Featured Post

Ad Block

Artikel Pilihan

Hyde Park, Perth; Ketika Rindu Menggelayut Kalbu


"Jiaaah nggak bisa move on!"
Wakakakak ... Benar nggak ya? Abis gimana dong, kalau ingat setahun yang lalu tuh jadi rindu ke sini lagi. Tapi bukan semata-mata itu sih, cuma ini lebih karena sengaja menggali kenangan lama aja demi konten yang terus update buat si kopermini. Nyari-nyari apa ya yang belum diposting. Aslinya mah karena belum jalan-jalan lagi ya jadi belum nemu hal yang bisa disampaikan. Begitu ... 

Nah, nggak ada yang kebetulan. Tiga minggu ini saya sering banget nulis tentang taman di sekitar rumah. Whuat, sekitar??? Hehe, maksudnya sekitar 20 menitan gitu naik mobil. Terus jadi teringat lagi setahun yang lalu waktu di Perth jalan-jalan dari satu taman ke taman yang lain. Tentang Kings Park sebagai taman terluas di dunia, sudah pernah saya bahas. Sekarang yang lainnya, namanya Hyde Park.
Mengunjungi Hyde Park Perth
Ini suasana jam 04.30 sore.

Sebetulnya kami tidak ada jadwal ke sini, hanya saja musim panas membuat siang lebih panjang sehingga waktu bermain kami pun lebih lama. Selepas melihat kangguru, mencicipi anggur, coklat, dan noughat di Swan Valley, kini kami menikmati sore di taman. Merasakan bagaimana warna-warni kehidupan warga Perth di musim panas. 

Hyde Park ini merupakan salah satu taman kota di perth yang terletak di sudut timur laut pinggiran kota Perth, sekitar 2 km di utara kawasan pusat bisnis. Lokasi persisnya di Vincent St & William St, Perth WA 6000, Australia.

Sore itu, Mio sang tour guide dengan lincah memarkirkan mobil kami di pinggir taman. Sepertinya sah-sah saja melakukan ini (baca: parkir tepi jalan) di sana. Kami bergegas turun dari mobil dan berjalan perlahan sambil mengikuti jalan yang membelah hutan kota tersebut. Suasananya asri, banyak pepohonan besar yang sangat meneduhkan. 

Kami berjalan ke arah kolam, sejenak duduk bersantai di atas hamparan rumput bak karpet pernadani. Rumputnya tidak menyakitkan kala diduduki, pun tidak kotor, jadi nyaman banget untuk tidur-tiduran di sana juga.
liburan musim panas di hyde park
Smiiiiile :)

Cukup lama kami asyik bersantai di tempat ini, sang tour guide mengajak kami ke sebuah sudut yang berisi banyak permainan anak. Oya berjalan di taman ini perlu sedikit waspada bagi seorang muslim, apa pasal? Banyak hewan peliharaan, yang juga ikut berjalan santai dengan sang empunya. Untungnya sih mereka tidak bebas berkeliaran, namun kalau tiba-tiba sang Anjing lewat di samping kan, dredeg juga. Pernah waktu di Kings Park, kami digonggong oleh seekor anjing hitam yang semakin mendekat, seolah tenaga si empunya kalah kuat menahan laju anjing. Tapi Sang empunya langsung senyum-senyum kepada kami, dan bilang "jangan takut!" Heuheuu ... Duuh!

Kembali ke Hyde Park, anak saya seketika menarik tangan saya untuk segera menuju lokasi permainan anak-anak. Sebetulnya standar saja sih, tapi anak-anak kalau melihat prosotan, ayunan, dan semacamnya langsung semangat.
bermain di taman
Sangat terfasilitasi keinginan bermain anak-anak.

Saya pun menemaninya sambil memperhatikan bagaimana perilaku para orang tua di sana ketika anaknya bermain. Terus jadi malu sendiri, sepertinya saja saja nih yang anaknya sudah cukup besar namun masih dijagain bermainnya. Saya jarang banget lihat orang tua di sana memegang gadgetnya. 

Sebetulnya taman-taman di Indonesia khususnya Jakarta deh yang pernah saya jumpai tidak kalah cantik. Yaiyalah karena taman kita dirawat, dipotong, dan disirami. Beda, taman di sini dibiarkan tumbuh secara alami dan liar tapi meski begitu tetap bersih dan nyaman. Kalau pun ada sampah ya dedaunan kering. Salah satu yang menjadi daya tarik taman ini adalah danaunya, cantik dihiasi itik-itik yang berenang. Di tepinya ada bangku taman jadi kita bisa duduk-duduk santai melepas penat. 

barbeque in hyde park
Liburan murah meriah
Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di taman ini, khususnya saat musim panas. Membaca buku, berjalan santai, berjogging, pikinik sambil barbequan, bermain air, atau sekadar bergelayut manja kaya si anak ini juga menyenangkan.
Cinta pertamanya :)

Tahun 2019 Liburan ke Mana? Jogja Yuk Ada 5 Taman Bunga Celosia yang Instagenic

celosia jogjakarta


Pesona Yogyakarta kian bersinar. Beragam tempat wisata baru seolah menyihir para wisatawan untuk kembali datang ke wilayah yang satu ini. Tak bisa dipungkiri, Yogyakarta memiliki nilai sejarah, budaya, kuliner, serta objek wisata yang sangat indah. 

Salah satu objek wisata yang indah dan kekininan itu adalah Taman Bunga Celosia. Bunga Celosia dikenal juga dengan nama Bunga Jengger Ayam. Kalian yang berencana ke Yogyakarta jangan lewatkan taman bunga ini ya. Hamparan bunga berwarna-warni begitu memanjakan mata. 

Di Yogyakarta sendiri Taman Bunga Celosia tersebar di beberapa lokasi, mulai dari Sleman, Bantul, hingga Gunung Kidul. Ingin tahu seperti apa taman bunga Celosia? 


1. Resoinangun Garden

Taman bunga ini terletak di Kabupaten Bantul. Resoinangun Garden ini merupakan salah satu wisata kekinian di Jogja dengan konsep taman bunga dan bernuansa hijau. Sst! Saking terkenalnya, presenter Astrid Tiar juga pernah berkunjung ke taman ini lho. 
taman bunga celosia jogjakarta

Jadi rasanya nggak perlu ragu lagi deh untuk mampir ke Resoinangun Garden saat liburan ke Jogja. Apalagi hamparan tanaman celosia dengan warna-warni indahnya pasti akan mampu memikatmu

Menariknya lagi, di sini juga tumbuh tanaman lain yang nggak kalah cantik dari celosia. Misalnya saja seperti bunga matahari dengan warna kuningnya yang mampu menambah keceriaan.

Tak hanya itu, di sini juga ada beberapa spot foto yang instagenic, seperti:

  • Ayunan
  • Sepeda hias
  • Becak hias
  • Bangku di tengah kebun

Bagaimana, pasti tertarik kan untuk mampir ke Resoinangun Garden? Mumpung jaraknya dari pusat Kota Jogja hanya 25 kilometer saja, lho.

Lokasi: Malangan, Srigading, Sanden, Bantul, Jogja

Jam buka: Setiap hari mulai pukul 06.00-19.00 WIB

Tiket masuk: IDR 5.000

2. Taman Bunga Asri

Masih di kawasan Bantul, ada juga Taman Bunga Asri yang menyajikan hamparan tanaman celosia berwarna-warni. Taman dengan luas 600 meter persegi ini pun nggak hanya tumbuh tanaman celosia, namun di sini juga ada bunga matahari. Tempat ini cantik buat kalian yang punya hobi fotografi. Selain itu kalian juga bisa membeli biji bunga celosia atau bibit yang mulai tumbuh. 
Taman bunga celosia jogjakarta

Jarak taman bunga Asri ini pun hanya 30 kilometer saja dari pusat kota Jogja. Waktu tempuhnya sendiri kurang lebih selama 50 menit berkendara melalui Jalan Parangtritis. Rute yang bisa kamu tempuh apabila sudah sampai di Bantul adalah melewati Jalan Samas lurus ke selatan hingga memasuki area TPS Pantai Samas.

Sejauh 10 meter dari TPR, arahkan kendaraanmu ke kiri sampai masuk Jalur Lintas Selatan. Lalu ambil arah lurus saja sampai kurang lebih 100 meter, Taman Bunga Asri akan kamu temui.

Lokasi: Jalur Jalan Lintas Selatan Tegalrejo, Srigading, Sanden, Bantul, Jogja

Jam buka: -

Tiket masuk: IDR 5.000

3. Taman Khayana

Taman bunga Celosia satu ini baru dibuka pada 8 Desember 2018 lalu. Hamparan bunga celosia dengan warna-warni indahnya seakan menggodamu untuk berkali-kali take photo.
wisata kekinian jogjakarta
Selain ada tanaman celosia jenis plumusa, di sini juga ada bunga zinnia yang tak kalah cantik, dan lagi di sini juga terdapat banyak spot foto menarik, seperti:

  • Menara jam
  • Payung-payung lucu
  • Ornamen dari anyaman bambu berwarna-warni yang digantung
  • Kincir angin

Untuk bisa sampai ke lokasi, kamu pun memerlukan waktu kurang lebih selama 1 jam 14 menitan dengan jarak tempuh sekitar 38,2 kilometer. Bagaimana, tertarik mampir ke tempat wisata terbaru di Jogja ini kan? Yuk langsung berangkat!

Lokasi: Dusun Karanglo, Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Jogja

Jam buka: Setiap hari mulai pukul 07.00-18.00 WIB

Tiket masuk : IDR 7.000

4. Taman Bunga Celosia Kemadang

Taman Bunga Celosia Kemadang atau Ecopark Celosia Flower ini berlokasi di Gunung Kidul. Hamparan bunga celosia berwarna-warni nan tertata rapi akan tersaji di hadapanmu. Siapa sih yang nggak tergoda untuk segera hunting foto di sini?

Perlu kamu ketahui juga, kebun bunga ini adalah milik Eko Handayanto. Dulu di taman ini juga sempat ditanam bunga matahari. Tapi, karena bunga matahari nggak cocok di daerah ini, maka sang pemilik menggantinya dengan bunga-bunga jenis celosia.

Jadi nggak sabar untuk liburan ke objek wisata ini ya? Apalagi lokasinya juga berdekatan dengan Pantai Kukup yang populer, yakni berjarak sekitar 200 meter.Rute termudah agar bisa sampai ke tempat ini adalah menuju ke Pantai Sepanjang. Tepat di selatan jalan, kamu akan menyaksikan  hamparan bunga berwarna-warni.

Lokasi: Padukuhan Nglaos, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Jogja

Jam buka: -

Tiket masuk: IDR 5.000

5. Kukup Mentari

Masih di kawasan Gunungkidul, Kukup Mentari juga menghadirkan hamparan bunga celosia yang cantik. Sesuai dengan namanya, objek wisata ini memang letaknya dekat dengan Pantai Kukup. Kebun ini juga dikelola oleh penduduk setempat bernama Bariyanto. Menurut sang pemilik kebun, dulunya tempat ini merupakan lahan pribadi yang dijadikan sebagai area persawahan.

Kini, Kukup Mentari menjadi taman bunga yang cukup menarik perhatian para pelancong. Apalagi di sini ada replika kincir angin yang bisa dijadikan latar fotomu. Untuk bisa sampai di lokasi ini, kamu pun harus menempuh jarak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Jogja. Meski sedikit jauh, pasti nggak akan rugi kalau kamu mengunjunginya.

Lokasi: Ngepung, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Jam buka: Setiap hari mulai pukul 06.00-18.00 WIB

Tiket masuk: IDR 5.000

Nah, itulah deretan taman bunga celosia di Jogja untuk alternatif wisata tahun 2019 ini. Tarif masuknya juga sangat terjangkau kan? Jadi bisa liburan hemat ceria. 

Menikmati Libur Panjang di Taman Spatodhea Jagakarsa


Taman Spatodhea Kebagusan

Taman Spatodhea

Kalau biasanya kami menikmati pagi akhir pekan di Taman Tabebuya, minggu ini kami mencicipi taman lainnya di Jagakarsa, yakni Taman Spatodhea. Spatodhea merupakan nama pohon yang berasal dari Afrika, disebut juga pohon hujan karena kuncup bunganya mampu memuncratkan air. 

Taman ini cukup luas dengan kontur tanah yang berbukit-bukit, pleeeus ada banyak spot permainan anak, outdoor gym, dan lainnya. Buat warga Jakarta Selatan khususnya Jagakarsa yang nggak kemana-mana libur panjang ini, ke Taman Spatodhea bisa jadi pilihan. Mungkin tak ada musik, tak ada pertunjukan apalagi layar tancap tapi berada di taman ini bisa jadi me-recharge semangat kalian dari hectic-nya kota Jakarta. Sejenak menikmati keheningan, mendengar suara alam, gemericik air, serta suara jangkrik rasanya bisa membuat hati kita lebih tenang dan damai. 

Taman yang berlokasi di Jalan Kebagusan, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini dikenal juga dengan taman miring karena memang konturnya yang demikian. Hmm, menarik ya, namun menurut saya taman ini agak kurang cocok sih untuk para lansia dan juga mereka yang memiliki keluhan ketika menggerakkan tungkainya. Taman yang tidak kalah cantik dan cocok untuk segala usia menurut saya adalah Taman Tabebuya.

Beragam Aktivitas di Taman Spatodhea

Minggu pagi itu jam di mobil kami menunjukkan pukul 07.10, tidak terlalu siang sebetulnya. Namun, entah memang biasanya seperti ini ataukah karena bertepatan libur akhir tahun suasana terlihat sangat ramai. Agak sulit mencari parkir untuk mobil. Di pintu kedatangan, kami langsung disambut oleh beragam jajanan, mulai dari kue cubit, bubur sumsum, nasi uduk, gorengan, dan tidak ketinggalan pula aneka mainan dan balon. Oya bicara makanan jadi ingat, kalau kalian suka ngafe ada juga lho tempat makan asyik yang instagrammable masih di wilayah Jagakarsa, yakni Happiness Kitchen and Coffee, ada menu sarapan juga, jadi asyik habis olahraga melipir ke sini. 

Kami lalu masuk dan jalanan menurun langsung menyapa kami. Pemandangan pepohonan nan hijau di sisi kiri membawa kami seolah berada di hutan. Sementara sebuah danau di hadapan kami tampak anggun dengan lampu-lampu di tengahnya. Ada beragam ikan di dalam danau buatan ini dan sudah disediakan pula pakannya seharga 2000/kantung bagi mereka yang ingin menikmati sensasi memberi makan ikan-ikan tersebut. Ingat, hanya boleh diberi makan ya, tidak boleh dipancing. Petugasnya banyak, ada security dan petugas kebersihan, namun begitu jangan manja. Buanglah mantan sampah pada tempatnya.
Arena bermain di taman Spatodhea
Arena bermain di Taman Spatodhea
Taman Spatodhea danau
Danau atau kolam sih? Tapi yang penting bersih :)

Kami pun terus menyusuri jogging track ini sambil sesekali melihat sekumpulan ibu-ibu melakukan senam di tepi danau. Sangat seru, gerakan ritmis nan dinamis yang dilakukan kalau dilihat dari jauh itu bagus sekali, kelihatan kompaknya. Area taman ini cukup luas masih ada sisi belakang dengan danau kecil dan area permainan mini. Matahari semakin meninggi dan si anak meminta saya menemaninya, baiklah sembari menunggu saya memilih menikmati tubuh ini terpapar sinar matahari pagi. 

Active Park

Di sisi atas ada active park, yaitu sebuah lahan berkonsep outdoor gym yang dilengkapi beragam alat fitness sumbangsih salah satu perusahaan swasta. Dan kembali pikiran saya me-recall saat berada di Perth. Apa yang saya harapkan ternyata di Jakarta pun sudah ada. Tak banyak yang membuka gadget-nya, orang tua dan anak-anak, semua sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, berlari kecil, berjalan santai, bercengkerama, memberi makan ikan, dan lainnya.
Ngegym di spatodhea
Bisa ngegym gratis, lho ... 

Tak luput dari pandangan saya sebuah kelompok atau komunitas Klinik Quran di mana mereka memanfaatkan salah satu sudut Taman Spatodhea sebagai ruang baca, mewarnai dan mengaji. Aah semakin damai rasanya. 

Hampir satu jam kami berada di taman cantik ini menikmati keasrian dan kesejukannya. Kini waktunya kami melakukan aktivitas yang lain. Bagi kalian yang mau datang, taman ini terbuka lebar, namun begitu ingat 5 larangan ini ya. Apa sajakah 5 larangan itu? 
  • Dilarang menginap di taman.
  • Dilarang berdagang baik produk/pun jasa di areal taman.
  • Dilarang merusak/mengotori fasilitas taman.
  • Dilarang merusak pohon, rumput, dan tanaman hias.
  • Dilarang berbuat asusila di taman. 
senam dan mengaji di spatodhea
Ingat ya larangan itu teman-teman.

Yuk, kita jaga bersama-sama, karena kalau indah terawat kan kita juga yang senang mendapatkan segudang manfaatnya. Kalau kata Aa Gym, "mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai sekarang juga."

Happiness Kitchen and Coffee; Tentang Suatu Janji

Lokasi dan Harga menu di Happiness


Niat hati mau memberikan kejutan ke anak dengan sebuah es krim ternyata malah kami yang terkejut. Jadi sudah beberapa hari ini kami melarang si anak makan es krim karena sedang pilek dan batuk. Jadi kami katakan kepadanya boleh es krim tapi kalau sudah sembuh. 

Sebetulnya si anak ini sudah bilang kalau dia sangat menginginkan es krim warna warni yang pakai stik yang ada di swalayan samping rumah. Persiiis es krim yang dimakan temannya beberapa hari yang lalu. Saya menduga harganya pun kurang dari sepuluh ribu. Sebetulnya sederhana, cuma kamilah sebagai orangtua tua yang justru ingin memberikann sesuatu yang lebih untuknya.

Daaaan hingga suatu ketika terbesitlah di pikiran saya dan ayahnya untuk mengajak si anak ini ke sebuah kafe yang dekat dengan sekolahnya. Mungkin lebih tepatnya sih ini orang tuanya yang penasaran. Apa pasal? Banyak kawan yang merekomendasikan tempat ini sebagai tempat meet-up. Jadilah karena ingin mengapresiasi atas kesabarannya dalam menahan diri dari es krim kami berikan es krim yang sedikit wah. Mampirlah kami ke Happiness Kitchen and Coffee di Jagakarsa selepas pulang sekolah.

Happiness Kitchen and Coffee ini terletak di Jalan Moh. Kahfi 1 No.36 A, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Secara lokasi memang sedikit minggir dari pusat kota Jakarta namun begitu pengunjung cukup ramai, lho!

Penampakan dari luar jujur saja kalau buat saya agak meragukan, gimana nggak eksteriornya itu seperti bangunan lama yang unfinished. Kalau saja teman kami tidak menyebut-nyebut tempat ini sebagai tempat ketemuan rasanya belum tentu juga terpikir untuk mampir ke sini.

Siang itu cuaca Ciganjur cukup terik. Pohon-pohon besar di sepanjang jalan Moh. Kafi 1 agaknya tidak cukup meneduhkan jalan utama. Dengan kecepatan rata-rata si ayah melajukan mobilnya dari sekolah sang anak melewati Taman Bunni dan akhirnya tibalah kami di tempat yang instagenic banget ini. 

Lahan parkir cukup luas dan penuh bebatuan kecil, entah ini merupakan bagian dari konsep si Happiness atau memang belum dirapikan saja. Seorang tukang parkir beranjak dari tempat duduknya, memandu mobil kami agar bisa memosisikan mobil sedemikian rupa sehingga posisinya secara keseluruhan ternaungi oleh pohon di atasnya.

Kami pun keluar mobil dan pastinya saya juga mengeluarkan ponsel, apalagi kalau bukan buat memotret suasana di sana. Seorang pramusaji sudah menunggu kami di depan pintu, namun si anak solehah ini nggak mau bergeming dan minta difoto di luar. Sepertinya yang di luar ini smoking area, atau bisa juga bila pagi atau sore hari makan di area terbuka ini lebih untuk menikmati suasana layaknya di Paris Pan Java. Alam Ciganjur memang asyik kalau saya bilang, udara pagi dan sore harinya sejuk, maklum saja masih banyak pepohonan besar di wilayah ini.

Jujur saya sendiri sulit menjelaskan gaya bangunan si Happiness Kitchen ini. Yang jelas ketika masuk begitu colorful dengan warna dominan hijau tosca, juga tampak dinding brick exposed serta beberapa daun pintu dan jendela dari kayu yang memberi kesan old school. Ambiance-nya oke banget, saking okenya, ada seorang temen blogger yang betah dari pagi sampai malam di sini (yang merasa, ayo acungkan tangannya, hihiii). Iya jadi memang sekarang Happiness buka dari pagi sekitar jam 08.00 dan menyajikan menu breakfast. Beberapa quote board dan mural juga menghiasi dinding. Salah satu quotenya yang bikin saya dan mungkin kalian terkekeh adalah "Happiness is like peeing in your pants. Everyone can see it, but only you can feel its warmth". Jadi orang lain bisa saja melihat aura bahagia kita, tapi cuma kita yang tahu bagaimana kebahagiaan haqiqi itu pada diri kita.
Interior Happiness Kitchen
Ada yang tahukah, ini bergaya apa sih?
Tempat kafe kekinian di Jagakarsa Jakarta Selatan
Happiness starts from here (mind).

Sekarang soal makanan. Agak malu sebetulnya membahas ini, karena kami hanya terdiri dari 2 dewasa dan 1 anak, sementara pesanan kami ada nasi bali, nasi ayam matah, cordon bleu, pizza kotak, es kelapa muda, orange juice, serta vanilla milkshake which is totally huge. Daaan vanilla milkshake tidak sama dengan es krim, jadi tetap saja si anak ini merasa kurang greng mengonsumsinya juga meski tampilannya udah eye-catching banget. 

Untuk nasi balinya menurut saya sih enak, nasinya pulen dan ada harum dari daun pisang, sate lilitnya fresh dan komplit ada sayur tumisannya juga dengan citarasa sedikit pedas. Nasi ayam bumbu matahnya juga enak, pedasnya segar, lebih pedas dari yang nasi bali, jadi kalau kalian pecinta pedas ya cocok pesan ini dan nendang di perut, kalau yang ini pesanan suami sih. Cordon bleunya juga enaaaak, saya sukaaa, dagingnya renyah klop dengan bumbu cordon bleunya... Duuh maaf semoga review ini tidak bias karena kami sedang lapar saat itu. Pizzanya sendiri keluar belakangan, kami sudah merasa kenyang, dan menurut kami rasa pizza ini so-so. Entah efek kenyang atau memang demikian, tapi saya rasa masih ada yang lebih eak dari ini. Es kelapanya standar, kelapanya agak tua, tapi orange juicenya enak, segar manis, dan terasa dari buah segarnya. Sementara vanilla milkshake ini besar banget, betuknya unik dan lucu, dihiasi marshmallow berbentuk es krim, rasanya enak seperti susu vanilla tapi kandungan gulanya yang pasti banyak banget, cuma si anak teteeeup mintanya kan es krim... Jadi walau tampilannya sudah secantik ini pun belum bisa memuaskan hasratnya. Itulah ya kebahagiaan anak mah sederhana sebenarnya.
Nasi Bali Happiness enak
Nasi Bali komplit, yummy!
Cordon Bleu Happiness
Cordon Bleunya ini juga maknyuss!
Pizza kotak Happiness
Pizza kotak yang menurut saya ... masih ada yang lebih enak :D
Vanilla milkshake happiness
Vanilla milkshake yang kandungan gulanya ... whuehehe...
Lokasi happiness kitchen jagakarsa
Suegerrrr

Whaa ternyata saya nggak sempat memotret ayam matahnya, hihihi ... Menurut kalian berapa cost yang dikeluarkan untuk makanan sedemikian banyaknya? Nyatanya tidak mencapai 350ribu rupiah. Sayangnya, beginilah tulisan #latepost padahal baru 2 mingguan yang lalu, apa daya bukti transaksinya entah kemana. Yang saya ingat harga Cordon Bleunya sendiri sekitar 40ribuan.

Fasilitas lain di tempat ini ada musholla yang cukup apik. Jadi bikin kumpul-kumpul tetap nyaman karena memudahkan dalam ibadah. Toiletnya juga lumayan bersih kok. Dalam perjalanan ke toilet saya melihat ternyata masih ada area seating lagi di belakang. Jadi totally ada 3 ruangan yang indoor, semiindoor, dan outdoor.

Sebagai muslim, bagaimana dengan kehalalannya? Meski belum ada sertifikasi halal dari MUI, namun sang pramusaji berani memastikan bahwa makanan di sini halal. Kita tentu berharap ya semua cafe dan resto yang memang halal ya mau urus perihal ini supaya makan nyaman dan tenang.

Mencari Happiness Kitchen ini sebetulnya tidak sulit, apalagi hari gini bayak aplikasi yang membantu memandu manusia sampai ke suatu tempat, tinggal klak-klik langsung sampai tujuan. Pokoknya buat yang suka all about cute things wajib banget main ke sini.

Tidak terasa sudah satu jam lebih kami di sini, alhamdulillah kenyang, apakah habis semuanya? Hehee, nggak! Pizzanya kami bungkus karena baru di makan 4 potong. Saya rasa sekian dulu review kali ini, semoga dapat menambah referensi kalian sebagai tempat kopdaran, meet-up-an, atau sekadar kumpul keluarga. 

Dan Dialah Sang Maha Pencipta




Bismillahirrohmaanirrohiim...

Summarji'il-bashoro karrotaini yangqolib ilaikal-bashoru khoosi`aw wa huwa hasiir
"Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 4)

Sepenggal ayat di atas mengingatkan saya pada perjalanan ke negeri kangguru musim panas lalu. Pada suatu pagi yang cukup terik kami (saya dan keluarga) diajak mengunjungi salah satu pantai yang sangat cantik di Perth, Cottosloe Beach. Letaknya yang berada di pinggir kota dan langsung menghadap Samudera Hindia akan membuat siapapun setuju bahwa ini adalah lukisan alam yang sangat indah. Adalah hal yang sangat saya syukuri bisa menjadi saksi atas kesempurnaan ciptaanNya ini.

Kembali dengan kontemplasi. Menurutmu bisakah manusia membuat yang serupa dengan ini? Membuat pantai yang putih bersih, samudera yang luas, angin yang menyapu ombak dan membawa kesejukan, hingga gradasi warna langit yang cantik? Maha Besar Allah dengan segala ciptaanNya. 

Tak pernah bosan memandang ini semua, namun semakin lama dipandang semakin tampak jelas betapa lemahnya penglihatan kita. Seberapa lama kita sanggup menahan kedipan mata karena takjub dengan potret yang ada? Satu menit? Dua menit? 

Pada akhirnya kita harus berkedip lagi untuk bisa mengulangi kenikmatan memandang ini. Dengan sinar matahari yang masih condong di timur saja mata kita sudah tak sanggup terbuka lebar melihat lanskap yang terbentang di hadapan. Kacamata atau picingan mata karena silau mentari pun adalah bukti betapa lemahnya penglihatan ini. 

Itu baru tentang mata. Belum lagi ketika kita bahas tentang kemampuan berdiri, berjalan, berlari. Bagaimana Allah Swt menyusun sedemikian apiknya sistem rangka tubuh kita hingga bisa melangkah ke belahan bumi lainnya? Bagaimana antar tulang bisa bersinergi tanpa ada kekecauan gerak, bisa menopang tubuh sedemikian beratnya bahkan sambil berlari?

Perjalanan bahkan dalam rangka liburan pun tak selamanya mulus. Maka daripada mengumpat berkata tak baik lebih baik berdoa, karena doa saat safar itu mustajab. Benar bila ada yang mengatakan, bila tak sanggup berkata baik, maka diamlah!  Kemampuan kita berkata-kata pun semua karena ciptaannya yang begitu sempurna. Mari kita renungkan, ketika kita mengucapkan L, maka posisi lidah di atas dan bibir terbuka, ketika kita berucap D lidah sempat ke atas dan kemudian ke bawah, ketika mengucap T lidah di antara gigi kemudian ke dalam, dan kita bisa mengucap rangkaian kalimat begitu baik tanpa lidah tergigit.

Poinnya adalah perbesar syukur, memahami bahwa kita manusia begitu lemah karena tak ada kekuatan melainkan dariNya. Merasa cukup dengan yang ada justru dapat mengayakan hati. Tak masalah bila kita baru mampu menjelajah yang dekat, selama perjalanan itu membawa setiap detik kita untuk mengingatNya, itu lebih baik. Teringat tulisan gurunda Indari Mastuti, "Jika air yang sedikit sudah mampu menghilangkan dahaga, tak perlu meminta yang banyak yang malah bisa menenggelamkan" lalu bila boleh saya lanjutkan ... namun bila dengan yang banyak itu kita bisa distribusikan dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak makhluk, maka mintalah. Sesungguh Allah Swt Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

Inilah yang saya suka dari sebuah perjalanan, menggali hikmah, menemukan pesan, dan memandang alam dengan penuh kerendahan hati, karena Dialah Yang Maha Tinggi. Apalah arti perjalanan tanpa bisa menemukan pesan cintaNya di hati. Karena sejatinya setiap perjalanan adalah cara kita untuk mengenal Allah Swt lebih dekat melalui ciptaan-ciptaanNya.

Menikmati Cita Rasa Es Krim yang Melegenda di Toko Oen Malang

Cagar Budaya di Malang

"Di tengah modernitas Malang Raya sebagai kota wisata, ada satu tempat yang telah berdiri sejak lama dan melebur dalam suasana kekinian, sebuah kedai es krim yang melegenda dan siap mengajak siapa pun yang datang kembali merasakan atmosfer tempo doeloe." 
Penghujung September lalu saya dan keluarga berkesempatan menikmati liburan singkat di Malang Raya. Dua hari kami habiskan di kota wisata Batu, namun belum puas rasanya kami menjelajah objek wisata yang ada, kini hari ketiga kami sudah harus bertolak ke Malang. Sore itu udara Malang cukup dingin, maklum saja selain daerahnya yang memang di dataran tinggi juga kondisi saat itu tengah hujan rintik-rintik. 

Sebuah mobil minibus putih membawa saya dan keluarga dari Pujon, Batu, menuju sebuah toko es krim di pusat kota Malang. Mobil ini berjalan dengan kecepatan rata-rata sehingga saya bisa melihat dengan jelas bagaimana suasana kehidupan di sepanjang jalan menuju Malang. Lalu lintas cukup ramai namun tidak semrawut. Sesekali tampak bunga kekuningan di tepi jalan, sangat unik dan menarik perhatian kami. "Ini seperti di Korea," celoteh adik saya takjub. Sayangnya sang supir tidak mengetahui pasti nama pohon ini. Lantas, saya teringat unggahan foto seorang sahabat yang merupakan warga Malang tentang pohon ini, inilah pohon Tabebuya. 

Setelah lebih kurang satu jam perjalanan, kami tiba di Malang. Hujan rintik-rintik pun reda. Mobil kami berbelok ke kiri menuju Jalan Basuki Rahmat. Tampak sebuah bangunan dengan arsitektur modern klasik bertuliskan Riche Heritage Hotel di sebelah kiri jalan. Tidak jauh dari sini, kami sampai di depan sebuah bangunan klasik bercat putih gading dengan sedikit sentuhan hijau tua, terlihat tulisan Toko Ice Cream “Oen” Palace" di sisi atasnya. 

Oen Ice Cream Palace Patissier 

Restoran yang telah berdiri sejak tahun 1930 ini memiliki desain khas kolonial. Kini, bangunan ini tetap seperti yang dulu, sangat kontras dengan suasana kota yang dipenuhi kendaraan serta beberapa bangunan modern di seberangnya, ada sebuah mall besar yang juga telah berdiri lama di Malang.
Eksterior toko oen Malang
Meski gerimis, wajib foto dulu :)

Oen Ice Cream Palace Patissier adalah nama mula Toko Oen di Malang pada tahun 1930. Restoran ini merupakan tempat favorit untuk berkumpul bagi orang-orang Belanda dan Eropa masa itu. Pemilikinya seorang Tionghoa bernama Max Liem yang memiliki marga Oen. Tempat ini juga sangat bersejarah karena pernah dijadikan sebagai tempat diadakannya Kongres Komite Nasional Indonesia tahun 1947. 

Melihat lebih dalam Toko Oen Malang 

Kami turun satu per satu dari mobil. Udara sejuk sangat terasa menyelimuti pipi saya. Saya tarik nafas dalam dan merasakan aroma sisa-sisa hujan yang membasahi pepohonan. Langsung saya keluarkan kamera untuk mengabadikan beberapa gambar di depan dan sekitar Toko Oen. 

Rupanya masih sedikit gerimis ataukah ini hanya tetesan air yang jatuh dari pohon besar di dekat kami? Entahlah. Setelah mengambil gambar kami semua bergegas masuk. Suasana di dalam toko lebih redup, selain lantainya yang berwarna abu tua, juga tak ada lampu yang menyala sebagai tambahan penerangan sore itu. Kesan kolonial masih sangat terasa, sebuah etalase roti model lawas menyambut kedatangan kami. Terlihat beberapa roti dan kue di dalamnya. Ciri khas bangunan kolonial juga tampak dari langit-langitnya yang tinggi, pilar-pilar putih serta pintu dan jendela dengan kaca yang lebar. Kaca-kaca ini sangat membantu pencahayaan serta sirkulasi udara yang baik. Sungguh desain yang sangat matang bahkan bisa menjadi inspirasi bangunan di masa kini.

Sejurus kemudian, mata saya tertuju pada sebuah spanduk berlatar putih dengan tinta merah bertuliskan "Welkom in Malang Toko “Oen” Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft". Beberapa pramusaji berdiri di bawah tulisan ini, seolah siap menyambut para tamu yang datang. Mereka memakai kemaja putih, bawahan hitam, lengkap dengan sepatu pantofel serta peci hitam. Ada beberapa meja bundar dan kursi rotan rendah dengan warna dominan hijau toska, putih, dan coklat. Bila tak nyaman duduk dengan posisi rendah, pengunjung juga bisa memilih kursi yang lebih tinggi, malah beberapa meja di alasi dengan kain bermotif kotak-kotak dengan warna dominan merah dan putih. Beberapa tirai putih transparan juga terpasang menutupi setengah bagian bawah jendela. Sungguh kesan klasik bangunan ini makin terasa kala saya melihat beberapa lukisan masa lalu yang menghiasi dinding-dindingnya. Berada di sini seolah kita diajak menikmati suasana masa lalu. 

Sambil mengamati toko bersejarah ini langkah kami terhenti di sebuah meja kayu bundar yang berada persis di dekat jendela. Tak lama kemudian, seorang pelayan pria datang menghampiri kami dengan beberapa buku menu di tangannya. Sapa hangat bergulir di antara kami yang dilanjutkan dengan pemesanan beberapa menu khas Toko Oen. 

"Apa es krim yang khas dari Toko Oen, Mas?" tanya saya lantang. 
"Oen's spesial," jawabnya mantap. 

Setelah melihat-lihat menunya, pilihan kami jatuh pada es krim Oen’s spesial, Banana Split dan Tutti Frutti. Oen’s special adalah es krim dengan tiga rasa berbeda yaitu, coklat, vanilla, dan stroberi, serta diberi pemanis berupa wafer batang, wafer rol, dan krim putih dengan potongan kecil buah ceri di atasnya. Sementara Tutti Frutti adalah es krim berbentuk seperempat lingkaran berwarna coklat dan tengahnya berwarna putih rasa buah-buahan. Satu lagi, Banana Split merupakan es krim tiga rasa yang diberi tambahan dua iris pisang potong memanjang yang mengapit es krim tersebut.
Harga Banana Split Toko Oen Malang
Banana Split, yummy!
Harga es krim di toko oen Malang
Oen's Special menjadi menu spesial di Toko Oen Malang
Dari segi harga, es krim ini di atas rata-rata, namun dari segi suasana dan sejarah, Toko Oen adalah juara. Untuk sebuah Oen’s special dibanderol dengan harga Rp. 55.000 dan Banana Split dengan harga Rp. 60.000 (September, 2018). Tidak beberapa lama pesanan kami datang. Soal rasa mungkin tidak se-creamy es krim masa kini, namun tetap es krim Oen memiliki cita rasa yang sulit dilupakan. Teksturnya sedikit kasar, rasanya ringan, tidak terlalu manis, dan mudah mencair. Ya, inilah es krim yang telah menghiasi Malang sejak zaman kolonial. Es krim homemade yang dibuat dengan masih mempertahankan keasliannya. 

Selain menu es krim, Toko Oen juga menyediakan menu makanan Indo-Hollandnya. Ada steak lidah, sup buntut, juga nasi goreng. Konon, kelezatan steak lidah di tempat ini cukup tersohor sehingga banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datang mencicipinya.
Keberadaan Toko Oen di tengah modernitas kota Malang wajib dijaga dan dilestarikan. Toko Oen memang pantas menjadi Cagar Budaya Indonesia, lebih dari sekadar kedai es krim, Toko Oen merupakan bangunan bersejarah yang sudah lama keberadaanya, bahkan sebelum Indonesia merdeka, menjadi saksi bisu sebuah perjuangan lintas zaman. 

Banyak jalan menuju Toko Oen 

Keberadaanya di pusat kota Malang, tepatnya di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 5, membuat Toko Oen sangat mudah ditemui. Bila kita datang dari stasiun Kota Baru Malang bisa hanya dengan berjalan kaki atau naik angkutan umum yang melintas di depannya. Bila mengenakan kendaraan pribadi tinggal arahkan kendaraan menuju alun-alun kota Malang. Dari alun-alun akan mudah kita temui Toko Oen ini. Kini, dengan kemudahan taksi online serta perangkat lunak google maps kita bisa sampai di Toko Oen dengan mudah. 


Harapku pada Toko Oen 

Sebagai penikmat es krim, besar harapan saya agar Toko Oen tetap mempertahankan cita rasa khasnya. Tidak perlu berinovasi meniru-niru es krim kekinian sehingga dikhawatirkan hilang kealamian cita rasa es krim tempo doeloe-nya. Keunikan rasa adalah identitas, akan menjadi nilai tambah serta pembeda dari es krim lainnya di masa kini. 

Selain soal rasa, agaknya harga juga perlu dibuat lebih bersahabat bagi warga atau turis lokal, agar bisa menjangkau seluruh lapisan. Mungkin konsekuensi dari harga yang relatif terjangkau adalah suasana yang lebih ramai namun kita bisa berikan aturan bagi para pengunjung agar suasana di dalam restoran tetap nyaman. 

Hal lain yang menjadi perhatian saya sebagai seorang muslim adalah mengenai status kehalalannya. Meskipun saat suami saya tanyakan kepada pramusaji es krim di sini halal namun alangkah lebih bijak bila Toko Oen juga memberikan kepastian status ini setidaknya untuk es krimnya. Besar harapan saya es krim Oen bisa dinikmati oleh semua lapisan. 

Satu lagi, mengenai kualitas makanan. Masyarakat tentu berharap rasa yang istimewa dari bahan-bahan segar berkualitas, apalagi dengan harga yang cukup tinggi saat ini. Agaknya harapan ini tidak berlebihan, semoga Toko Oen terus mampu berdiri mempertahanakan keasliannya sebagai restoran legendaris di tengah zaman yang terus maju.