8 Tips Liburan ke Bromo Bersama Anak

tips liburan ke Bromo bersama anak

Liburan ke Bromo bersama anak? Why not! Bromo itu sudah terfasilitasi banget lho buat para turis. Bromo menjadi wisata "pendakian" yang ramah anak. Kita bisa dengan mudahnya menuju view point (baca: tempat melihat sunrise) dengan jeep tanpa perlu berlelah-lelah mendaki. Banyak warung makan, sekadar mie instan atau telur dadar dan ceplok mudah didapat. Namun demikian, kita tetap harus perhatikan apa saja yang perlu jadi catatan selama liburan ke Bromo bersama anak. Yuks simak tips berikut:

1. Pastikan kondisi anak fit
Jangan memaksakan keinginan. Daya tahan tubuh anak tidak seperti orang dewasa. Anak yang sedang meriang, batuk, dan pilek sangat mungkin membuatnya jadi cranky karena memang kondisinya tidak nyaman. Apalagi yang memiliki riwayat asma, ada baiknya konsultasikan dahulu ke dokter sebelum bepergian dan mintalah perbekalan obat-obatan yang bisa dibawa. Secara umum setidaknya bawalah obat penurun panas, obat pilek tetes (misalnya: breathy), balsam bayi, minyak telon, dan lainnya. Perhatikan juga kondisi fisik ayah bundanya ya. 

2. Pastikan anak kenyang tapi tidak kekenyangan.
Bila perut kosong dan terkena embusan angin yang dingin, siapapun mudah masuk angin. Nah, untuk menghindari hal ini pastikan anak kenyang tapi jangan sampai kekenyangan. Perut yang kenyang akan membuat anak lebih anteng dan dapat menikmati suasana dengan menyenangkan.

3. Pakaikan outfit untuk cuaca dingin
Kenakan jaket tebal, kupluk atau topi bulu yang menutup telinga, syal, kaos tangan, dan kaos kaki. Syal bisa juga digunakan untuk menutup hidung sang anak bila sewaktu-waktu ada deburan pasir. Bila masih bayi sangat dianjurkan membawa selimut bayi. Meski saat pagi hingga siang cukup terik namun anginnya masih sangat dingin. Sebaiknya gunakan semua kostum yang bisa menghangatkan. Demikian juga untuk kedua orang tua, pakailah outfit yang nyaman, sepatu cats atau sandal gunung sangat disarankan.

4. Siapkan makanan ringan dan air minum
Menjelajah Bromo tak cukup satu-dua jam. Sehingga sangat mungkin berangkat yang dalam kondisi kenyang seiring penjelajahan menjadi lapar kembali. Memiliki persediaan seperti roti atau biskuit susu bisa mengganjal perut sementara waktu dan jangan lupa lengkap dengan air minumnya ya. 

5. Siapkan gendongan yang nyaman
Yang bepergian dengan bayi, gendongan ala kangguru ini rasanya sangat nyaman, bayi akan merasa lebih hangat karena dekat dengan tubuh ibunya. Ibu pun tidak begitu lelah pada satu sisi bahu karena beban dibagi rata di kedua pundak. Kalau stroller? Saya sih tidak menyarankan, karena kawasan TNBTS ini kaya lautan pasir, mobil saja harus yang 4WD atau sebangsa Jeep untuk bisa melaju di tempat ini.

6. Siapkan payung lipat
Meski tidak sedang musim hujan, payung ini berguna untuk menghalau teriknya matahari kala siang. Bila musim hujan baiknya juga sedia jas hujan. Bulan agustus sangat dingin bahkan bisa turun salju, sedangkan paling baik untuk mengunjungi Bromo karena hawanya sejuk dan rerumputan tumbuh cantik adalah bulan April.

7. Ikhlaskan sunrise
Tak bisa dipungkiri salah satu yang menjadi andalan dan daya tarik Bromo adalah sunrise-nya. Gradasi warna yang tercipta sebelum, saat, dan setelah terbitnya dapat menyihir siapapun yang melihatnya. Namun untuk bisa melihat sunrise ini biasanya kita sudah harus bersiap sejak tengah malam. Nah, ini yang menjadi pertimbangan lebih buat para orang tua, akankah memaksakan kehendak melihat sunrise yang belum pasti terlihat (misal dalam kondisi mendung atau tertutup kabut dan awan), atau membiarkan anak beristirahat agar nyaman dalam menjelajah Bromo? 

Kalau saya prefer mengikhlaskan sunrise, demi anak cukup tidur, bangun dengan segar, dan nyaman menjelajahi Bromo. Percayalah Bromo masih sangat anggun berdiri di antara kompleks Pegunungan Tengger meski sudah melewati fase sunrise. Ingin tahu seperti apa panorama TNBTS selepas matahari terbit? Ini kisah saya ketika Lost in Bromo; Liburan Bersama Anak.

8. Berikan briefing 
Anak-anak itu sama kaya kita perlu di-briefing sebelum mengunjungi tempat baru. Kita juga seringkan membaca review, ingin tahu seperti apa tempatnya, harus bagaimana ketika di sana, dan semacamnya. Nah, anak-anak juga demikian, baginya mengunjungi tempat atau orang baru sama menegangkannya ketika kita harus bicara di depan umum yang dihadiri seorang Gubernur. Penting untuk memberi tahu bahwa kita akan melakukan perjalanan ke Gunung. Tambahkan informasi-informasi yang menyenangkan dan jangan menceritakan hal yang dapat membuatnya berpikir negatif. Dan untuk orang tua juga penting berpikir positif.

Nah, sekiranya itulah beberapa hal perlu diperhatikan ketika kita ingin mengajak anak berlibur ke pegunungan, salah satunya Bromo. Jangan lupa berdoa. Teruslah menjelajah bersama si kecil, tunjukkan padanya bahwa dunia ini indah dan wajib kita jaga keindahannya. Happy Traveling!


11 komentar:

  1. 8 tips nya oke banget, Mbak. Pernah ngalamin sih si sulung dulu ga nyaman di perjalanan gegara kekeyangan, hehe. Sampe di tkp jadi kurang ceria gitu. Iyes, kita pelesir ga cuma buat seneng2 tp juga mengedukasi anak ya :) Makasih sharingnya

    BalasHapus
  2. Belum pernah ke Bromo sih tapi sering baca2 kisah tentang keindahan Bromo. Seru pastinya ya, Mba....

    BalasHapus
  3. Tips yang oke Mbak..
    Anak-anak kalau sejak awal di briefing lebih dulu tentu akan lebih siap saat sampai di tempat.
    Karena pengalaman mendadak ada tambahan tujuan jadi kesel dan jelek moodnya.. kwkw

    BalasHapus
  4. Langsung nempel banget tips yang kedua. Pastikan kenyang tapi tidak kekenyangan, ini sih bukan buat anak aja, orang tuanya juga harus begitu, wkwkwk.

    Asyik Mbak, kenalkan alam sambil family time, seruuuuu

    BalasHapus
  5. Keren tips nya mb Arum..semoga bermanfaat buat yang pengen ke Bromo bersama anak-anak. Jadi lebih prepare dan insya allah bisa menikmati Bromo...

    BalasHapus
  6. Waaah makasih tipsnya mbak, ini kayaknya tipsnya bisa berlaku umum ya untuk setiap trip bersama bocah hihihi..

    BalasHapus
  7. Iya banget, ngejar sunrise tuh perjuangan. Saya pernah ma rombongan kampus, tengah malem berangkat. Smp anjungan dah penuh orang. Jadi yg kelihatan kepala² orang uy. Haha...

    BalasHapus
  8. Aku lagi ngajuin ke Bromo buat tahun depan. Ah, semoga dikabulkan oleh pemilik dana, hahahaha. Ini bisa jadi pemanasan sebelum mendaki yang sebenar-benarnya, jadi pas banget kalau yang dipilih Bromo.

    BalasHapus
  9. Makasih bun tipsnya, lengkap. Nanti kalau Erysha agak gede mau dibawa jalan-jalan ke sana ah.

    BalasHapus
  10. Kita hobi jalan, tapi belum pernah nyampe Bromo. Kayaknya harus diagendakan, nih

    BalasHapus
  11. Keren, semoga kesampaian bisa ke Bromo bareng keluarga. Tulisan mba kasi inspirasi buat kami. Terima kasih 😊

    BalasHapus