Menginap di Mercure Jakarta Simatupang


Acara menginap kali ini berbeda, sangat berbeda dari yang sudah-sudah. Apa bedanya? Baru kali ini kami ngotel tanpa rencana. Jadi ini sebetulnya bukan liburan lebih tepatnya dipaksa liburan karena ada suatu urgensi yang menyebabkan kami harus mengungsi sementara waktu, #tsyah. Apakah alasan dibalik itu? Kayanya nggak perlu tahu ya, hihi kopermini malu...

Okey deh lanjut saja soal kesan-kesan selama keluarga kopermini menginap di Mercure Jakarta Simatupang ya ...

Kedatangan kami sore itu sedang hujan deras, belum mandi, lagi kuyu-kuyunya, aah pokoknya lagi nggak camera-face banget lah. Etapi petugasnya tetap ramah, lho! Sejak pemeriksaan keamanan kendaraan sampai pas nunggu di lobby semua staff ramah, cumaaa ... Hmm, ada satu ganjalan sih, mungkin si staff ini nggak ngeh kali ya.

Jadi saya kan waktu itu duduk di mobil tepatnya di kursi belakang nemenin si anak yang lagi kecapean banget. Nah, karena sudah kebiasaan pakai child lock jadilah saya ikut terkunci dari dalam dan harus dibukain sama seseorang yang ada di luar. Biasanya kan yaaa, kalau ada mobil yang berhenti di depan lobby, petugasnya langsung bukain pintu mobil ya, tapi yang ini nggak. Sampai suami saya buka kaca dan bilang, "Mas, tolong dibukain dong yang belakang." Terus barulah staff itu dengan ramah membuka pintu. Buat saya sih it's ok. Malah kadang yang saking sigapnya buka pintu suka bikin risih, ya nggak sih. Kita belum siap misal masih benerin hijab atau tas anak eh udah main dibuka aja. Hihii ... Balik lagi sih ini soal selera. Oke lanjut.

Check-in process
Saya dan si anak pun masuk sementara suami melaju dengan mobil ke basement mencari parkiran. Kesan pertama ketika memasuki lobby ini desainnya modern dan elegan. Tidak begitu luas namun permainan cahaya lampu-lampu yang berwarna kuning keemasan memberi kesan wah dan menambah efek ketenangan gitu deh. Proses cek-in nggak lama, nggak ribet juga, paling diminta uang deposit aja sebesar 500ribu yang mana harus dibayar cash (nggak bisa debit).
Alhamdulillah ... Kopermini dapat koper mini baru dari Adinda Azzahra Tour & Travel

Room ambiance
Kami memesan kamar standar dengan double-bed, ruangannya tidak begitu luas (namanya juga standard room :D), namun semua tertata sangat apik, rapi, dan bersih jadi tetap memberi kesan lapang. Yup. desain kamarnya modern minimalislah, satu yang saya kurang suka yaitu lukisan di dinding yang terlalu banyak detail gambarnya, sedikit memusingkan. Jadi, konsep lukisannya semacam menggambarkan atmosfer ibukota which is ada macetnya, tukang jualannnya, bajajnya, dengan kepadatan penduduknya. Kayanya nggak pas aja, setelah bermacet-macet di luar terus begitu masuk kamar disuguhkan lukisan kepadatan kota Jakarta lagi. Sorry to say kalau saya bilang lukisan ini lebih cocok berada di kamar anak.

Kamar mandi dan semua amenities standar hotel tersedia, meski saya sih tetap prefer membawa alat mandi termasuk handuk sendiri. Mini bar dan kettlenya juga berfungsi dengan baik. Kamar kami berada di lantai 8 dari 19 lantai yang ada, jadi pas lah ya di tengah-tengah. Dari sini juga pemandangannya asyik buat melihat traffic ibukota. Oiya sayangnya penerangan di kamar ini temaram saja, mungkin bagi yang terbiasa dengan pencahayaan seperti ini sangat baik buat relaksasi dan pastinya memberi kesan romantis. Atau ... bisa jadi  ini juga menjadi langkah hemat energi yang dijalankan oleh Mercure Jakarta Simatupang. Tapi bagi saya yang biasa dengan kamar terang, justru hal ini memberi effort lebih pada mata untuk adaptasi.

Di kamar tipe ini juga sudah tersedia setrikaan lengkap dengan papan setrikanya. Jadi memudahkan banget kalau mau ngerapiin kemeja, hijab, atau sekadar menghangatkan handuk *biggrin. Nggak bawa alat solat? Tenang, kita bisa meminjamnya juga kok, tinggal calling housekeeping nanti diantar seperangkat alat solat tersebut.

Soal kamar apalagi ya? Hmm ... iya satu lagi, bantalnya oke banget, sangat nyaman digunakan. Saya termasuk yang sulit cocok dengan bantal hotel karena biasanya masih sangat tebal dan tidak enak di leher. Tapi di Mercure Simatupang ini bantalnya bisa menyesuaikan lekuk antara kepala, leher, dan punggung atas dengan baik.

Breakfast menus
Anak saya pagi itu sudah ribut minta makan jam 05.30 pagi. Heuheuu, sementara kami nggak punya roti maupun biskuit. Ya sudahlah ya, rame-rame kita coba ke Graffiti Resto di lantai 1, nanya ke stafnya sudah buka belum untuk sarapan, ternyata ... sudah doong. Wow, Kereen! Keren baik dari segi waktu pelayanan maupun tempatnya.

Tiap sudutnya instagrammable banget, interiornya bagus didominasi warna hitam, putih, dan abu. Menunya cukup variatif dari Indonesian, Western, Chinese, hingga Japan. Sayangnya, telur di egg-corner sudah siap santap jadi tidak hangat lagi. Mungkin biasanya fast-moving kali yah jadi sebagai antisipasi supaya tidak terjadi antrean. Minumannya saya suka karena tersedia fresh-juice. Soal rasa makanan cocok untuk lidah bule. Pelayanan staffnya biasa saja tidak ada yang spesial.
Yang suka sushi, mana suaranya??? 
Laperrr, Bu???


Facilities on 19th floor
Kolam renang, cafe and bar, fitness center, semua ada di lantai 19 alias roof top. Tidak ada children playground, kecuali sabtu dan minggu di lantai 1. Kolam renanagnya sangat minimalis, tidak cocok untuk liburan anak. Untuk cafenya sendiri buka sejak pukul 17.00 wib. Meski kami datang pagi hari, tapi kebayang sih bagaimana suasana malam di roof-top ini. Pendar cahaya lampu dari gedung-gedung sebelah serta lampu kendaraan di jalan pasti menambah hidup suasana di lantai atas itu.
Kolam renang yang sangat minimalis
Karumba

Location
Strategis bangeettt. Mall? Banyaaak. Ada Pondok Indah Mall (PIM), Cilandak Town Square (citos),  South Quarter, Poins Square, juga Carrefour. Rumah sakit? Ada RS Siloam Simatupang, RS Pondok Indah, RSUP Fatmawati, RS Mayapada. Mau ke Bandara Soetta juga nggak jauh-jauh amat, langsung masuk tol sekitar 30 menit sampai kalau nggak macet, biasanya sih nggak ya karena kan lewat tol. Nggak bawa kendaraan? Tenang selain bisa calling taxi atau ojol, juga sekitar sini banyak transportasi publik, apalagi saat ini sedang pembangunan MRT, wah kalau sudah jadi asyik banget.
Apakah kalian memandang bangunan yang sama? #MRT

Value for money?
Karena saat itu kondisinya mendesak, jadi kami tidak sempat membuka situs booking-online. Kami langsung saja menelpon hotelnya untuk menanyakan ketersediaan kamar. Saat itu kamar dibuka dengan rate 1.1juta/malam/kamar yang sudah termasuk sarapan untuk 2 pax.

So kesimpulannya, kalau melihat dari semua yang ditawarkan hotel ini memang lebih cocok untuk keperluan bisnis. Tempatnya yang tidak begitu luas membuat semua areanya sangat mudah dijangkau, hal ini bisa menghemat waktu dan tenaga para bussinessman yang butuh mobilitas tinggi. Ada cafe and bar di roof-top yang bisa dijadikan tempat nongkrong melepas penat serta cozy restaurant yang cocok menjadi tempat kumpul atau bertemu client. Kamarnya juga cukup kedap sehingga memberi ketenangan baik dalam istirahat maupun menyelesaikan pekerjaan.

Sayangnya, bila memang sasarannya untuk bisnis, menurut saya kualitas penerangannya di kamar kurang mendukung, karena saya pribadi merasa kurang nyaman melakukan aktivitas menulis dengan kondisi demikian. Dan satu lagi, lukisan di dinding yang kurang kalem tidak cocok untuk suasana bekerja atau melepas penat.

Jadi, apakah saya mau kembali lagi? Hmm ...  I'll think it twice. Yang jelas untuk  liburan keluarga sih tidak, tapi kalau menjamu tamu atau ada urusan bisnis mungkin bisa jadi pilihan.

So saya kasih nilai hotel ini 3.5 out of 5. *smile

Sekian review kopermini kali ini, see you :)



28 komentar:

  1. Seru nih. Sesekali perlu juga deh stacation di hotel mana gitu. Sayang kolam renangnya kecil banget yah. Berenang 2-3 kali kayuh udah sampai. Hehe...
    Ditungggu review berikutnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Bun kolam renangnya memang minimalis beeet, malah ekstrimnya ada yg bilang lebih mirip kolam ikan hias.

      Hapus
  2. Thank you reviewnya kopermini, jadi nambah nih list hotel mana yang bisa buat keluarga dan mana yang untuk urusan bisnis.

    BalasHapus
  3. hmm biasa kalau untuk bisnis orang cuma tidur di kamar, kalau mau meeting di meeting room, nego-nego bisa ke restoran, kayaknya maksudnya gitu...hihihi, jadi temaram lampunya.
    Tapi, so far lumayan juga breakfastnya ya..#salfok hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya bisaa... bisaa... maklum yg nginep penulis yg doyan ngamar... qiqiqi...

      Hapus
  4. Whoaaa ... Aku salah satu orang yang sudah lelah dengan kemacetan Jakarta termasuk Simatupang. Kalau di Jakarta, aku lebih memilih menginap di apartemen karena bisa sak-masak. Padahal sih bawaannya mie instan doang hehehe ...

    Eh kalau dilihat dari gambar, sepertinya aku banyak sepemikiran nih sama Mbak Dwi Arum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss dulu klo gt mbaaak. Ini juga mendesak, entah kenapa mikirnya langsung ke sini padahal sebelahnya lagi ada yg nyatu sama mall dan kolam renangnya mayan gede. #pastitaunih... hehee

      Hapus
  5. Bunda Dwi itu ya ondel-ondelnya ngeliatian bunda Dwi terus pas di foto hahahha. Kalau ada Erysha liburan ke sana terus ngeliat ada patung ondel-ondel. Pasti seneng banget. Semofa berkesemparan bisa liburan n ngerasain hotel di sana ya 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Bun. Biasanya anak2 pada takut sama ondel-ondel lho, Ersyha hebat...

      Hapus
  6. Ini rumah dekat banget sama rumah saya, tapi saya sendiri gak pernah ke hotel *ya ngapain wkwk. Have fun bun sekeluarga hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whuaa mungkin rumah kita berdekatan nih... Aku juga deket siniiiih mba...

      Hapus
  7. Reviewnya detil banget...Sippp...Moga-moga ntar klu nginap di Malang bisa cucok dengan hotel yang mb pilih yaa...😊😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihii dinikmati aja ya mba. Semoga lancar, sehat, selamat, berkah buat semuanya... Aamiin

      Hapus
  8. Detil reviewnya mb...hehe...plus minus hitel memang selalu ada yaa...Moga-moga pas ntar nginep di Malang dot hotel yang asikk ya mbaa..hehe

    BalasHapus
  9. Waaaah ... jadi pingin halan-halan yang agak jauhan nih, biar ada alesan "ngotel" hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihii hayuuk mba, main ke Jakarta yuks..

      Hapus
  10. Biasanya orang cari penginapan ty kolam renangnya. Sayang ya, tp yg lain okelah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaa, semoga nanti ada jalan keluar yg lebih baik ya...

      Hapus
  11. Wiiiih kopermini mah, keyeeen. Pengen nginep mah langsung cuzz nginep. Apalah daya simbok ini mau nginep mah kudu juauhhhh hari mikirnya huahahaha. Seneng deh sama reviewnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whuaa asik nemen yo mbok, mau nginep langsung cuzz, haha... Aamiin deh bisa semudah itu...

      Hapus
  12. Kolam renangnya lbh cocok utk taro di kamar aja kayaknya ya mbak, jadi yg honeymoon bisa nikmati berdua aja. Habis ukurannya terlalu kecil sih menurutku. Tp aku suka dg warna2 desainnya, minimalis tp elegan. Kapan ke jkt pengenlah icip2 nginap di hotel ini. Tq reviewnya mbak. Lengkpa nih. Aku suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya betul banget, jadi private pool gitu yaa cocooook...

      Hapus
  13. Saya juga sering tuh nginep di hotel2 yg di jakarta atau deket rumah, sama cucu2. Biar beda suasana & berenang sepuasnya...hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren Bunda Srieee, asyik ya liburan nggak usah dibuat susah ngotel yang deket rumah juga asyik kok.

      Hapus
  14. Yaaaah kogh g bs debet sih :D Aku juga kurang nyaman mba kalo penerangannya begitu. Kadang bawa laptop segala soalnya, buat nulis hehe. Tapi aku juga penggemar sushi juga loh, nyam nyam.

    Btw masak itu wajah kuyu2 sih, cakep gt loh. Apalagi kopernya orange, duh mupeng wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tosss kalo gitu mama Luiiii... Aku juga musti yang terang benderang kalo buat acara nulis-nulis gitu. Aseliii itu belom mandi malah abis kebanjiran di rumah, *ups... hehee

      Hapus
  15. Jaruangan accor group yg pernah aku coba cm Grand Mercure kemayoran dan ibis style. Kalo yg mercure simatupang blm sih. Tp yg pasti kalo grand mercure kemayoran cocok banget utk liburan keluarga, krn terasa lbh luas juga, kolam lbh gede, makanan buffet nya lbh banyak. Krn embel2 Grand nya itu juga kali yaa. Tp aku percaya semua jaringan accor group ini kalo bicara kenyamanan kamar, semua seharusnya mengikuti standard accor yg tinggi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah yaaa... Grand Mercure memang beda ya, mercure ini versi budgetnya, hihi ... Saya pun demikian beberapa kali menginap di jaingan Accor selalu puas baik waktu menginap di Novotel Tangerang maupun Palembang.

      Hapus