Kings Park Botanical Garden; Taman Terluas nan Memesona

Wanju wanju

Aroma tetumbuhan asli benua kangguru di siang itu seketika menyergap hidung saya. Tidak cukup wangi namun cukup membuat saya sulit melupakan Perth.

Wanju wanju... 
Selamat datang di Kings Park Botanical Garden. 

We love this place so much! Ternyata luas taman ini melebihi luasnya Central Park di New York, Amerika yang artinya menjadikan Kings Park sebagai taman terluas di dunia. Taman seluas 4000 meter persegi ini memiliki keberagaman hayati yang sangat dijaga keasliannya oleh pemerintah Australia.

Buat kalian penikmat liburan penuh petualangan, mungkin Perth adalah kota yang membosankan. Tapi bagi kami pecinta liburan ala koper, Perth sama sekali tidak membosankan. Sekadar berjalan santai bersama keluarga atau duduk-duduk di bawah pohon sambil menikmati kota Perth adalah hal berharga yang bisa menambah kedekatan keluarga. Ya, selain pantai, taman kota merupakan tempat favorit bagi penduduk setempat ketika musim panas datang dan Kings Park Botanical Garden adalah salah satu pilihannya.
Nguapaiiin coba

Awal Januari lalu saya berkesempatan mengunjungi Perth. Kalau bumi belahan utara mungkin sedang dingin-dinginnya, negara wilayah selatan termasuk Australia justru sebaliknya. Namun demikian saya dan keluarga sangat menikmatinya. Katanya musim panas adalah musim terbaik untuk berfoto di alam terbuka. Langitnya yang biru cerah, bersih, dan bergradasi memberikam efek foto yang menakjubkan. Hmm... Benarkah?

Tugu Peringatan
Ketika memasuki taman kota ini, tampak dari kejauhan Tugu Memorial War atau yang dikenal State Memorial War yang berdiri gagah di tengah-tengah lapangan dengan rerumputan hijau merata bak permadani. Tugu tersebut didirikan sebagai pengingat akan orang-orang Australia yang gugur saat Perang Dunia I dan II. Semakin mendekat ternyata pemandangannya semakin indah. Bukan hanya tugu, melainkan tempatnya yang berada di tepian barat kawasan CBD Perth juga memberikan pemandangan langsung ke sungai Swan yang begitu anggun.
State Memorial War di Kings Park Tugu Peringatan
State Memorial War

Tidak jauh dari State Memorial War ada eternal flame (baca: api abadi) yang tak akan padam meski diguyur hujan. Letak api ini berada di tengah kolam. Saat musim semi tanaman berwarna merah menyala menghiasi sisi-sisinya. Terdapat tulisan "We Will Remember Them" seolah terukir sebagai bentuk ajakan untuk merenung akan peristiwa kelam masa itu.

Spot Terbaik
Banyak orang bilang tempat terbaik untuk mengintip geliat kota Perth dari taman ini adalah di Mount Eliza dan Fraser Avenue. Mount Eliza sendiri merupakan sebuah bukit di sebelah barat pusat bisnis Perth. Dulunya Mount Eliza bernama Mooro Katta atau Karta Gar-up (sebutan dari masyarakat Aborigin). Budaya suku Aborigin memang masih melekat kuat dengan Kings Park. Banyak penamaan flora yang berasal dari bahasa Aborigin.
Mount Eliza spot terbaik melihat kota Perth dari Kings Park
Mount Eliza? Im not sure. Tapi view dari sini juga cantik banget.

Tempat terbaik lainnya untuk melihat lansekap Perth adalah dari Fraser Avenue. Sepanjang jalan ini banyak berdiri pepohonan yang berjejer rapi. Di antara pohon-pohon tersebut kita bisa melihat hamparan sungai Swan yang menyejukkan mata, tampak perahu-perahu layar yang berlalu lalang di sungai tersebut.

Tempat Tertinggi di Perth
Saya rasa menyusuri Kings Park yang sedemikian luasnya gak akan terasa lelah. Suasana yang serba hijau nan asri ini ternyata menyimpan tempat unik. Lotterywest Federation Walkway; sebuah jembatan dengan panjang 620 meter terbentang membelah hutan kota di ketinggian. Jembatan dengan pembatas kaca ini memiliki lengkungan yang merupakan titik tertinggi di Perth. Jadi siapapun yang sudah melalui lengkungan jembatan ini artinya sudah melaui titik tertinggi di Perth. Panorama yang tercipta pun sangat indah terlihat aktivitas kota Perth dan sungai swan di sisinya.
Tertolong pohon eucaliptus yang menjadi sebagian kanopi di Lotterywest
Jembatan panjang dan titik tertinggi di Perth
We're on the highest point in Perth

Aktivitas yang bisa dilakukan
Saya sendiri memilih menyusuri setiap inchi taman terluas di dunia ini sambil memandang keindahan lukisan kota dan langit Perth. Menarik nafas dalam-dalam menikmati kesegaran udaranya. Berjalan di antara semak-semak, sesekali berhenti istirahat, kemudian berjalan kembali melihat koleksi flora di Kings Park.
Ada apa saja di Kings Park
Berjalan di antara semak, beberapa ada yang berwarna perak
Ruang publik seperti ini adalah surganya anak-anak
Banyak sekali aktivitas yang bisa dilakukan di sini. Sekadar berbaring di rumput sambil membaca buku, berbincang-bincang dengan teman, atau berjemur di bawah terik matahari sudah cukup mengisi siang sebagian orang waktu itu. Bahkan piknik di tengah padang rumput ini juga lumrah dilakukan. Pada sore hari tidak sedikit yang berjogging, bersepeda, hingga hunting foto. 

Pohon Berusia 750 tahun
Tanpa terasa hampir dua jam kami mengahabiskan waktu di Kings Park. Sesaat sebelum menyudahi wisata taman ini , ada satu pohon yang menarik perhatian saya. Itu adalah pohon Boab (Adansonia gregorii). Pohon ini sangat besar. Saat kami datang di musim panas kemarin tak ada daun rindang yang menaungi, musim panas memang waktunya meranggas bagi si boab.
Gini-gini bisa berbuah juga dan katanya manis lho

Menurut beberapa sumber pohon ini sudah berusia hingga lebih dari 750 tahun. Boab sangat berjasa saat masa kekeringan. Ia mampu menyimpan ribuan liter air di batangnya. Air yang disimpan dalam pohon tersebut akan keluar bila batangnya dilubangi. Boab merupakan pemberian suku Aborigin Gija. Beberapa flora lain juga diberikan nama yang berasal dari bahasa Aborigin. Aneka pepohonan yang ada di Kings Park adalah pepohonan langka dan khas, keberadaanya sangat dilindungi oleh pemerintah Australia. 

Sebagai ruang publik, Kings Park buka 24 jam setiap harinya dan siapapun bisa masuk ke taman raya ini secara gratis. Adalah pengalaman yang mengesankan bisa berjalan di taman terluas di dunia yang memiliki banyak keunikan serta pemandangan yang menakjubkan. 

So which of the favors of your Lord would you deny?

24 komentar:

  1. Usia pohonnya udah renta ya, 750 tahun... dan masih kokoh berdiri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaah... gak kelihatan 700 tahunnya ya...

      Hapus
  2. Tidak ada yang bisa mendustakan.

    Sungguh perjalanan yang membawa hikmah dari negeri Kanguru. Semoga saya juga bisa berkunjung ke taman tersebut.

    BalasHapus
  3. Apa? Lebih lua dari Central Park? Enggak kebayang..padahal CP luas bangets..!
    Keren sekali sebuah kota punya taman seluas ini, enggak perlu bingung cari udara segar dan tempat berkegiatan buat keluarga di alam terbuka.
    Apalagi dengan terjaganya dengan baik flora sampai 750 tahun usis seperti si Boab ini...
    Wah, Aussie bikin iri!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whuaa mba Dian sih sudah jelajah CP ya... hayuk mba masukin list, Perth deket kok dari Jkt.

      Hapus
  4. Pohonnya udah tua sekali, unik lagi, ya...bisa menyimpan air dalam batangnya.
    Kapan ya, saya dan keluarga bisa main ke Perth..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah ya mba. Harapan saya semua yg baca bisa ke sini atas izinNya. Aamiin.

      Hapus
  5. Kata temenku yg pernah kukiah di perth, kotanya memang cakep kok. Makanya dia jg ga prnh absen balik ke perth 2 thn sekali. Aku jd penasaran. Sbnrnya aussie udh ada dlm bucket list. Tp sprtinya baru bisa didatangin 2 thn lagi, secara jdwal traveling ampe thn dpn udh fix :p. Tp sbnrnya tujuan utamaku gold coast mba. Krn di sana ada rollercoaster tower of terror yg pengen bangettttt aku naikin :D. Super ekstreme. Tp kalo memang sempet utk ke kota2 lainnya di australi, perth bakal aku masukin sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beuuhh mantap euy jadwal traveling aja udah padat merayap. Lancar ya mba perjalanannya...

      Hapus
  6. Wahhh, pengenn banget ke sanaaaa

    BalasHapus
  7. Keren pengalamannya mbak..semoga suatu saat saya bisa ke sana bersama keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaminn ya Mujiib... trims kunjungannya mba :)

      Hapus
  8. Keren maaak... Fotonya cakep2. Ceritanya bikin pinisirin 😍 Btw... Kapan2 ajak aku ya mak kalau ke luar negeri. Hahaja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doakan aku mampu bayarin kelen smua ya maaak...

      Hapus
  9. Sukaaaa banget mampir ke blog ini. Meski bikin mupeng jalan-jalan hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heuheuuu... Trims kunjungannya mbok...

      Hapus
  10. Tempatnya bagus dan bersih. Amaze sama pohonnya, bisa nyimpen air dan kokoh biarpun umurnya 750 tahun Masha Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu bukti kuasaNya ya mba :)

      Hapus
  11. Wah luas banget tamannya. Pengen kesana mbak :D

    BalasHapus
  12. keren dan luas sekali. Usia pohonnya cukup sudah tua ya mba. kerennnn bikin betah berada disana.

    BalasHapus