Jalan Sore di Taman Budaya GWK, Bali

ikon bali dan landmark pariwisata GWK Bali

Tempat ini dari awal memang sudah masuk dalam list liburan kami saat di Bali. Selain belum pernah, tempat ini kan ikonik banget sama Bali. Ibaratnya kaya belum sah kalau belum pernah mampir ke taman budaya ini.

Waktu itu kami mengunjungi GWK (Garuda Wisnu Kencana) sekitar jam 3 sore. Jadi setelah makan siang di Ubud kami langsung ke selatan, tepatnya ke GWK ini. Perjalanan cukup jauh kalau dari Ubud, kami semua sempat tertidur di mobil, jadi gak tau deh lewat mana. Qiqiqi #ampuuun, maklum kopermini taunya udah sampe aja.

Waktu itu kami mengunjungi GWK pada hari kerja tepatnya hari selasa, meski begitu suasana di sana cukup ramai. Kebanyakan sih ya turis, saya perhatikan beberapa ada dari India, Jepang, orang-orang bule, dan lainnya. Kami langsung menuju counter loket. Ada perbedaan harga tiket untuk WNI dan WNA. Harga untuk dewasa IDR 70.000 (senin-jumat), anak 5-12 tahun IDR 60.000, sementara anak di bawah 4 tahun masih gratis, kalau hari sabtu-minggu harganya 10.000 lebih mahal dari hari biasa. Taman budaya GWK ini buka setiap hari dari jam 08.00 - 20.00. Di depan loket ini juga sudah ada jadwal pertunjukan yang bisa kita nikmati. Mulai dari tari-tarian hingga nonton teater.
Ada tarian barong, kecak, di GWK
Klik untuk perbesar yaa...

Daya Tarik Utama

Patung GWK merupakan daya tarik utama wisatawan, termasuk saya ketika mengunjungi tempat ini. Oya areal taman budaya ini cukup luas jadi harus siapkan tenaga untuk mengitarinya ya, belum lagi kita harus mendaki beberapa anak tangga sebelum bisa menikmati kegagahan patung ini. 

Setelah memasuki kawasan GWK, kita akan disambut oleh fotografer untuk mengabadikan gambar, namun ternyata untuk bisa mengambil foto ini kita harus membayar. Awalnya saya pikir sudah termasuk harga tiket masuk, ternyata belum dan harganya lumayan dengan kualitas yang baik tapi terlihat photoshopnya. Justru lebih natural yang foto dengan kamera sendiri. Nanti kita juga diminta mengenakan kain kuning yang diikatkan pada pinggang.

Gagah dan kokoh itu kesan saya saat pertama kali melihat patung ini. Saya pun tak luput ingin segera mengabadikan keberadaan kami bersama patung yang katanya bila sudah rampung akan menjadi patung tertinggi di dunia mengalahkan patung Liberty di New York. Karena tempat ini berada di dataran tinggi, pemandangan yang tercipta sangat cantik, perpaduan lautan luas, langit yang biru, dan lalu lintas pesawat sangat memanjakan mata.

Penamaan Garuda Wisnu Kencana bukan tanpa arti. Dewa Wisnu kalau dalam agama Hindu dikenal sebagai dewa pemelihara yang mengendarai burung garuda. Konon katanya berasal dari kisah burung Garuda yang menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang kemudian dilindungi oleh Dewa Wisnu (Dewa Pemelihara). 

Menurut salah satu pemandu di sana katanya patung GWK ini ingin dijadikan ikon budaya sekaligus landmark pariwisata Bali. Arsitek patung GWK ini adalah I Nyoman Nuarta. Beliau saat ini tinggal di Bandung, sebagian patung GWK juga dibuat di sana dan bila sudah selesai nantinya akan diangkut ke Bali.

Karana akan dijadikan ikon budaya, tempat ini juga kerap memamerkan kesenian tradisional yang dimilikinya, makanya jadwal pertunjukan seni sudah tersusun rapi, sehingga siapapun yang ingin menikmati seni dan budaya Bali dengan waktu terbatas dapat datang ke tempat ini karena letaknya tak begitu jauh dari Bandara.


Plaza Wisnu
Ini merupakan area tertinggi di GWK di mana patung Dewa Wisnu diletakkan. Di dekatnya ada sumber mata air yang diyakini suci yaitu mata air suci Parahyangan somaka giri. Dikatakan suci karena katanya mata air ini tidak penah kering meski musim kemarau. Area ini dapat dipergunakan untuk cocktail party, pertunjukan seni budaya, video shooting, pre-wedding, upacara pernikahan, dan sebagainya.
Muka yang sudah pada kuyu, ehehehe...

Plaza Garuda
Ini merupakan areal di mana patung kepala Garuda tersebut diletakkan dengan pemandangan menawan tebing-tebing kapur Lotus pond di depannya. Lokasi ini juga bisa digunakan untuk gala dinner, video shooting, pre-wedding photo session, upacara pernikahan, dan lainnya.
Projek patung tertinggi di dunia
Area di sekitar patung garuda tersebut namanya Plaza Garuda

Lotus Pond
Tempat ini merupakan area utama dan terbesar di kawasan GWK saat ini, dengan dikelilingi tebing-tebing kapur yang megah dan berlatar belakang patung kepala Garuda. Yang bisa dilakukan di sini? Banyak, Berfoto, bersantai, berlari, berjalan santai, bersegwey, bermain layangan, dan lainnya. 


Indraloka Garden
Taman Indraloka terletak di sebelah Timur Restoran Jendela Bali, area ini berupa kebun dengan  pemandangan panorama kota Denpasar, Kuta dan sekitarnya yang indah  dari ketinggian tempat ini.  Sejujurnya kami tidak ke tempat ini, karena kami juga tidak tidak tahu di mana tempat pastinya. Maklum kami mengunjungi tempat ini tanpa pemandu, jadi yang kami kunjungi ya selewatnya kami saja. Dan lagi areal ini secara keseluruhan luas banget.

Amphiteater 
Kami juga tidak mengunjungi tempat ini, karena hari sudah sore dan kami masih berencana mengunjungi pantai (meski akhirnya tidak jadi juga, karena cuaca mendung sangat). Perkiraan setiap pertunjukan bisa memakan waktu 30 menit sampai 1 jam. Baiklah, next kita coba mampir ke sini. 

Tirta Agung
Area ini merupakan lorong-lorong di antara tebing kapur yang menjulang tinggi dan tangga masuk menuju lotus pond. Di tempat ini juga ada dua patung berbentuk tangan. Mana fotonya? Gak ada, ahahah... 


Naik bus menyusuri gunung kapur 
Awalnya saya pikir bus ini (yang tertera di pic utama) adalah bus rekreasi untuk mengitari seluruh areal GWK, ternyata bus ini membawa kami menyusuri gunung kapur dengan jalan yang berliku dan cukup terjal. Ampuuun, tau begini gak ikutan deh, ehehehe... Jadi bus ini mebawa kami mendekati ke sebuah bangunan yang rencananya akan di bangun penginapan, kantor, pusat hiburan dengan replika GWK di atasnya. 
Naik bus di dalam GWK
Tinggi juga yaa... 

Lapar melanda? Tenang, masih di kawasan GWK, ada restoran keluarga "Jendela Bali" yang menyajikan makanan chinese, internasional, dan yang gak ketinggalan khas Bali tentunya dengan pemandangan eksotis Bali yang menawan.

Nah, itulah cerita jalan-jalan sore kami di GWK, maafkan untuk semua foto narsis maupun foto yang gak ada, eheheh... Kamu sudah pernah ke GWK? Kalau belum, jangan lupa masukan ini dalam list saat ke Bali nanti ya...

25 komentar:

  1. Keren ini,kak ..
    Nantinya kalo udah rampung semua pengerjaannya pasti makin banyak pengunjung datang kesana.

    Semoga ya patung GWK cepat terselesaikan pengerjaannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga yaa terus nama Indonesia jadi bisa terangkat di mata dunia.

      Hapus
  2. Boleh nih rekomendasinya. Baru baca beritanya saja sudah seru, apalagi ada di lokai.

    BalasHapus
  3. Aku belum tahu GWK..Karena waktu keluar Bali tahun 2002 baru pembebasan tanah di area situ..
    Jadi harus ke situ ..harus itu kwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk bener mba Dian, harus itu.. haaaaruuus, catat ya! Ehehehee

      Hapus
  4. Belum pernaah ke sana!! Hihihi
    Jadi penasaran dengan patung GWKnya. Apalagi katanya bisa jadi patung tertinggi di dunia. Kereen ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti kalau ke sini jgn lupa mampir yo mbaaak...

      Hapus
  5. Lokasi gunung kapurnya luas ya. Sampai bisa dibuat macam-macam. Keren lah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang dulu awalnya ini area gunung kapur semua mba.

      Hapus
  6. Wah keren kakak! Aku dulu pas ke sana pas penuuuh sesak hihihi. Mau poto aja susyaah. Ini mah pas sepi yes jadi bisa narsis. Keren !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whuaaa iyakahh? Maau lihat dong antara ekspektasi dan realitinya, ahahaha...

      Hapus
  7. Ini lagi viral kalau patungnya udah jadi dan keren banget..
    Besok musti ke sana lagi mbak, liat langsung patungnya yg udah jadi.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whuaa iya bisa jadi dielu-elukan nih kalau udah jadi nantinya.

      Hapus
    2. Denger-denger udah jadi..
      Kemungkinan bakal jadi destinasi favorit libur lebaran ni...

      Hapus
  8. Cocok meong nih untuk saya yg blm pernah tahu Bali. Hehe. Ntar klo jd kesana bisa masuk lost nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya bisa masuk list ya mak? Ehhehe, semoga ya mak...

      Hapus
  9. Belum sempat kesana. Semoga suatu saat bisa kesana. Sudah banyak yang dibangun ternyata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah sebentar lagi kayanya tinggal menggabungkan bagian-bagiannya aja tuh.

      Hapus
  10. Iyaahh mbak. Harus siapkan tenaga kalau di sana soale luas bingittts.

    BalasHapus
  11. Wah ini nih, beberapa kali berita soal GWK saya baca hampir rampung katanya mba, terakhir kali pemasangan mahkota udah selesai. Denger2 kalau sudah jadi bakalan lebih tinggi dari Patung Liberty lho

    BalasHapus
  12. Siapa yang belum pernah ke Bali? *Saya angkat tanga*

    Sempet liat proses pemasangan beberapa bagian patung GWK ini di instagram, mbak. Dan sepertinya memang sudah hampir jadi--tinggal proses finishing beberapa part aja karena katanya patung ini bakal diresmikan tepat tanggal 17 Agustus besok. Bareng sama HUT Indonesia :D

    BalasHapus
  13. terakhir ke Bali cuma numpang lewat aja di daerah GWK ini. Bisa jadi next placelist nih, berburu tiket dl. Hehehehe

    BalasHapus
  14. Asyik yaa jalan2 ke sini. Kapan ya aku bisa ke Bali lagi

    BalasHapus
  15. Ini GWK masih belum banyak progressmya bunda.. Mahallll sekali tiketnya, kaget saya pas kesana.. kurang cocok kalo datengnya pas di puncak siang, kurang fotogenik.. :)

    BalasHapus
  16. Pernah kesini, dann tiketnya lumayaannn yaaa. Tapi secara pesonanyaaa boleh juga! Dan kalo dateng siang-siang dan terik, lumayannn fanasssnya

    BalasHapus