Wisata Bandara Internasional Changi

Ada apa saja di bandara Changi

Awalnya sih gak sengaja mau menjelajah Changi, hanya saja karena jadwal tour kami di hari ke-3 cuma transfer to airport, jadi kami putuskan untuk cek out hotel pagi setelah sarapan. Namun karena ternyata cek outnya ngantre jadi kami kesiangan juga sih untuk mengeksplor Changi.

Pesawat kami take off jam 11.20 tetapi kami sampai bandara jam 09.30. Jadi masih ada waktu free sekitar 1 jam-an untuk jelajah tipis-tipis bandara terbaik di dunia ini. Megah, mewah, serba ada, itu 3 kata yang tepat untuk menggambarkan Changi versi saya.

Awalnya sih saat kedatangan di Terminal 3 kami mau photostop di Hello Kitty cafe tapi keponakan sudah lapar berat dan sang driver juga sudah menunggu cukup lama. Bukan karena pesawat kami delay, tapi karena ngantre sebelum landing, jadi pesawat kami berputar-putar di selatan Singapura sekitar setengah jam. Soal Hello Kitty Cafe tadi fix gak jadi ya meski sekadar foto, ahaha... 

Sekarang start ceritanya dari pintu keberangkatan Terminal 3 ya. Yang saya suka begitu masuk langsung ketemu counter cek-in dan toilet *biggrin. Setelah melewati imigrasi (yang bawa anak gak bisa ikutan pake smartgate, hiks) langsung disambut outlet Louis Vuitton yang megah banget dan instagrammable. Gak cuma kami, nyatanya banyak juga yang foto-foto di sini. Sebenernya ada apa aja sih di Changi?

Wisata Belanja
Buat kalian penggemar belanja barang branded, Changi adalah surganya. Ratusan outlet merk-merk dunia kumpul di sini. Mulai dari toko tas, parfum, baju, hingga sepatu semua ada. Jangan salah kadang barang-barang branded tersebut lebih murah dibeli di bandara ketimbang membelinya di pusat kota Singapore seperti Orchard Rd lho. Why? Beberapa toko di area transit memberikan duty free alias bebas biaya tambahan seperti pajak yang nominalnya lumayan. Saya juga sempat tergoda sih waktu ada tas ransel kipling yang lagi sale 50% dan memang harga tersebut lebih murah kalau dibandingkan harga di Jakarta. Cumaaa lagi-lagi bertanya dalam hati, "butuh apa pengen doang ya?" Heuheuu, ok skip!

Wisata Bermain Anak
Yang membawa anak kecil gak usah khawatir. Di Changi banyak tempat bermain anak dan itu semua gratis. Mulai dari children playground hingga The Social Tree yang ada di Terminal 1. Saat itu kami sampai rela berjalan jauh (baca: Alhamdulillah ketolong ada skytrain) dari T3 ke T1 hanya untuk melihat pohon digital tersebut. Padahal permainan ini banyak disukai anak-anak tapi sayang letak kameranya tinggi jadi sulit dijangkau oleh anak. Seru sih permainannya jadi kita foto di booth lalu pilih baju dari negara mana saja setelah itu seret ke atas, nanti foto kita atau anak ada di layar atas dengan pesawat atau sayap. Katanya sih bisa dishare ke facebook atau instagram, tapi saya gak coba.
The Social Tree ada di terminal 1 bandara changi
Ini sih harus digendong biar pas kamera, mukanya anak
Bandara Changi
Yuhuuu terbaang...

Wisata Transportasi
Lagi-lagi tentang anak. Kadang moda transportasi masal seperti kereta bukan hanya sekedar alat angkut untuk mengantar seseorang dari satu tempat ke tempat lain. Bagi anak skytrain di Changi (kereta yang menghubungkan antar terminal) bisa menjadi objek wisata yang menyenangkan. Menaiki kereta yang bersih, nyaman, dan gratis menjadi hiburan tersendiri. Saya selalu kagum dengan alat transportasi di Singapura yang bisa saling terintegrasi dan tepat waktu, gak di bandara gak di kota.
naik skytrain changi gratis
Jarang-jarang naik kereta :D

Wisata Souvenir
Gak sempet beli oleh-oleh? Tenang... Di Changi banyak toko souvenir, mainan, hingga coklat yang bisa dijadikab buah tangan. Kalau di keberangkatan terminal 3 dan pas gak punya waktu free yang lama, nah setelah imigrasi nengok ke kiri sedikit ada toko coklat The Cocoa Tree, bisa beli oleh-oleh di sana.

Wisata kuliner
Kami kemarin sih habis sarapan, jadi gak sempat mengeksplor tempat makan secara khusus. Yang jelas di Terminal 3 ada Singapore Food Street yaitu tempat makanan yang bernuansa tahun 1960an. Mudah-mudahan nanti saya cari infonya ya seputar tempat makan halal di Changi.

Alat bantu khusus dan relaksasi
Di sini gak sulit mencari stroller ataupun kursi roda. Kalau stroller itu gratis dan boleh dibawa masuk ke dalam skytrain, kalau kursi roda saya kurang tahu berbayar atau tidak. Buat orang tua ataupun anak muda yang merasa lelah dengan permasalahan hidup #eaaa bisa bersantai-santai di kursi pijat, gratis? Bayar dong.
Stroller bandara ini boleh masuk ke dalam skytrain

Free Wifi Area
Buat yang mager alias males gerak, gak mau kemana-mana, Changi juga udah paham banget. Ada area free wifi dimana kita gak usah capek-capek keliling Changi, cukup duduk manis dan berselancar menikmati indahnya dunia melalui layar mungil di handphone ataupun laptop kita.

Aneka Taman
Penyuka taman seperti saya sebetulnya wajib ke sini, hanya saja karena waktu kami sangat singkat, jadi cukup lambaikan tangan aja. Semoga next ke sini lagi dan bisa nikmatin semuanya. Saat itu saya lihat ada sign taman kupu-kupu kalau gak salah di terminal 3 yang letaknya di area transit. 

Prayer room
Changi juga menghadirkan tempat ibadah bagi umat muslim. Ini bukti Singapura khususnya Changi sebagai area transit begitu terbuka dan dapat menerima dengan baik perbedaan kultur dan agama di dunia.

Penginapan
Saat saya berada di hall keberangkatan terminal 3, gak sedikit saya lihat orang tertidur di belakang bangku tunggu. Bermalam di bandara memang sering menjadi alternatif bagi para backpacker ataupun mereka yang hanya memiliki waktu transit singkat. Namun, bagi yang menginginkan kenyamanan dan ada budget lebih menginap di hotel bandara bisa dicoba. Beberapa penginapan di Changi antara lain, Ambassador Transit Hotel di area departure transit Terminal 3 tepatnya lantai 3 samping movie theatre, Ambassador Transit Hotel juga ada di terminal 2, dan Aerotel Transit Hotel Singapore di terminal 1

Sebetulnya masih banyak yang bisa dijelajah dari Changi. Itu belum seberapa, waktu kami banyak terpakai di the social tree demi si anak biar tetap happy. Bagi saya Changi bukan sekadar bandara dan tempat transit, ada "surga" yang menjadikannya layak mendapat predikat bandara terbaik di dunia.
hotel murah di changi

7 komentar:

  1. Bunda ini blog barunyakah atau ganti domain? Hihihi *kepo aq. Tapi manteppp bun. Apa blog ini akan fokus k niche travelling? Soalnya pas nih. Kalau mau jalan2 bisa lihat blog ini dulu 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Yeniiii... ini yang baru khusus traveling aku kupas di sini. Hihii belajar dari dirimu :D

      Makasiih sudah berkenan mampir, semoga bermanfaat yaa...

      Hapus
  2. wah asyik juga ya bandaranay bisa digunakan wisata kalau lagi nunggu gak bosen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Tira... Apalagi kalau punya jam transit nanggung, gak bakal bosyen kayanya.

      Hapus
  3. Diantara sedikit bandara internasional yang pernah saya singgahi, Changi memang juwaranya..Komplit..plit. Bahkan kalau waktu transit lama, bisa ikutan city tour yang ada. Keren!
    Oh ya, dulu alat pijat kaki masih gratis..sekarang berbayar yaa..Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul. Kayanya sih masih gratis juga mba :)

      Hapus
  4. Pokoknya dari beberapa bandara yang pernah ane kunjungin, Bandara Changi best lah udah kayak mall isinya..

    BalasHapus