Jelajah Swan Valley; Mulai dari Anggur, Coklat, Noughat hingga Madu




Dulu saya mengira Swan Valley itu adalah kawasan peternakan angsa yang ada di lembah-lembah gitu, hihi... Ternyata salah! Yang benar adalah kawasan anggur tertua yang ada di Australia Barat dan daerah ini menjadi wajib banget dikunjungi karena ada banyak objek wisata dan kuliner yang menarik. Swan Valley itu luas sekali bahkan Caversham (tempat lihat kangguru, koala, dan lainnya) juga termasuk dalam kawasan ini. Kalau cerita soal Caversham Wildlife Park sudah pernah dibahas ya. Sekarang kita kupas sisi yang lainnya aja. 

Tidak begitu jauh perjalanan dari Perth kota ke Swan Valley, mungkin hanya akan memakan waktu sekitar 25 menit dengan kendaraan roda empat. Swan Valley ini letaknya di utara Perth. Paling terkenal ya dengan kawasan anggurnya karena katanya reputasi anggur di sini cukup baik di mata dunia. Selain itu ada festivalnya sendiri namanya Tasting Australia, ini acara besar yang menampilkan beberapa anggur terbaik Australia. 

The Margaret River & Chocolate Factory 

Seperti yang saya katakan, Swan Valley bukan sekadar anggur, melainkan juga bisa kita temukan coklat. Hmm... Lagi-lagi saya salah, dulu pikir saya, kami akan diajak mengarungi sungai dengan perahu kecil sambil melihat-lihat pemandangan di sisi kanan-kiri sungai Margaret yang pasti cakep banget. Ternyata oh ternyata, Margaret River yang dimaksud adalah kami mengunjungi pabrik coklat, which is di sini ada free-tasting dan kita juga bisa melihat langsung bagaimana pembuatan coklat hingga bisa berbentuk dan berwarna macam-macam gitu. Waktu itu ada 3 baskom stainless masing-masing berisi chocolate bites (seperti kelereng yang agak pipih) mulai dari dark chocolate, white chocolate, dan milk chocolate. Saya pun ikut mencicipi dan rasanya sungguh enak, manisnya pas serta lumer di mulut. Sepertinya tidak semua coklat di sini halal, jadi perhatikan ingredients-nya ya atau tanya aja sama pegawainya.
Berburu coklat di margareth river perth
Hmmm ... Coklatnya unyu-unyuuu

Pertanyaannya untuk kami adalah "apakah setelah puas makan coklat gratis kami lanjut membeli?" Jawabannya tentu "tidak!" entahlah mungkin si guide lelah hayati mebawa tamu Indonesia kok jarang banget belanja, hahaa... (oke, mungkin hanya kami). Hihii... Menurut saya sih harganya lumayan mahal dan karena kami juga kurang begitu suka coklat ya sudahlah ya gak ada alasan kuat untuk membelinya (mending buat belanja di toko oleh-oleh yes). 

Selain nyicipin coklat gratis, kami juga memesan satu cup ice cream untuk anak dan hot chocolate untuk suami. Soal rasa jangan ditanya, enak pake banget lah pokoknya. Selebihnya kami cuma muterin toko lihat yang lucu-lucu, ngecek harganya, udah, hahaha... 

Tak jauh dari Margaret River ini ada Coward & Black yang juga menyediakan beraneka macam free tasting-sauce (termasuk aneka selai). Ada yang rasanya kecut, gurih, manis, asem, komplit deh. Yang enak menurut saya itu yang campuran garlic dan olive oil. Beli gak? Gak juga, hahaha...
Free tasting sauce in coward and black povidore
Menurut saya sih selainya kurang sesuai dengan lidah Indonesia (baca: saya)

Kebun Anggur

Puas mencicipi aneka coklat dan saus kami melanjutkan perjalanan ke kebun anggur. Namun sebelumnya kami istirahat sejenak di Hawi Charcoal Chicken (Restoran Halal yang ada tempat solatnya). Tempat makan ini juga sudah pernah saya ulas ya. Sekarang kita bahas si kebun anggurnya aja. 

Musim semi hingga panas katanya menjadi musim di mana anggur-anggur mulai berbuah. Sepanjang perjalanan di Swan Valley sudah banyak kita jumpai kebun anggur pinggir jalan. Kami pun sampai di sebuah toko sederhana milik warga keturunan Irak. Kalau orang-orang mungkin akan mengunjungi kebun anggur yang menyediakan wine bahkan menunjukkan cara pembuatannya, tidak dengan di sini.
Kawasan anggur tertua di Australia

Anggur hijau yang ada ukurannya lebih kecil dan lebih kecut, berbeda dengan anggur merahnya yang memiliki rasa sedikit lebih manis. Kalau berkunjung ke sini saat pagi atau sore hari mungkin lebih menyenangkan, bisa menghirup dalam-dalam kesejukan kebun anggur dan menikmati pemandangannya. Waktu itu kami ke sana siang hari dan matahari begitu terik, kebun anggur yang kami kunjungi juga belum waktunya panen, hiks sangat disayangkan. Tidak lama waktu yang kami habiskan di kebun ini. Selanjutnya kami akan mampir ke beberapa toko yang agaknya bisa dijadikan oleh-oleh. 

Mondo Noughat

Setelah puas melihat-lihat anggur, kini kami diajak ke satu kedai yang menjual aneka kacang dan noughat. Tahu noughat kan? Itu loh kalau di sini kaya B*ng-B*ng atau T*P. Mondo Noughat ini merupakan camilan seperti coklat yang terbuat dari campuran madu dan putih telur. Nah, asyiknya ke toko jajanan di Perth ini selalu ada free-tasting. Cuma gak bebas kaya di Margaret, kalau di sini ditanya orangnya ada berapa, jadi akan diambilkan sample sesuai jumlah orangnya. Yaiyalah ya kalau gak gitu bisa habis masuk tas tanpa beli, hahaha...
Mondo Noughat di Swan Valley

Karena cuaca di luar panas banget, anak saya lagi-lagi minta es krim. Saya juga ngiler sih secara ini home made, dan yang saya suka dari penjualnya adalaj kejujurannya. Beliau bilang bahwa yang tiramisu, dan saya lupa dia menyebutkan 2 rasa lainnya bahwa itu mengandung alkohol. Jadi kami disarankan pilih rasa yang lain. Whuaaa, aslii terharu banget, seneng jumpa pedagang kaya gini. Kan akhirnya karena jujur, kami malah beli 2 cup. 

Di dalam kedai Mondo Noughat ini sendiri ada toko lainnya yang lebih banyak menjual aneka kacang, kaya almond, pistachio, mete, dan lainnya. Ada free-tasting-nya juga tapi terbatas. Saya sendiri gak mencoba yang kacang-kacang karena si penjual menawarkan yang pedas, heuheuu.. Aah jadi nyesel sih gak beli noughatnya soalnya rasanya enak banget. Udah numpang ngadem dan nyicipin noughat gratis kami lanjut ke kedai lainnya. 

The House of Honey

Ternyata di Swan Valley ini benar banyak jenis panganan ya, selain noughat, kacang, dan anggur ada satu lagi yaitu madu. The House of Honey merupakan toko yang menjual beraneka jenis madu (yang utamanya), minuman, es krim hingga body lotion.
Honey Jarrah from Jarrah Forest
Madu Jarrah yang dibudidayakan langsung dari sarang lebah yang ada di hutan Jarrah, Australia Barat

Seperti kebiasaan toko makanan lainnya, di sini juga ada free tasting. Jadi kita bisa mencicipi aneka jenis madu mulai dari yang murah hingga termahal. Dan menurut saya yang terenak adalah madu Jarrah; merupakan khasnya madu di Australia Barat, karena memang hanya ada di sini yang berasal dari hutan Jarrah. Katanya khasiatnya banyak, baik untuk kesehatan. Beli gak? Kali ini beliiiii... Hihiii akhirnya... 

Di sini ada pegawainya yang orang Indonesia, namanya mba Atria, orangnya ramah dan cekatan. Saya akui orang Indonesia memang lebih terampil perihal ngasih service termasuk soal mengepak barang. Wehehe jadi ngelantur...
The HOuse of Honey Swan Valley
Paling kiri (Mba Atria) orang Indonesia yang udah belasan tahun tinggal di Perth
Okeylah, usai sudah perjalanan kami keliling Swan Valley hari itu. Karena suasana masih cukup terang meski sudah jam 4 sore, jadilah kami diajak ke sebuah taman kota dulu sebelum ke penginapan.


16 komentar:

  1. Wah kebun anggurnya meski belum panen ya terlihat lebat buahnya ya mbak. Pengen incip niiih haha

    BalasHapus
  2. Icip sana sini tapi belum tentu beli hihihi.
    Tapi kalau di luar negeri biasanya memang disediakan free tasting, free trial dan sebangsanya... Jadi slogan coba dulu, cocok, baru beli itu benar-benar dikedepankan...

    Btw, mupeng lihat kebun anggurnya 😊

    BalasHapus
  3. Seru banget acara jalan2nya. Kayaknya emang ssyik juga pakai agen kayak gini. Lebih tertata dan nggak repot terutama kalau bawa anak. Nabung ah nabung

    BalasHapus
  4. pengen nyomot buah anggurnya maaam, hihihi dasar orang Indonesia :)

    BalasHapus
  5. Anggurnya maniiis apa asam Mbak Arum? Biasanya buat minuman yaaa Mbak. Astaga aku suka banget ituuu toko coklatnyaa hahahaha :)))

    BalasHapus
  6. Aih, jadi pengen traveling. Belum pernah ke luar negeri. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak, saya juga pengen traveling ke luar negeri.

      Hapus
  7. aahh... mupeeengg... itu kenapa makanan kesukaan saya semua?

    BalasHapus
  8. Kalau enggak baca tulisan di kopermini ini, barangkali anggapan saya tentang swan valley pasti masih seputar angsa hihhihi..
    Saya jadi senyum-senyum sendiri baca bagian yang mengatakan orang Indonesia hanya icip-icip gratis tapi gak beli. wkwkwk...

    BalasHapus
  9. Aaaahh mupeng ke sana, semoga bisa ikutan merasakan apa yg dirasakan selama disana ya mba. Hahahaha, "icip icip gratis" ^_^

    BalasHapus
  10. Duh ternyata di mana2 sama aja ya org Indo itu suka ngicip gak mau beli. Wkwkwk... Jadi penasaran mak.baca statusmu sambil ngiler. Huhuhu

    BalasHapus
  11. Ternyata org Indo dimana2 sama aja ya. Nyicip gak mau beli. Wkwkwk... Duh jadi ngiler mak baca poatinganmu. Haha

    BalasHapus
  12. Duh pengen deh nyicip anggurnya, seger banget sepertinya..he

    BalasHapus
  13. ...akhirnyaa .. beli madu juga 😁
    Gimana rasanya,kak ?.
    Beda rasa atau sama saja kayak madu di Indonesia ?

    BalasHapus
  14. Daridulu, salah satu wishlist ku, bisa ke perkebunan anggur dan puas2in nyicip juga beli anggur di sana :p. Taulah, anggur eropa ato aussie itu nth napa selalu lebih enak :p. Sayang aja mahal kalo udh masuk supermarket jakarta :p.

    BalasHapus