Panduan Traveling Bagi Muslim

Panduan safar dalam islam

Fadzkuruni adzkurkum, wasykuruli wala takfurun.
Ingatlah kepadaku(Allah) maka aku akan ingat kepadamu.
Dan Bersyukur lah kepadaku. Dan janganlah kamu kufur.
(Q.S. Al-Baqarah : 152)

Hakikatnya hidup adalah sebuah perjalanan. Oleh sebab itu sudah sepatutnya kita senantiasa melibatkan Allah Swt di setiap langkah perjalanan kita, baik untuk keperluan mudik, liburan, ibadah, dan hal baik lainnya. Ingatlah Allah Swt di kala lapang, maka Dia akan mengingat kita di kala sempit, karena tak ada satupun yang dapat menolong kita dari keburukan yang ada di muka bumi melainkan dengan perlindunganNya. 

Tulisan berikut saya kutip secara utuh dari tulisan PPPA Daarul Quran yang masuk ke email saya bulan Ramadhan lalu, dengan judul "Kiat-Kiat Mudik Dalam Islam."

1. Berdoa ketika meninggalkan rumah

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah,”

اللَّهمَّ إني أعوذ بك أَن أَضِلَّ أو أُضَلَّ ، أَو أَزِلَّ أو أُزَلَّ ، أو أَجهَلَ أو يُجهَلَ عليَّ

“Ya Allah! sesungguhnya aku berlindung kepadaMu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (syetan atau orang yang berwatak syetan), atau tergelincir dan digelincirkan (orang lain), atau dari berbuat bodoh atau dibodohi.” (hadits Shahih, dishahihkan Al-Albani dalam kitabnya Shahih Sunan Abu Daud 5094).

2. Berdoa ketika naik kendaraan (bus, kereta, kapal, sepeda motor, mobil, pesawat, dll)

اَلْحَمْدُ لِلهِ (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَـهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَلْحَمْدُ لِله اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِله ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Segala puji hanya milik Allah, ( Maha Suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedangkan sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat). Segala puji hanya milik Allah, Segala puji hanya milik Allah, Segala puji hanya milik Allah, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Mahasuci Engkau, Ya Allah.

Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud 2602, Tirmidzi 3446, Hakim II/99, Ahmad takhrij Ahmad Syakir 753, Hadits ini Shahih)

3. Islam memberi kelonggaran untuk menjamak dan meng-qashar shalat ketika perjalanan.

Menjamak shalat berarti menggabungkan 2 shalat dalam satu waktu. Sedangkan meng-qashar berarti meringkas shalat, misalnya 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Orang yang berpergian meng-qashar shalat ketika telah berniat safar dan meninggalkan semua rumah di kampungnya, ini sebagaimana yang dikatakan Ibnul Mundzir.

4. Ketika ada gangguan selama perjalanan, hendaknya mengucap basmalah.

Misalnya ketika kendaraan mogok, janganlah mengucap sumpah serapah atau menjelek-jelekkan syetan. Hal ini akan membuat syetan besar kepala. Namun berucaplah basmalah (bacaan “bismillah”)

5. Saat menjumpai jalan naik atau di ketinggian, hendaknya bertakbir. Ketika jalan turun, bertasbih.

Hal ini berdasarkan hadits Jabir, ia menuturkan, “Apabila (jalan) kami menanjak, maka kami bertakbir, dan apabila menurun maka kami bertasbih”. (HR. Bukhari)

6. Ketika singgah di sebuah tempat, disunnahkan berdoa dan membaca dzikir ketika masuk desa/kota.

Dari Khaulah binti Hakim As-Sulamiyyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia berdoa:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung kepada dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan makhluk yang Engkau ciptakan.” (maka) Tidak akan ada sesuatupun yang dapat memberinya madharat sampai ia berlalu dari tempat tersebut.” (HR. Muslim)

7. Perbanyaklah berdoa selama perjalanan, karena doa ketika safar (perjalanan) itu mustajab/ dikabulkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Terdapat tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi padanya: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan)

Jangan lupa maksimalkan ibadah dengan sedekah. Demikianlah panduan perjalanan bagi seorang muslim. Semoga bermanfaat. *growingheart.

Salam,

Written in 2 Syawal after the dawn prayer

6 komentar:

  1. Makasih bun telah mengingatkan dalam tulisannya. Saya baru tahu kalao jalan menanjak itu bilang takbir kalau menurun tasbih ya. Biasanya saya cuma baca surat aja kalau lagi tegang di perjalanan hihihi

    BalasHapus
  2. Wah...saya lagi di perjalanan nih. Ga mudik sih. Dr Bandung ke Bekasi, naik KA.
    Makasih tipsnya...

    BalasHapus
  3. Nomor 7 baru tahu saya..
    Terima kasih sudah share..

    BalasHapus
  4. Jazakillah Mbak Aruuu, dapat ilmu baruuu aku

    BalasHapus
  5. Memang benar mba Dwi, berdoa sebelum, selama dan setelah perjalanan itu sangat penting ya. Untuk membentengi diri dari marabahaya.

    BalasHapus
  6. Terimakasih Mbak Arum. Infonya bermanfaat sekali. Selama ini kalau mau berpergian ya hanya bismillah aja. Reminder banget niih.

    BalasHapus