Hawi Charcoal Chicken at Mirrabooka, Perth: Eat, Pray, and Relax

Hawi Charcoal Chicken Honeywell boulevard, perth


Dalam perjalanan menuju Swan Valley, kami berhenti sejenak di daerah Mirabooka untuk makan siang dan solat. Mirabooka ini merupakan wilayah suburban, daerahnya gersang dengan sedikit pepohonan, jadi saat musim panas kemarin terasa banget teriknya.

Siang itu kami makan di Hawi Charcoal Chicken, lokasi tepatnya di Honeywell Boulevard. Kalau di Indonesia tempat ini seperti rest area. Ada lahan parkir yang luas, tempat makan dan tempat solat.

Saking teriknya, kami berlari dari mobil menuju tempat makan. Dan saya cukup kaget ketika mengetahui bahwa pemandu kami mengunci mobil dengan kaca jendela mobil yang masih terbuka. Dia bilang, "Ya biar tak panas. Di sini insya Allah aman dan orang banyak melakukan hal yang sama." #denganlogatmelayu. Oke baiklah!
Mencari makanan halal di perth, mirabooka, hawi charcoal chicken
Area parkir dan jejeran tempat makan

Tempat makan ini gak begitu besar, mungkin hanya ada sekitar belasan meja di dalamnya. Saat kami masuk seorang ibu-ibu berkulit hitam langsung menyapa kami, "Assalamualaikum". Aah, bahkan di negeri saya sendiri yang mayoritas muslim jarang sekali saya dengar ucapan seperti ini bahkan di resto-resto dengan pemilik muslim sekalipun.

Pemandu kami langsung bertanya mau lamb atau ayam? Supaya bisa mencoba semua akhirnya kami pesan setangah lamb dan setengah ayam. 

Suami saya sebetulnya tidak suka daging kambing maupun lamb, tapi kata sang pemandu lambnya terkenal enak. Karena penasaran akhirnya suami mau mencoba dan ternyata gak cuma enak tapi juga empuk dan gak bau. Suami saya sih cocok banget, berbeda dengan ayah saya yang kurang cocok karena menurutnya terlalu berminyak dan berlemak.

Saya sendiri juga gak begitu suka dengan daging lambnya. Berbeda dengan ayam bakarnya, bumbunya enak banget apalagi dimakan dengan nasi putih hangat. Eaa... #cheatinglagi. Di sini tidak ada nasi putih yang ada adalah nasi briyani (kalau tidak salah). Sementara yang saya makan dengan nasi putih adalah saat makan malam karena jatah ayamnya kami bungkus. Maklum di sini porsinya besar jadi saya dan anak pasti gak habis, makanya jatah kami selalu dibungkus untuk makan malam, bahkan bisa untuk sekeluarga lho. :D
chicken on charcoaql di perth mirabooka, halal
Hasil jadi chicken on charcoal

Sebetulnya menu di sini sangat ideal untuk pelaku FC, karena ada satu booth sendiri untuk sayur-sayuran. Tapi karena sayang sudah dijatah dengan nasi maka saya putuskan cheating dulu, heuheuu...
Aneka salad dan sayur

Restoran ini sepertinya tidak mempermasalahkan kalau kita bawa minum dari luar. Pemandu kami membawa 1 pak air botol mineral 600an ml untuk kami dan pemilik kelihatannya santai saja. Oiya saat kami datang, si pemilik rumah makan Hawi Charcoal Chicken ini juga sedang di tempat. Pria imigran muslim Somalia ini sangat ramah. Islam memang indah. Komunikasi tiga negara antara Indonesia, Malaysia, dan Somalia berlangsung begitu hangat. 

Selepas makan, kami menuju masjid At Taqwa yang terletak tidak jauh dari HCC. Saya perhatikan muslim di sini di dominasi oleh warga kulit hitam, ternyata Mirobaooka memang salah satu kawasan yang banyak muslimnya terutama keturunan Afrika.
Masjid At takwa di Mirabooka honeywell Boulevard kope rmini
Teriknyaaaa... Masya Allah
Agak bingung sih solat di masjid ini karena jadi satu dengan madrasah. Jadi kami (saya dan ibu) sempat tersesat hingga ke kelas-kelas gitu, saat mencari tempat wudhu. Qiqiqi... Akhirnya coba memberanikan diri deh nanya ke salah satu siswa di sana, tanpa berkata-kata dia langsung mengantarkan kami ke toilet yang juga bisa dipakai untuk berwudhu. Fiuuh akhirnya ketemu juga tempat wudhu dan tempat solatnya, bingung sih karena gak ada penunjuk apa-apa. #Aiish ... ternyata begini hidup tanpa petunjuk :D
Masjid at takwa di mirabooka, koper mini
Suasana di dalam masjid 

Istirahat siang kami saat itu sepertinya sudah cukup, kini saatnya melanjutkan perjalanan petik anggur. 

12 komentar:

  1. Uwaaaahhhh tertarik pengen coba lamb dan ayamnya deh :D. Kliatan enak mba :) dicatet dulu tempat makannya, kali aja ada rezeki bisa cepet ke australi :)

    BalasHapus
  2. Iyaah enaaak banget mba bisa disimpan sampe malam juga mayan ngiritt...

    BalasHapus
  3. Waaaah asyik ya di sana aman dan nyaman tempatnya..semoga di negara kita juga bisa seperti itu suatu saat nanti. Amin.. Tks ya mbak Arum tulisannya membuat saya makin semangat untuk bisa mewujudkan impian bisa pergi ke tempat lain selain negara sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya mba semoga terwujud apa yang diimpikan. Senang kalau bisa menginspirasi. Terima kasih kunjungannya mba :)

      Hapus
  4. Suka bacanya pas ada orang muslim mengucapkan salam padahal belum kenal. Rasanya seperti ketemu saudara ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mba, indahnya persatuan dan persaudaraan ya.

      Hapus
  5. Jadi pengen nyoba ayam bakarnya :D
    Semoga ada rejeki bisa jalan2 ke sana. Aamiin.

    BalasHapus
  6. Selalu suka dengan ceritanya mba dwi arum diblog ini :) mengalir namun informatif. Ayamnya lempar sini dong mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah...

      Inih mba tangkep yaa, hahaa...

      Hapus
  7. ngilerrr banget ya ngeliat ayam nya :(

    BalasHapus
  8. Wahhh, diparkiran aja jendela mobil dibuka? Kalau disini ya bisa raib ya mbak? Kapan disini bisa seperti itu? Terimakasih mbak ceritanya!

    BalasHapus