Mengupayakan yang Halal, di manapun Berada



Jadi begini, dulu saya tipe yang nggak peduli makanan ini halal atau nggak, selama masih di Indonesia dan nggak mengandung bacon, saya merasa semua halal. Padahal kan nggak gitu juga ya. Bisa aja mengandung alkohol atau kalau di roti itu mengandung rum, dan sebagainya. Singkat cerita, Alhamdulillah Allah Swt tuntun saya sampai suatu ketika saya menemui tulisan-tulisan dari Bunda Aisha Maharani (Founder Halal Corner) seorang inspirator halal yang banyak memberikan edukasi terkait pentingnya kehalalan ini. 

Bicara halal itu sebetulnya luas ya, nggak cuma soal makanan tapi juga rezeki. Cuma karena ini konteksnya di dalam dunia traveling, which is nggak jauh-jauh dari kuliner, maka saya fokuskan soal makanan aja ya.

Terkait soal kehalalan, Nabi pernah berpesan, "Sesiapa yang mengusahakan barang yang halal untuk keluarganya, ibaratnya ia seorang pejuang di jalan Allah. Dan sesiapa yang mencari dunia yang halal dengan menjaga diri dari sesuatu yang tak berguna, maka ia menduduki derajat seorang syuhada."

Masya Allah ya, ternyata siapa-siapa yang berusaha menggapai yang halal itu diibaratkan seorang syuhada. Karena memang menjaga diri dari yang haram itu butuh perjuangan sih. Ini kan perihal menahan hawa nafsu. Secara biasanya yang haram itu selalu terbalut oleh sesuatu yang menyenangkan, makanan yang enak, nyarinya nggak pake ribet, sementara yang halal kebalikannya.

Sebagai muslim yang hobi jalan, jelas ini tantangan banget. Misalnya saja saat safar, kalau maskapai lokal dan timur tengah biasanya gampang aja karena umumnya mereka menyediakan makanan halal. Sama kaya traveling ke negara muslim mayoritas kita juga nggak sulit nyari makanan dan tempat ibadah. Tapi kalau bepergiannya ke negara-negara barat, ini yang jadi tantangan banget. Bagaimana supaya kita tetap bisa traveling tapi nggak meninggalkan syariat. Solatnya dijaga (Maha Baik Allah, kita diberikan rukhsah dengan solat qasar), makanan halal dijaga (salah satu solusinya ikut paket tur muslim, ada yang bilang kalau di luar negeri katanya selama no bacon, no lard, no alcohol, boleh-boleh saja karena statusnya darurat), juga aurat dijaga. Pernah mendengar kisah teman, jadi saat mereka ke Amerika temannya si teman ini sampai membuka jilbab lantaran khawatir melewati pemeriksaan imigrasi yang begitu ketat. Ya Allah, semoga kita terjaga dari hal-hal seperti itu ya. Asliii memang berat mengupayakan yang halal ya, tapi semoga Allah mampukan dan mudahkan.

Agar doa lebih dikabulkan

Sahabat Nabi, Saad Ibn Abi Waqash juga pernah bertanya, "Bagaimana caranya agar doaku lebih dikabulkan?"
Nabi menjawab "Jaga makananmu!" Nah, jleb kan! 

Senada dengan hadis Rasulullah SAW berikut:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan :

“Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].

Serupa dengan pesan Nabi yang saya kutip dari salah satu tulisan motivator favorit saya:

"Sesiapa yang menyantap makanan yang halal selama empat puluh hari, niscaya Allah akan menyinari hatinya dan akan memancarkan hikmah dari hatinya ke lisannya."

Luar biasa efek menjaga yang halal, sudah mendapat ganjaran surga, mendapat ilmu, kecerdasan, kebijaksanaan, dan yang pasti kesehatan.

Ya inilah salah satu alasan kami kerap menggunakan jasa travel muslim untuk keperluan perjalanan kami, selain kenyamanan juga untuk kemudahan. Tapi kan biasanya nggak murah, ternasuk hotel dan restoran halal yang umumnya memasang rate lebih tinggi ketimbang yang biasa. Iya bisa jadi sih karena kan ada biaya tambahan untuk sertifikasi. Seperti saat saya mencari penginapan di Singapura umumnya hotel halal itu merupakan hotel bintang 4 dan 5 dengan rate yang cukup tinggi, alhamdulillah setelah searching sana sini ketemulah hotel halal ini. Meski agak jauh dari pusat kota tapi it's okey!

Lagipula mahal atau murah itu relatif, yang penting berdoa semoga dimampukan, karena kita punya Allah Yang Maha Kaya. Dan yakin aja apabila kita melakukan sesuatu karena Allah, maka Allah yang akan mengganti dengan yang jauh lebih baik. 

Ibaratnya gini, saya sering lihat orang-orang sekitar saya, kalau mereka kedatangan tamu atau saudara jauh, justru mereka yang didatangi itu yang menggantikan transport bahkan kadang sekalian penginapan untuk sang tamu. Itu baru manusia, bagaimana kalau yang mengganjar Allah Swt? Allah Swt menjanjikan akan membalas 10, 100, 700 kali lipat bahkan sampai bilangan yang tak terhingga. 

Nah, ini juga berlaku untuk ibadah haji. Hukum berhaji kan wajib. Yakin aja Allah yang mengundang, dan kita berupaya memenuhi undangannya. Soal rezeki insya Allah akan Allah ganti dengan yang jauh lebih baik. Bukankah ganjaran haji mabrur adalah surga?

Kembali lagi ke perihal mengupayakan yang halal, biasanya barang bawaan wanita juga nggak jauh dari namanya make-up. Kalau saya sendiri prefer menggunakan produk yang sudah berlabel halal, kecuali memang nggak ada yang lain. Memang kesannya ribet ya, tapi katanya berlelah-lelah di jalan Allah itu nikmat.

Tulisan ini merupakan pengingat bagi diri pribadi, sama sekali bukan merasa sudah sempurna dan sungguh bila ada yang kemudian merasa terpanggil untuk berhijrah itu semua semata-mata karena rahmat Allah Swt. Semoga kita semua senantiasa Allah mudahkan menjaga diri dari yang diharamkan, diberikan kecukupan rezeki, dan ridhoi apa-apa yang kita lakukan. Yang benar dari Allah Swt, yang salah dari saya. Love you all coz Allah Swt! *growingheart* 

26 komentar:

  1. "berlelah-lelah di jalan Allah itu nikmat": wah, terima kasih sudah diingatkan, Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kita saling mengingatkan ya mba :)

      Hapus
  2. itu kekhawatiran kita ketika keluar indonesia..
    namun anehnya itu bukan jadi kesulitan bagi saudara musiim lain yang memang sudah bermukim di negara yang minoritas muslim..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah karena sudah terbiasa kali ya jadi lebih paham tempat-tempat dan makanan halal.

      Hapus
  3. Makan makanan yang halal, kalau saya merasa lebih aman, karena dari makaanan tubuh kita bertumbuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba Nia dan lebih tenang batin yaa...

      Hapus
  4. Kehalalan suatu makanan yang ingin sy konsumsi penting bgt karena akan berpengaruh utk kita para muslimah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, katanya makanan non halal dapat mengeraskan hati juga. Semoga bisa istiqomah ya.

      Hapus
  5. HALAL itu WAJIB... Semoga kita termasuk orang yang selalu berjuang untuk kehalalan kehidupan kita

    BalasHapus
  6. semoga bisa juga istiqomah mencari yg sudah pasti halal dg jaminan label halal...amiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin semoga ya mba kita saking mendoakan :)

      Hapus
  7. Semoga kita semua senantiasa dimudahkan dalam urusan halal ini dimanapun berada...Aamiin

    Terima kasih sudah diingatkan Mbak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba termasuk ketika lagi liburan di luar sana ya.

      Hapus
  8. Yup, memastikan setiap makanan kita halal wajib hukumnya. Kadang kalau di mal kita suka asal masuk aja ke restoran atau asal beli makanan karena ngeliat tampilannya menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Qiqiqi bener Uniii... Dulu saya juga gak peduli main masuk aja. Semoga sekarang bisa lebih menahan diri.

      Hapus
  9. Nah iya mbak, soal roti yg blm ada logo halalnya itu dulu aku ya santai aja, tapi suamiku teges dlm hal ini. Akhirnya ikutan gak makan. Beli yg pasti2 aja, sebisa mungkin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whuaa salut mba memang harus tegas ya sama diri sendiri.

      Hapus
  10. itu kutipannya ngena banget ka. soalnya saya sering denger.. konsumsi yg haram memang bisa mendatangkan yang buruk bagi manusia, baik kesehatan fisik maupun moral

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, bisa mengeraskan hati juga..

      Hapus
  11. Terimakasih sharing ny kami sering Travelling tapi masih aman si soal mkanan ,JD bisa lebih waspada akan segala yg halal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whuaa sering traveling ya.. Semoga dimudahkan ya mba di manapun berada.

      Hapus
  12. Penting sekali memakan makanan yang halal, lebih baik meninggalkan makanan yang belum jelas kehalalannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, semoga istiqomah :)

      Hapus
  13. Jangankan d luar negeri y, d dalem negeri juga ngeri kepleset yg gak halal. Apalagi sekarang menjamur bgtz. Kudu hati2 banget

    BalasHapus
  14. Terima kasih sharingnya, bisa buat panduan untuk traveling. di Bali pun tidak susah mencari makanan halal. Jika makanan yg disajikan non Halal, maka selalu ada sign non Halal untuk mengingatkan

    Numpang ngiklan dikit ya mbak :)
    untuk yang mau jalan2 ke Bali, butuh moda transportasi darat khususnya travel, silahkan kunjungi kami di laman Travel Jember Bali

    BalasHapus