Rumah Atsiri Indonesia; Agrowisata Modern di Tawangmangu


Seperti yang sempat aku singgung di artikel sebelumnya, mumpung lagi di Tawangmangu masih ada satu tempat lagi yang ingin kami kunjungi sebelum kembali ke Solo, yaitu Rumah Atsiri Indonesia.
Rumah atsiri indonesia


Awalnya tidak ada rencana ke sini namun saat cek-in di hotel Aziza Solo terdapat tumpukan brosur Rumah Atsiri di meja resepsionisnya. Isenglah diambil itu brosur oleh suamiku. Nah pas di kamar, aku pun nanya apaan ini yah? Kok kaya bagus sih? Ada gambar green house, bunga-bunga, dan beberapa informasi mengenai minyak atsiri. Di sini aku mikir, seru juga nih kalau ternyata menjual beberapa produk hidroponik atau organik.

Suamiku pun setuju dari brosurnya memang terlihat bagus dan unique gitu. Pas lihat lokasinya, ternyata sejurus dengan perjalanan kami ke Sarangan. Hmm ... cocoklah! Bisa nih dimampirin besok, kata suamiku.

Singkat cerita, sore itu selepas dari Telaga Sarangan mampirlah kami ke Rumah Atsiri Indonesia yang terletak di Jalan Watusambang, Plumbon, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Nggak sulit kok nyarinya, kalau ke Telaga Sarangan dari arah Solo pasti melewati. Belum sampai Tawangmangu atas deh sepertinya. Ada billboard besar sekali mengenai Rumah Atsiri, pokoknya eye-catching. Rumah Atsiri ini posisinya nggak persis di tepi jalan melainkan agak masuk sekitar 300 meter dari jalan utama.

Begitu masuk di gerbangnya, aku kira kita perlu membayar tiket, ternyata nggak dong ... Seriyes? Iyes ... Tapiii harus beli voucher senilai 50ribu/orang yang bisa kita gunakan di dalam, haha sama aja yaa ... Well, sedikit gerutu sih karena jatuhnya yah lumayan juga ya secara kita kan ber-6, walau anak kecil free sih. Etapi enaknya voucher ini bisa digabungkan lho.
Voucher rumah atsiri
Ini tampilan vouchernya.


Setelah membeli voucher, kami pun memarkirkan mobil. Lahan parkirnya cukup luas dan saat itu juga ada beberapa mobil yang turut parkir di sana, maksudnya nggak sepi juga kok tempat ini.

Keluar dari mobil, pemandanganku langsung dihadapkan pada sebuah bangunan green house yang cukup besar. Sayang tidak sempat intip isinya. Aku justru memilih berfoto di halaman depan ketika menunggu ibu mertuaku dan ontynya Alin ke toilet. Oya jadi di kawasan parkir ini ada toilet yang sangat bersih, konsepnya pun nggak jauh dari alam-alam gitu. Samping tempat aku berfoto ini ada sedikit bidang lahan yang ditanami lavender dan beberapa cemara. Cantique deh.
Rumah atsiri tawangmangu
Meski terlihat panas, tapi aslinya sejuk lho.

Rumah Atsiri ini konsepnya lebih ke eco-green living. Dindingnya dominan berupa kaca-kaca yang tembus pandang. Tak banyak permainan warna selain putih, hitam, dan warna alam. Atapnya tinggi dan miring membuat ruangan menjadi luas. Aku melangkah masuk antara penasaran dan bingung sih apa yang harus diselami, untungnya aku mulai kenal beberapa tanaman semenjak follow instagramnya dr. Zaidul Akbar.

Sebelum berkeliling, kami menyambangi meja resepsionisnya dulu dong, sedikit bertanya-tanya mengenai Rumah Atsiri Indonesia dan apa saja yang kita sebagai orang umum bisa kerjakan di sini.

Rumah Atsiri Indonesia


Jadi, Rumah Atsiri Indonesia ini adalah sebuah kompleks edu-rekreasi yang mana bangunan ini merupakan hasil restorasi dari pabrik Citronella Indonesia-Bulgaria tahun 1963. Banyak aktivitas yang bisa kita kerjakan di sini, mulai dari jelajah museum, tour taman dengan beragam koleksi tanaman atsiri, menikmati sajian restoran, berbelanja merchandise, hingga workshop yang bisa membangkitkan jiwa scientist kita.

Seru-seru lho kalau mendengar penjelasan mbaknya. Ada workshop membuat minyak telon, playdough, bath bomb, dan lainnya.i Kta juga bisa lho melihat demo penyulingan minyak atsiri di sini setiap hari sabtu, minggu, dan hari libur nasional. Waktu itu karena aku berkunjung pas hari kamis jadi nggak bisa lihat deh.

Setelah bertanya-tanya, kami melihat-lihat beberapa jenis tanaman di rak. Sebagai orang awam di bidang pertanian, sejujurnya aku nggak banyak tahu mengenai tanaman-tanaman ini.
Sejarah rumah atsiri karanganyar
Jadi kepengen juga di rumah koleksi beginian.
Setidaknya yang aku tahu bahwa di sana ada rosemary, serai, dan daun mint yang semuanya menarik hatiku banget. Langsung deh ngebayangin minum infused water dengan campuran salah satu dari tiga bahan tersebut. Hmm ... segeer pastinya.

Setelah itu kami langsung menuju restaurant di lantai bawah. Selain ada tangga juga ada jalur untuk difabel, tersedia kursi roda yang bisa digunakan secara gratis.

Masya Allah .... Cantik banget! Pertama kali aku turun ke restaurant dan melihat taman Marigold di sana. Bunganya berwarna warni kuning dan oranye sangat kontras dengan warna dominan Rumah Atsiri, bagus banget buat latar foto. Nggak heran, banyak muda-mudi yang juga ambil gambar di Plaza Marigold ini.
Htm rumah atsiri, karanganyar
Dan kami pun ... Love to take photos here


Sekilas Tentang Marigold


Oya, kalian tahu nggak sih kalau Marigold ternyata banyak dijadikan sebagai sesaji kalau bagi umat Hindu, makanya nggak heran kalau perkebun Marigold terbesar ini ada di India, sementara di Indonesia banyaknya di Bali dan dikenal dengan nama "Gumitir".
Museum dan laboratorium rumah atsiri
Cantique, yah!

Setelah bibit tumbuh, masuk ke tahap perawatan bunga. Pada fase vegetatif pemupukan dilakukan hingga 7-10 hari sekali. Penyiraman bunga Marigold dilakukan secara berkala tergantung musim dan kebutuhan tanaman. Umumnya hama yang menyerang adalah ulat dan tungau dan ini bisa diberantas dengan insektisida. Sumber : official ig of Rumah Atsiri.

Dudududu ... Saking bagusnya nih, lupa kalau kita tuh sudah sore di sini dan belum menggunkan vouchernya untuk pesan makan dan minum. Hihi ... maklumlah ya galfok sama tamannya! Oke setelah aku baca-baca menunya, pilihanku jatuh pada minuman ini daaan bertiga samaan. Haha ... Sementara untuk menu makannya aku pilih spaghetti carbonara.
Menu makan rumah atsiri
Ini beneran enyaaak.
Restoran rumah atsiri tawangmangu
Huhu ... daku lupa namanya, yang pasti segarrrr

Soal rasa gimana? Minumannya sih udah kelihatan ya yang pasti seger dengan paduan rasa sedikit asam dan ada manisnya juga, apalagi minumnya sama aku. Hehehe ... Kalau soal menu makannya hmm ini ... Sebetulnya aku belum lapar, yah gimana nggak, kita itu baru aja makan kan di kebun strawberry, cuma mikirnya daripada sayang nggak kepake vouchernya akhirnya yoweis pesenlah spaghetti carbonara. Rasanya ternyata ya saaaaangat enak. Kalau belum makan bisa maklum mungkin lapar, tapi kita sudah pada kenyang lho dan tetap bilang ini enak. Enaknya itu ya creamy semacam rasa saus telur asin campur keju aah pokoknya enak apalagi dengan potongan telurnya kata pak swami sih endesss banget.

Setelah digabung-gabung sisa saldo vouchernya masih cukup ternyata untuk beli salad dan rawon. Ya sudahlah ya, kita bungkus keduanya. Awalnya rawon ini buat mertuaku sih, cuma ternyata malam itu mereka memilih makan di depan hotel, mau mencicip tongseng katanya. So, salad dan rawonnya ya aku makan saja. Hoho ... monmaap perasaan makan mulu ya ...
Restoran rumah atsiri karanganyar
Setelah 1 jam lebih perjalanan, beginilah penampakannya. Masih fresh kan?

Meski sudah melalui perjalanan 1 jam-an ditambah mampir sana-sini dan beraktivitas ina-ini rasa saladnya tetap segar lho. Sebetulnya yang membedakan rasa salad adalah dressingnya ya, nah aku ini milih dressing yang isinya minyak zaitun, madu, dan lemon kalau nggak salah, enak paduan rasanya.

Dan untuk rawonnya sebetulnya enak, cuma sayang dagingnya dikit dan potongannya kecil-kecil, He he ... Nggak mau rugi banget.

Oke, balik lagi ke Rumah Atsiri ya, pokoknya setelah puas foto-foto kita rencana mau langsung balik ke hotel. Cuma duuh gitu ya, karena nunggu lama di toilet jadilah sempat lihat-lihat dulu ke outletnya daaaan beli dong kaosnya. Wkwkwkw ... Awalnya nggerutu vouchernya mahal ternyata malah kurang.
Sejarah rumah atsiri pabrik citronella
Salah satu sudut di Rumah Atsiri


Cah wedok pun dibelikan kaos sama eyangnya pas banget ada warna toska kesukaannya. Swami pun sama awalnya sekadar nanya ada ukuran buat dia gak. Maklum ya big size kadang nggak nyari model, ada aja udah alhamdulillah. Nah pas banget di sini pun ada ukurannya. Ya sudahlah ikutan beli, apalagi bahannya memang enak dan nyaman dipakainya. Harganya 100k an yang serat bambu sedikit di atasnya.

Kaos rumah atsiri

Sudah yuk yuk yuk! Dari tadi nggak beranjak-beranjak, kelamaan di sini bisa eksplore semua sudutnya nanti, haha ...
Pabrik citronella
Jalan menuju parkiran yang dihiasi tanaman rosemary. 


10 komentar:

  1. MasyaAllah bagusss bgt tempatnya mb...fotonya juga cakeppppp....suka nih yg tempat tempat kayak gini.. selain indah juga kaya pengetahuan.. super love...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aslinya lebih cakep lagi mba. Semua sudutnya instagenic deh dan seru bisa nambah pengetahuan banget kalo kita ke museum dan ikut workshopnya.

      Hapus
  2. waduuh...galfok liat warna kuning2 yg indah itu. Mata dimanjakan dg aneka warna bunga..kereen Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun Bun langsung galfok sampe nggak pesen-pesen makanannya. Hihiii

      Hapus
  3. Wuaaa aku kok malah fokus sama makanannya ya mba hahah...dasar simbok tukang makan. Kayaknya kapan2 ke solo bisa melipir ke sini deh. Pingin nyicip juga

    BalasHapus
  4. Rumah Atsiri ini rumah edukasi ya mba, lengkap lagi. Wah lihat taman bunga yg seger2 mata jd bling-bling. Hehe...noted deh klu ke Solo pngen mlipir juga. Mksh mb infonya..

    BalasHapus
  5. Hihihi... Seru ya mbak, ternyata kurang nih vouchernya. Konsepnya menarik ya beli voucher dulu😍 bisa jadi tmempat rekomendasi nih

    BalasHapus
  6. bnga kuningnya bikin suasana jadi ceria

    BalasHapus
  7. Agrowisatanya tampak dikelola dengan profesional, ada brosur dan berbagai kelengkapan lainnya. Pergi ke wisata yang eco-friendly seperti Rumah Atsiri ini bakal menyenangkan, tanaman dan tumbuhan yang alami dan udaranya yang segar

    BalasHapus
  8. Wisata lengkap ya mbak di Minyak Atsiri Indonesia, pengen kesini suatu saat nanti

    BalasHapus