyukur lah kepadaku. Dan janganlah kamu kufur.
(Q.S. Al-Baqarah : 152)

Hakikatnya hidup adalah sebuah perjalanan. Oleh sebab itu sudah sepatutnya kita senantiasa melibatkan Allah Swt di setiap langkah perjalanan kita, baik untuk keperluan mudik, liburan, ibadah, dan hal baik lainnya. Ingatlah Allah Swt di kala lapang, maka Dia akan mengingat kita di kala sempit, karena tak ada satupun yang dapat menolong kita dari keburukan yang ada di muka bumi melainkan dengan perlindunganNya. 

Tulisan berikut saya kutip secara utuh dari tulisan PPPA Daarul Quran yang masuk ke email saya bulan Ramadhan lalu, dengan judul "Kiat-Kiat Mudik Dalam Islam."

1. Berdoa ketika meninggalkan rumah

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah,”

اللَّهمَّ إني أعوذ بك أَن أَضِلَّ أو أُضَلَّ ، أَو أَزِلَّ أو أُزَلَّ ، أو أَجهَلَ أو يُجهَلَ عليَّ

“Ya Allah! sesungguhnya aku berlindung kepadaMu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (syetan atau orang yang berwatak syetan), atau tergelincir dan digelincirkan (orang lain), atau dari berbuat bodoh atau dibodohi.” (hadits Shahih, dishahihkan Al-Albani dalam kitabnya Shahih Sunan Abu Daud 5094).

2. Berdoa ketika naik kendaraan (bus, kereta, kapal, sepeda motor, mobil, pesawat, dll)

اَلْحَمْدُ لِلهِ (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَـهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَلْحَمْدُ لِله اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِله ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Segala puji hanya milik Allah, ( Maha Suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedangkan sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat). Segala puji hanya milik Allah, Segala puji hanya milik Allah, Segala puji hanya milik Allah, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Mahasuci Engkau, Ya Allah.

Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud 2602, Tirmidzi 3446, Hakim II/99, Ahmad takhrij Ahmad Syakir 753, Hadits ini Shahih)

3. Islam memberi kelonggaran untuk menjamak dan meng-qashar shalat ketika perjalanan.

Menjamak shalat berarti menggabungkan 2 shalat dalam satu waktu. Sedangkan meng-qashar berarti meringkas shalat, misalnya 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Orang yang berpergian meng-qashar shalat ketika telah berniat safar dan meninggalkan semua rumah di kampungnya, ini sebagaimana yang dikatakan Ibnul Mundzir.

4. Ketika ada gangguan selama perjalanan, hendaknya mengucap basmalah.

Misalnya ketika kendaraan mogok, janganlah mengucap sumpah serapah atau menjelek-jelekkan syetan. Hal ini akan membuat syetan besar kepala. Namun berucaplah basmalah (bacaan “bismillah”)

5. Saat menjumpai jalan naik atau di ketinggian, hendaknya bertakbir. Ketika jalan turun, bertasbih.

Hal ini berdasarkan hadits Jabir, ia menuturkan, “Apabila (jalan) kami menanjak, maka kami bertakbir, dan apabila menurun maka kami bertasbih”. (HR. Bukhari)

6. Ketika singgah di sebuah tempat, disunnahkan berdoa dan membaca dzikir ketika masuk desa/kota.

Dari Khaulah binti Hakim As-Sulamiyyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia berdoa:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung kepada dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan makhluk yang Engkau ciptakan.” (maka) Tidak akan ada sesuatupun yang dapat memberinya madharat sampai ia berlalu dari tempat tersebut.” (HR. Muslim)

7. Perbanyaklah berdoa selama perjalanan, karena doa ketika safar (perjalanan) itu mustajab/ dikabulkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Terdapat tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi padanya: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan)

Jangan lupa maksimalkan ibadah dengan sedekah. Demikianlah panduan perjalanan bagi seorang muslim. Semoga bermanfaat. *growingheart.

Salam,

Written in 2 Syawal after the dawn prayer

Mengupayakan yang Halal, di manapun Berada



Jadi begini, dulu saya tipe yang nggak peduli makanan ini halal atau nggak, selama masih di Indonesia dan nggak mengandung bacon, saya merasa semua halal. Padahal kan nggak gitu juga ya. Bisa aja mengandung alkohol atau kalau di roti itu mengandung rum, dan sebagainya. Singkat cerita, Alhamdulillah Allah Swt tuntun saya sampai suatu ketika saya menemui tulisan-tulisan dari Bunda Aisha Maharani (Founder Halal Corner) seorang inspirator halal yang banyak memberikan edukasi terkait pentingnya kehalalan ini. 

Bicara halal itu sebetulnya luas ya, nggak cuma soal makanan tapi juga rezeki. Cuma karena ini konteksnya di dalam dunia traveling, which is nggak jauh-jauh dari kuliner, maka saya fokuskan soal makanan aja ya.

Terkait soal kehalalan, Nabi pernah berpesan, "Sesiapa yang mengusahakan barang yang halal untuk keluarganya, ibaratnya ia seorang pejuang di jalan Allah. Dan sesiapa yang mencari dunia yang halal dengan menjaga diri dari sesuatu yang tak berguna, maka ia menduduki derajat seorang syuhada."

Masya Allah ya, ternyata siapa-siapa yang berusaha menggapai yang halal itu diibaratkan seorang syuhada. Karena memang menjaga diri dari yang haram itu butuh perjuangan sih. Ini kan perihal menahan hawa nafsu. Secara biasanya yang haram itu selalu terbalut oleh sesuatu yang menyenangkan, makanan yang enak, nyarinya nggak pake ribet, sementara yang halal kebalikannya.

Sebagai muslim yang hobi jalan, jelas ini tantangan banget. Misalnya saja saat safar, kalau maskapai lokal dan timur tengah biasanya gampang aja karena umumnya mereka menyediakan makanan halal. Sama kaya traveling ke negara muslim mayoritas kita juga nggak sulit nyari makanan dan tempat ibadah. Tapi kalau bepergiannya ke negara-negara barat, ini yang jadi tantangan banget. Bagaimana supaya kita tetap bisa traveling tapi nggak meninggalkan syariat. Solatnya dijaga (Maha Baik Allah, kita diberikan rukhsah dengan solat qasar), makanan halal dijaga (salah satu solusinya ikut paket tur muslim, ada yang bilang kalau di luar negeri katanya selama no bacon, no lard, no alcohol, boleh-boleh saja karena statusnya darurat), juga aurat dijaga. Pernah mendengar kisah teman, jadi saat mereka ke Amerika temannya si teman ini sampai membuka jilbab lantaran khawatir melewati pemeriksaan imigrasi yang begitu ketat. Ya Allah, semoga kita terjaga dari hal-hal seperti itu ya. Asliii memang berat mengupayakan yang halal ya, tapi semoga Allah mampukan dan mudahkan.

Agar doa lebih dikabulkan

Sahabat Nabi, Saad Ibn Abi Waqash juga pernah bertanya, "Bagaimana caranya agar doaku lebih dikabulkan?"
Nabi menjawab "Jaga makananmu!" Nah, jleb kan! 

Senada dengan hadis Rasulullah SAW berikut:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan :

“Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].

Serupa dengan pesan Nabi yang saya kutip dari salah satu tulisan motivator favorit saya:

"Sesiapa yang menyantap makanan yang halal selama empat puluh hari, niscaya Allah akan menyinari hatinya dan akan memancarkan hikmah dari hatinya ke lisannya."

Luar biasa efek menjaga yang halal, sudah mendapat ganjaran surga, mendapat ilmu, kecerdasan, kebijaksanaan, dan yang pasti kesehatan.

Ya inilah salah satu alasan kami kerap menggunakan jasa travel muslim untuk keperluan perjalanan kami, selain kenyamanan juga untuk kemudahan. Tapi kan biasanya nggak murah, ternasuk hotel dan restoran halal yang umumnya memasang rate lebih tinggi ketimbang yang biasa. Iya bisa jadi sih karena kan ada biaya tambahan untuk sertifikasi. Seperti saat saya mencari penginapan di Singapura umumnya hotel halal itu merupakan hotel bintang 4 dan 5 dengan rate yang cukup tinggi, alhamdulillah setelah searching sana sini ketemulah hotel halal ini. Meski agak jauh dari pusat kota tapi it's okey!

Lagipula mahal atau murah itu relatif, yang penting berdoa semoga dimampukan, karena kita punya Allah Yang Maha Kaya. Dan yakin aja apabila kita melakukan sesuatu karena Allah, maka Allah yang akan mengganti dengan yang jauh lebih baik. 

Ibaratnya gini, saya sering lihat orang-orang sekitar saya, kalau mereka kedatangan tamu atau saudara jauh, justru mereka yang didatangi itu yang menggantikan transport bahkan kadang sekalian penginapan untuk sang tamu. Itu baru manusia, bagaimana kalau yang mengganjar Allah Swt? Allah Swt menjanjikan akan membalas 10, 100, 700 kali lipat bahkan sampai bilangan yang tak terhingga. 

Nah, ini juga berlaku untuk ibadah haji. Hukum berhaji kan wajib. Yakin aja Allah yang mengundang, dan kita berupaya memenuhi undangannya. Soal rezeki insya Allah akan Allah ganti dengan yang jauh lebih baik. Bukankah ganjaran haji mabrur adalah surga?

Kembali lagi ke perihal mengupayakan yang halal, biasanya barang bawaan wanita juga nggak jauh dari namanya make-up. Kalau saya sendiri prefer menggunakan produk yang sudah berlabel halal, kecuali memang nggak ada yang lain. Memang kesannya ribet ya, tapi katanya berlelah-lelah di jalan Allah itu nikmat.

Tulisan ini merupakan pengingat bagi diri pribadi, sama sekali bukan merasa sudah sempurna dan sungguh bila ada yang kemudian merasa terpanggil untuk berhijrah itu semua semata-mata karena rahmat Allah Swt. Semoga kita semua senantiasa Allah mudahkan menjaga diri dari yang diharamkan, diberikan kecukupan rezeki, dan ridhoi apa-apa yang kita lakukan. Yang benar dari Allah Swt, yang salah dari saya. Love you all coz Allah Swt! *growingheart* 

12 Tips Buat Kamu yang Pertama Kali Liburan ke Singapura

Liburan ke Singapura apa persiapannya

Kebanyakan orang Indonesia memilih Singapura sebagai destinasi wisata luar negeri pertama yang dikunjungi. Kalau sebagian muslim mungkin akan menjawab KSA ya entah buat umroh atau haji. 

Well, apapun itu saat ini saya mau sekadar sharing aja apa-apa yang perlu diperhatikan buat kamu yang baru pertama kali akan mengunjungi Singapura. Meski dekat tapi SG ini beda, beda banget. Baik dari segi kebersihan, ketertiban, maupun kedisiplinan. Terus, apa saja sih tips-tipsnya?

1. Siapkan dokumen
Berlaku untuk semua negara. Sebelum datang ke negara yang bersangkutan pastikan kita membawa dokumen penting seperti paspor. Jangan lupa cek tanggal expirednya. Kalau sudah masuk 6 bulan akhir masa expired baiknya perpanjang dulu ya. Catatan: WNI nggak perlu visa untuk bisa masuk Singapura.
foto cover paspor indonesia

2. Siapkan SGD secukupnya.
Mata uang yang berlaku di Singapura adalah Singapore Dollar. Baiknya kamu sudah menukarkan sebagian rupiah kamu ke SGD sejak di tanah air. Nggak tau kenapa kalau saya mikirnya kaya ribet aja kalau musti nuker duit di sana. Banyak sih money changer di sana, salah satunya kalau di Kampong Glam ada di dekat Masjid Sultan, di kios paling ujung. 

3. Isi kartu imigrasi/kedatangan.
Biasanya kartu ini bisa didapat saat di ruang tunggu menjelang boarding, di pesawat, atau bisa juga di dekat loket imigrasi. Kadang ada yang mengingatkan untuk mengisi kadang juga nggak, makanya sebelum kena semprot di meja imigrasi lantaran belum ngisi, baiknya inisiatif yaa cari kartu ini. Kalau bingung ngisinya, tenang saya pernah nulis kok cara mengisi kartu Imigrasi Singapura. Nanti sertakan kartu ini bersama paspor di meja imigrasi. Mau mulus melalui imigrasi? Baca 8 tips mulus melalui Imigrasi ya..
Tips melalui imigrasi dengan mulus

4. Ambil peta 
Kalau kamu sebagai backpacker, solo traveler atau traveler tanpa bantuan pemandu atau kawan, baiknya cari rak-rak yang berisi peta Singapura. Banyak informasi yang bisa kita dapatkan di dalamnya, kaya tempat wisata, informasi MRT, dan lainnya. Kalau kamu sudah memiliki teman atau ada bantuan travel yang siap membantu, agaknya part ini bisa diskip aja. 

5. Mau Naik MRT? Ayo ke T2
Kembali untuk yang backpackeran atau tanpa jemputan, kalau mau naik MRT, jalanlah menuju Terminal 2 bandara Changi. Kalau kamu tiba di T3 ataupun T1, kalau begitu naik skytrain yang menghubungkan antar terminal dan pastikan kereta itu menuju T2. Ingin tahu Changi? Saya pernah menuliskan tentang Menjelajahi Bandara Changi

6. Beli kartu EZ link atau Singapore Tourist Pass
Harus nggak? Tergantung. Kalau memang berencana akan banyak naik moda transportasi umum, saran saya beli. Karena ini alat pembayaran yang akan memudahkan wisata kamu selama di Singapura. Mau naik MRT, LRT, bus, mau beli minuman di vending machine ya pakai kartu ini. Belinya di mana? Kamu bisa temukan di stasiun-stasiun MRT bagian ticket office dan di gerai 7-eleven. Harganya 12SGD yang berisi saldo 7SGD. Oya, kartu ini berlaku untuk 5 tahun, jadi baiknya jangan hilang siapa tahu ke Singapura lagi. Kalau STP cocok buat yang cuma mau bentaran doang (1-3 hari) di Singapura. 

7. Siapkan botol minum dan kotak makan
Air minum di Singapura ini terbilang mahal. Jadi saran saya bawa botol kosong untuk mengisi air di tap water. Tempat makan ini berguna kalau-kalau makanmu nggak habis, daripada mubazir secara harga makan di sana juga mayan bingits ya dibungkus aja masukin kotak makan. 

8. Colokan listrik
Apasih nama bagusnya colokan, ehehe... ya begitulah. Kalau kita di Indonesia kebanyakan memakai colokan listrik kaki 2 (etapi waktu ke Batam juga lubangnya 3 sih), kalau di LN termasuk Singapura menggunakan kaki 3. Terus solusinya gimana? Bawalah converter dari kaki 2 ke kaki 3. 

9. Makanan halal
Di Singapura cukup mudah sebetulnya menemui makanan halal. Biasanya banyak terdapat di kawasan Bugis atau Arab Street atau cari saja kedai dengan label "no pork, no lard". Kalau nggak ada tulisannya, tanya aja halal nggak. Kalau mau mencari hotel halal dengan rate yang reasonable mungkin bisa coba Days Hotel at Zhongshan Park
Makanan halal di Singapura Kampong Glam
Kalau di Indonesia ini miriiiip kaya warteg.

10. Outfit yang nyaman
Karena di Singapura biasanya akan banyak berjalan maka baiknya perhatikan outfit kamu. Gunakan baju, sepatu, hingga aksesoris kaya kacamata dan topi yang nyaman. Cuaca Singapura sama aja kaya Indonesia malah kaya terasa lebih panas. 

11. Selalu taati peraturan
Di Singapura ini apa-apa denda dan dendanya itu nggak main-main lho. Waktu itu kami kan pakai travel santai aja makan di mobil, eh tenyata ditegur sama supirnya katanya nggak boleh jugak, aiish ngerepotin banget kan orang niatnya pake travel biar mudah ini itu, apalagi bawa anak, kalau nungguin si kecil selesai makan di tempat makan atuh kapan selesainya. Hhh... #tariknapasdulu. Terus supir itu cerita kalau di sini ya gitu di MRT atau bus kita nggak boleh makan dan minum, ada dendanya. Soal nyebrang juga sama nggak bisa sembarangan termasuk ketika mau naik dan turun dari kendaraan umum misal Taxi. Kalau di sini kan tinggal bilang, "kiri bang!" Kalau di sana nggak bisa begitu. Itulah ya peraturan suatu negara. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. 

12. Sertakan potongan kartu imigrasi
Jadi pada saat kamu akan meninggalkan Singapura, pastikan potongan kartu imigrasi yang kamu dapatkan saat kedatangan itu gak hilang ya. Nti sertakan kembali saat di imigrasi keberangkatan. 

Nah itu sih hal-hal yang perlu kamu perhatikan saat pertama kali liburan ke Singapura. Soal destinasi wisata gratis di Singapura banyak, apalagi sekarang kayanya banyak objek wisata baru yang bisa kamu nikmati. Liburan jadi semakin seru ditambah banyak pilihan penerbangan murah. Eh mau tau saya naik apa ke Singapura dan bagaimana kesannya, baca aja ya pengalaman naik Batik Air ke Singapura.

Terbang ke Singapura Bersama Batik Air


Pengalaman naik Batik Air ke Singapura
Maafkan atas ketidaksempurnaa gambar #hiyaah...

Ini kali kedua kami menggunakan Batik Air untuk penerbangan Internasional. Rute internasional pertama kami dengan Batik Air adalah ke Perth, monggo yang mau baca pengalaman terbang bersama Batik Air ke Perth. Banyak pertanyaan yang muncul ke saya nggak khawatir naik Batik Air? Emang bagus ya? Asliii ini bukan postingan bersponsor, cuma karena banyak yang tanya yo wes tak tulis aja di sini ya...

Dulu, saya juga sama kok sempat ragu mau naik Batik Air, maklumlah ya stigma negatif saudaranya si Lion masih melekat kuat karena kan masih satu grup. Tapi, di tengah krisis kepercayaan ini, kenapa pada akhirnya saya memilih si Batik menjadi maskapai langganan? Semua gara-gara suami saya, ahaha... Jadi beliau ini sudah beberapa kali lebih sering naik Batik ketimbang saya dan menurutnya Batik juga bagus, justru dia paling on-time di antara maskapai lainnya, pesawatnya baru, dan full-service dengan harga yang bedanya cukup jauh dengan si plat merah. 

Heuheuu... baiklah untuk pertama kalinya saya mencoba naik maskapai ini adalah untuk rute Surabaya-Jakarta kalau tidak salah (saking seringnya), ahahah.. Alhamdulillah tak ada kesan negatif selama perjalanan, hal tersebut yang kemudian membuat saya bergumam, "boleh juga" apalagi ditambah memiliki on-time performance yang baik, stafnya ramah, dan smooth landing. Atas dasar itulah, akhirnya ke Singapura pun kami kembali memilih maskapai Batik (karena pertimbangan membawa anak-anak juga sih.). 

Untuk penerbangan Internasional Batik Air berada di Terminal 2D bandara Soekarno Hatta, CGK. Kami berangkat pagi hari, antrean di counter check-in ramai tapi lancar. Niatnya sih gak mau check-in baggage, tapi karena stroller si keponakan nggak bisa masuk bagasi kabin, ya sudah semua koper mini kami sertakan masuk bagasi. 

On Time Performance
Pengalaman yang sudah-sudah, alhamdulillah setiap terbang bersama Batik Air kayanya nggak pernah telat. Jadi saat itu kami sudah siap-siap paling nggak 45 menit sebelum jadwal, sudah ada di area tunggu. Dan bener aja kan kurang 30 menit kami semua sudah disuruh boarding. Bahkan asli kagum banget waktu nyocokin saat pertama kali pesawat push back dengan jam di handphone. Beuuh, on time banget. Tapi kan ya gitu, traffic di landasan cukup padat, jadi take offnya ya nggak pas seperti di jadwal juga, tapi it's okey!

Komunikatif
Yang saya suka pilotnya ini komunikatif, maksudnya begini hampir setiap naik Batik Air pilotnya itu selalu menyapa dan memaparkan bagaimana kondisi cuaca selama di atas dan di tempat tujuan. Apa maskapai lain gitu juga ya? (Maklum jarang naik yang lain). Pengalaman menjelang landing di Singapore, sang pilot bilang intinya bilang bahwa karena kepadatan lalu lintas di bandara Changi, pesawat kami harus antre hingga 30 menit jadilah kami berputar mengeliligi wilayah selatan Singapura.
naik batik air ke Singapura
Alhamdulillah, overall cuaca baik, meski ada sedikit guncangan ringan

IFE (In-Flight Entertainment)
Saat keberangkatan sayangnya banyak film yang tidak bisa diputar padahal bilangnya sih mau direset. Syukurnya masih ada 1 film anak yang masih bisa diputar. Saya berharap sih ada film atau kartun baru kekiian untuk anak, misal: Tayo, Robocar Poli, Litle Poni (deuuh anakku pasti gembira banget ini)

Meals on board
Mungkin karena dekat kali ya, jadi tidak ada nasi untuk penerbangan rute ini. Saya juga menyayangkan sekarang air mineralnya disajikan dengan gelas, padahal enak yang dulu pakai botol jadi gak ada yang mubazir. Selama perjalanan dari dan ke Singapura kami mendapatkan roti dan snack gurih seperti nugget. Rasa rotinya cukup enak, snack gurih lumayan untuk mengganjal perut. Soal cita rasa dan kualitas makanan saya akui maskapai sebelah lebih oke.
makanan di batik air
Anak saya sih suka rotinya.

Leg room
Saya pribadi hampir tidak ada masalah dengan leg-room karena memang tubuh saya cukup mungil. Sementara buat suami saya leg-room ini penting karena beliau kan tinggi dan tubuhnya juga cukup besar.
Spacious leg room batik air
Lumayanlah yah..  Itu dalam kondisi biasa lho nggak dirapet-rapetin supaya kelihatan lega.

Ramah penumpang
Maksudnya begini, saya pernah melihat di layar monitor saat peragaan alat keamanan di pojok kiri/kanan bawah gitu ada video untuk para tuna rungu. Menurut saya ini sangat baik, karena itu artinya Batik Air sangat welcome dan begitu peduli terhadap keselamatan seluruh penumpangnya.

Kemewahan yang terjangkau
Kalau bicara fasilitas maskapai ini beda tipis dengan si maskapai sebelah. Yang membedakan adalah kualitas rasa makanan dan harga. Ya, dengan fasilitas serupa kita bisa dapatkan harga yang cukup jauh di bawah harga kompetitornya (baca: ga***a). Kemarin saja untuk GA harga tiket SG pp dari Jakarta paling murah 2.6an juta. Sementara Batik bisa menyetuh harga di 1.5juta pp. See? Gak berlebihan kan kalau saya bilang Batik Air itu ya kemewahan yang terjangkau. 

Perjalanan dengan Batik Air ke Singapura nantinya akan tiba di T3 bandara Changi. Jalannya cukup jauh untuk sampai ke imigrasi. Siapkan stamina atau bisa juga sekalian eksplor Changi aja yes. Nah demikianlah review singkat saya selama terbang dengan Batik Air ke Singapura
Alhamdulillah, tibalah kami di Changi dalam cuaca yang cukup terik.

Jalan Sore di Taman Budaya GWK, Bali

ikon bali dan landmark pariwisata GWK Bali

Tempat ini dari awal memang sudah masuk dalam list liburan kami saat di Bali. Selain belum pernah, tempat ini kan ikonik banget sama Bali. Ibaratnya kaya belum sah kalau belum pernah mampir ke taman budaya ini.

Waktu itu kami mengunjungi GWK (Garuda Wisnu Kencana) sekitar jam 3 sore. Jadi setelah makan siang di Ubud kami langsung ke selatan, tepatnya ke GWK ini. Perjalanan cukup jauh kalau dari Ubud, kami semua sempat tertidur di mobil, jadi gak tau deh lewat mana. Qiqiqi #ampuuun, maklum kopermini taunya udah sampe aja.

Waktu itu kami mengunjungi GWK pada hari kerja tepatnya hari selasa, meski begitu suasana di sana cukup ramai. Kebanyakan sih ya turis, saya perhatikan beberapa ada dari India, Jepang, orang-orang bule, dan lainnya. Kami langsung menuju counter loket. Ada perbedaan harga tiket untuk WNI dan WNA. Harga untuk dewasa IDR 70.000 (senin-jumat), anak 5-12 tahun IDR 60.000, sementara anak di bawah 4 tahun masih gratis, kalau hari sabtu-minggu harganya 10.000 lebih mahal dari hari biasa. Taman budaya GWK ini buka setiap hari dari jam 08.00 - 20.00. Di depan loket ini juga sudah ada jadwal pertunjukan yang bisa kita nikmati. Mulai dari tari-tarian hingga nonton teater.
Ada tarian barong, kecak, di GWK
Klik untuk perbesar yaa...

Daya Tarik Utama

Patung GWK merupakan daya tarik utama wisatawan, termasuk saya ketika mengunjungi tempat ini. Oya areal taman budaya ini cukup luas jadi harus siapkan tenaga untuk mengitarinya ya, belum lagi kita harus mendaki beberapa anak tangga sebelum bisa menikmati kegagahan patung ini. 

Setelah memasuki kawasan GWK, kita akan disambut oleh fotografer untuk mengabadikan gambar, namun ternyata untuk bisa mengambil foto ini kita harus membayar. Awalnya saya pikir sudah termasuk harga tiket masuk, ternyata belum dan harganya lumayan dengan kualitas yang baik tapi terlihat photoshopnya. Justru lebih natural yang foto dengan kamera sendiri. Nanti kita juga diminta mengenakan kain kuning yang diikatkan pada pinggang.

Gagah dan kokoh itu kesan saya saat pertama kali melihat patung ini. Saya pun tak luput ingin segera mengabadikan keberadaan kami bersama patung yang katanya bila sudah rampung akan menjadi patung tertinggi di dunia mengalahkan patung Liberty di New York. Karena tempat ini berada di dataran tinggi, pemandangan yang tercipta sangat cantik, perpaduan lautan luas, langit yang biru, dan lalu lintas pesawat sangat memanjakan mata.

Penamaan Garuda Wisnu Kencana bukan tanpa arti. Dewa Wisnu kalau dalam agama Hindu dikenal sebagai dewa pemelihara yang mengendarai burung garuda. Konon katanya berasal dari kisah burung Garuda yang menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang kemudian dilindungi oleh Dewa Wisnu (Dewa Pemelihara). 

Menurut salah satu pemandu di sana katanya patung GWK ini ingin dijadikan ikon budaya sekaligus landmark pariwisata Bali. Arsitek patung GWK ini adalah I Nyoman Nuarta. Beliau saat ini tinggal di Bandung, sebagian patung GWK juga dibuat di sana dan bila sudah selesai nantinya akan diangkut ke Bali.

Karana akan dijadikan ikon budaya, tempat ini juga kerap memamerkan kesenian tradisional yang dimilikinya, makanya jadwal pertunjukan seni sudah tersusun rapi, sehingga siapapun yang ingin menikmati seni dan budaya Bali dengan waktu terbatas dapat datang ke tempat ini karena letaknya tak begitu jauh dari Bandara.


Plaza Wisnu
Ini merupakan area tertinggi di GWK di mana patung Dewa Wisnu diletakkan. Di dekatnya ada sumber mata air yang diyakini suci yaitu mata air suci Parahyangan somaka giri. Dikatakan suci karena katanya mata air ini tidak penah kering meski musim kemarau. Area ini dapat dipergunakan untuk cocktail party, pertunjukan seni budaya, video shooting, pre-wedding, upacara pernikahan, dan sebagainya.
Muka yang sudah pada kuyu, ehehehe...

Plaza Garuda
Ini merupakan areal di mana patung kepala Garuda tersebut diletakkan dengan pemandangan menawan tebing-tebing kapur Lotus pond di depannya. Lokasi ini juga bisa digunakan untuk gala dinner, video shooting, pre-wedding photo session, upacara pernikahan, dan lainnya.
Projek patung tertinggi di dunia
Area di sekitar patung garuda tersebut namanya Plaza Garuda

Lotus Pond
Tempat ini merupakan area utama dan terbesar di kawasan GWK saat ini, dengan dikelilingi tebing-tebing kapur yang megah dan berlatar belakang patung kepala Garuda. Yang bisa dilakukan di sini? Banyak, Berfoto, bersantai, berlari, berjalan santai, bersegwey, bermain layangan, dan lainnya. 


Indraloka Garden
Taman Indraloka terletak di sebelah Timur Restoran Jendela Bali, area ini berupa kebun dengan  pemandangan panorama kota Denpasar, Kuta dan sekitarnya yang indah  dari ketinggian tempat ini.  Sejujurnya kami tidak ke tempat ini, karena kami juga tidak tidak tahu di mana tempat pastinya. Maklum kami mengunjungi tempat ini tanpa pemandu, jadi yang kami kunjungi ya selewatnya kami saja. Dan lagi areal ini secara keseluruhan luas banget.

Amphiteater 
Kami juga tidak mengunjungi tempat ini, karena hari sudah sore dan kami masih berencana mengunjungi pantai (meski akhirnya tidak jadi juga, karena cuaca mendung sangat). Perkiraan setiap pertunjukan bisa memakan waktu 30 menit sampai 1 jam. Baiklah, next kita coba mampir ke sini. 

Tirta Agung
Area ini merupakan lorong-lorong di antara tebing kapur yang menjulang tinggi dan tangga masuk menuju lotus pond. Di tempat ini juga ada dua patung berbentuk tangan. Mana fotonya? Gak ada, ahahah... 


Naik bus menyusuri gunung kapur 
Awalnya saya pikir bus ini (yang tertera di pic utama) adalah bus rekreasi untuk mengitari seluruh areal GWK, ternyata bus ini membawa kami menyusuri gunung kapur dengan jalan yang berliku dan cukup terjal. Ampuuun, tau begini gak ikutan deh, ehehehe... Jadi bus ini mebawa kami mendekati ke sebuah bangunan yang rencananya akan di bangun penginapan, kantor, pusat hiburan dengan replika GWK di atasnya. 
Naik bus di dalam GWK
Tinggi juga yaa... 

Lapar melanda? Tenang, masih di kawasan GWK, ada restoran keluarga "Jendela Bali" yang menyajikan makanan chinese, internasional, dan yang gak ketinggalan khas Bali tentunya dengan pemandangan eksotis Bali yang menawan.

Nah, itulah cerita jalan-jalan sore kami di GWK, maafkan untuk semua foto narsis maupun foto yang gak ada, eheheh... Kamu sudah pernah ke GWK? Kalau belum, jangan lupa masukan ini dalam list saat ke Bali nanti ya...

Menginap di Bedrock Hotel, Bali


Waktu itu kami sudah mengantungi tiket penerbangan pagi hari untuk kembali ke Jakarta, jadi kami sengaja nyari tempat penginapan yang gak jauh-jauh dari bandara tapi sekaligus dekat objek wisata dan kuliner. Nah, karena waktu juga sudah mepet, jadilah kami gak banyak cari info penginapan lain, yang penting dapet dulu buat dua kamar. Kok dua kamar? karena kan jalan-jalannya sama orang tua juga. 

Di Bali ini sebenarnya hanya transit, cuma karena ada yang belum pernah main ke Bali, jadi kami sepakat untuk sekalian memanfaatkan waktu transit ini untuk eksplor tipis-tipis si Pulau Dewata. Ngapain aja seharian di Bali, salah satunya ke Tampak Siring.

Hotel ini tidak menyediakan free shuttle bandara, jadi kami harus melalui sedikit pergulatan saat mencari taxi di Bandara. Oke, let me tell you a story, waktu itu kami tiba saat jam makan siang. Dalam kondisi lapar dan letih setelah melewati 3.5 jam perjalanan udara, kami mencari tempat makan keluarga di bandara tapi gak nemu, sementara kami sudah geret koper cukup jauh. Akhirnya sepakat sudahlah kita langsung ke hotel saja. Pesen dulu dong taxi bandara, saya pikir mas-mas yang tetiba narik koper-koper kami itu merupakan bagian service dari penyedia taxi, ternyata itu adalah porter. Jadi mereka minta tambahan biaya untuk jasa yang digunakannya. Hadeuuh... tau gitu kita bawa sendiri aja mas.

Okelah, setelah di mobil sang supir cerita, saya gak enak juga melarangnya, karena kan kita sama-sama kerja. Kalau kita yang melarang nanti malah "ribut". Hmm ya bener juga sih, jadi kalau memang gak mau ya baiknya dari si customer yang bilang. Gak lama ngobrolin ini eh ternyata kita sudah sampe, aslii ternyata deket banget, gak sampe 10 menit lah sudah tiba di Bedrock Hotel. Tapi tetep maksudnya deket bukan berarti bisa walking distance ya.

Terang di luar, temaram di dalam. Itu kesan yang saya dapat ketika memasuki hotel ini. Tidak ada pintu kaca yang membatasi antara loby dan sisi luar hotel. Jadi sambil menanti kesiapan kamar kami bisa duduk santai di sofa empuk berbentuk setengah lingkaran sambil menikmati udara Bali ditemani welcome drink segelas es jeruk nipis segar manis. Cukup merilekskan di tengah udara Bali yang cukup terik siang itu.

Proses check-in tidak lama, kami kemudian mendapat kunci dan langsung menuju kamar. Keluar dari lift, sepanjang lorong antar kamar yang berhadapan dihiasi lampu yang temaram. Mungkin agar menambah kesan tenang dan homy kali ya. 

Saat itu kami pesan kamar deluxe, tidak terlalu besar namun cukup nyaman untuk ukuran sebuah tempat tidur di hotel, karena kami toh lebih banyak di luar. Kamar mandi pun minimalis tapi semua amenities standar tersedia. Viewnya waktu itu kami mengahadap kolam renang sekaligus bangunan yang belum jadi masih ada tukang yang sesekali wara-wiri, jadi gak berani buka jendela lebar-lebar. Sebetulnya agak jauh sih bangunan itu, cuma jaga-jaga aja.
pengalaman menginap di bedrock hotel bali
Gak dapet yang double, twin bed pun bisa dikondisikan, qiqiqi...
qiqiqi, berantakaaaan..
Di hotel ini juga ada kolam renang, tapi gak ada kolam renang anak. Letaknya di lantai dasar antara loby dan tempat makan. Agak kurang privat sih jadinya karena bisa dilihat banyak orang, yah yang baru datang, yang lagi makan, yang baru keluar lift, yang nunggu lift, qiqiqi... 

Soal breakfast, menunya cukup variatif, soal rasa so-so, pelayanan oke, satu yang kurang sreg adalah, waktu itu saya bertanya, "mas ini halal kan?" Mas-masnya yang tadinya lagi nunduk entah ngapain, tiba-tiba mengangkat kepalanya dan bilang, "yang mana mba?" O'ow dalam hati kok yang mana sih, emang ada yang gak halalkah? Seharusnya kalau memang halal semua kan dia tinggal bilang halal mba. Yauda saya tunjuk capcaynya. Dia bilang sih halal. Okelah kalau begitu.

Saya akui di Bali memang agak sulit mencari menu halal, jadi baiknya ditanya atau baca review orang lain. Sebagian ada juga yang memberikan label halal. Bertanya merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita sih, soalnya kan masih domestik juga, which is masih banyak pilihan makanan halal. Beda kalau di luar negeri, katanya selama no bacon no alcohol masih boleh asal jangan berlebihan. CMIIW.

Hotel ini letaknya cukup strategis. Di depannya ada convenience store. Kalau kita keluar hotel lalu belok kanan ada restoran halal, tapi lupa namanya, heee #ampuuun... Rasanya cukup enak, porsinya juga cukup besar, tempatnya luas, tapi agak kurang terawat dengan baik. Kalau kita keluar hotel lalu belok kiri, terus saja menyusuri jalan itu kita akan sampai pada sebuah pantai yang sangat terkenal yaitu Pantai Kuta.
restoran halal dekat bedrock
Maafkaaaan, lupa ini nama tempat makannya apa.
Dan sekarang kan udah ada ojol (baca: gojek) jadi makin gampang aja memenuhi segala kebutuhan kita. Tempat pusat kaos joger juga gak jauh-jauh banget dari hotel ini, kalau bingung naik apa bisa digojek aja. 

Saya rasa itu saja mengenai hotel ini dan pengalaman yang saya rasakan di dalamnya #tsyah.