Perjalanan Mengajarkanku ...

Menfaat perjalanan

Sejatinya kehidupan kita adalah sebuah perjalanan. Dari suatu tempat ke tempat berikutnya, dari suatu waktu ke waktu berikutnya. Adakah kita mau mengambil pelajaran darinya?

Waktu yang hilang tak akan terganti. Sedetik berlalu menjadi sebuah pengalaman, pun sedetik ke depan menjadi sebuah misteri. Adalah saat ini yang bisa kita lakukan untuk diri kita, menjadi bahagia dalam taat padaNya.

Mungkin dulu kita pernah salah ambil langkah lalu menyesali keadaan tersebut parahnya rasa sesal itu terbawa sampai saat ini. Padahal rasa sesal itu ibarat batu besar yang terikat pada kaki Elang, sulit terbang tinggi baginya.

Menyesallah bukan untuk meratapi masa lalu, melainkan untuk mengubah masa depan lebih baik melalui tindakan kita saat ini yang bermanfaat. Memaafkan masa lalu adalah memaafkan diri sendiri, setelah sebelumnya meminta maaf pada Sang Pencipta.

Perjalanan mengajarkanku banyak hal ...


Entahlah, sejatinya perjalanan itu melelahkan namun tetap saja banyak orang yang menikmatinya termasuk aku. Beberapa temanku bilang, "gue suka liburan tapi gak suka packing!" Aku justru sebaliknya. Endorfinku bahkan sudah mengalir sejak aktivitas kemas-kemas.

Di sinilah, perjalanan juga mengajarkanku ketelitian, keteraturan, dan persiapan yang baik. Sebagai seorang melankolis, di mana kerapian sudah menjadi pembawaan, maka tak sulit membuat semuanya lebih ter-organize.

Perjalanan juga tak selamanya mulus, kadang kita dihadapkan pada kondisi menjemukan. Pesawat delayed, makanan tak sesuai selera, toilet penuh, semua mengajarkan kita bagaimana cara bersabar. Karena perjalanan menjadi salah satu waktu terbaik untuk berdoa, maka tahanlah ucapan kecuali yang baik-baik.

Perjalanan juga menjadi ujian keimanan kita. Sebagai muslim yang melancong ke negeri dengan minoritas muslim kadang kita menemui kendala tentang di mana tempat solat, di mana mencari makanan yang halal. Sayang jika kita melakukan perjalanan di bumiNya namun kita lalai dengan hal ini. Maka upayakanlah untuk bisa tetap solat meski jadi tontonan, who knows bisa jadi tuntunan serta upayakanlah yang halal di manapun berada.

Perjalanan juga mengajarkanku arti keajaiban. Bahwa nyatanya jika Allah berkehendak, kita tak harus punya uang untuk berplesir, tak harus bisa bahasa Inggris untuk ke luar negeri. Namun demkian, bukan berarti kita mengabaikan usaha. Terkadang pikiran-pikiran kita sendiri yang membatasi kemampuan kita. Perasaan merasa tak punya daya atau tak pantas adalah benteng yang menahan tatapan kita akan dunia luar. Cobalah untuk membuat hidup kita lebih sederhana, simplify your life. Merasa cukup dan bersyukur dengan yang ada.

Perjalanan mampu menambah wawasan kita, membuka cakrawala, menerangi hati dan membahagiakan. Mendatangi tempat yang baru, bertemu penduduk lokal, melihat bangunan unik nan bersejarah, juga memahami kebudayaan setempat menjadi ilmu pengetahuan baru buat kita.

Perjalanan juga mengajarkanku hikmah kehidupan, bahwa nyatanya nafsu itu ya hanya sesaat. Katakan saja kita hendak ke Paris, satu hal yang tak boleh lupa tentu saja berfoto di depan Menara Eiffel. Berapa lama kita berada di menara Eiffel? Buat yang ikut paket tour pasti tahu banget, satu jam berada di sana juga sudah bagus banget. See? Perbandingan antara lamanya perjalanan yang ditempuh dengan kenikmatan memandang eiffel sangat berbeda jauh.

Perjalanan pun mengajarkanku arti berjuang, beradaptasi, menghargai, sekaligus mensyukuri semua yang kita lalui.

Dan melalui perjalanan, aku menyadari betapa kecilnya diri ini. Sedikit melongok dari ketinggian melalui kaca jendela pesawat, betapa manusia, mobil, bahkan gedung pencakar langit sekalipun tak ubahnya seperti mainan. Demikian juga ketika kita di bawah memandang langit nan luas, maka pesawat yang melintas pun tak ubahnya seperti lalat yang terbang. Patutkah kita sombong? Semoga setiap perjalanan menjadikan kita lebih tawadhu. 


Perjalanan nyatanya banyak memberikan kita pelajaran. Dan melalui inilah kita benar-benar belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya bahwa kita harus tetap, bergerak, harus tetap mengayuh agar tak jatuh.

Perjalanan tak harus jauh pun tak harus mahal. Sekadar berjalan menyusuri taman dekat rumah, berkunjung ke rumah orang tua, menginap di penginapan dalam/luar kota, hingga sekadar menyicipi kuliner nusantara atau mancanegara sudah bisa memberikan kita banyak pelajaran.

Lakunkanlah perjalanan karena ia akan memberikanmu pengalaman-pengalaman baru dan berbeda, meski dengan orang dan tempat yang sama. Tidak percaya? Cobalah!


0 komentar: